;

Translate

Sunday, January 20, 2013

Budidaya Mengkudu dan Cara menanamnya

Sunday, January 20, 2013

Mepersiapkan Lahan

Tanaman mengkudu merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh, hal ini memudahkan bagi kita yang ingin membudidayakan mengkudu. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan bekas perkebunan, tegalan, persawahan, atau bekas hutan. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam persiapan lahan antara lain:
  • Melakukan pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman jika akan ditanam di bekas hutan dan perkebunan
  • Lahan harus diolah dengan hati-hati agar humus tidak rusak.
  • Jika ditanam pada persawahan atau tegalan tidak usah dibersihkan. Langsung saja dibuat lubang tanam untuk bibit mengkudu.
  • Jika mengkudu akan ditanam di lahan yang miring perlu dibuat terasering agar tidak longsor. Derajat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk mengkudu antara 6-7. Ketinggianlahan antara 0-700 m dpl.
  • Melakukan pengapuran dengan cara menaburkan kapur dolomite ke tanah dan dibiarkan selama 7-14 hari. Keuntungan dari pengapuran ialah, tanah menjadi gembur, mengurangi zat-zat beracun, dan mengurangi hilangnya unsure hara.
  • Pembibitan Mengkudu Hal yang penting dengan pembibitan ialah jenis-jenis bibit mengkudu. Jenis-jenis mengkudu ini dibedakan  menjadi tiga yaitu:
budidaya, mengkudu, cara menanamnya

•    Bibit Generatif
Bibit generative diperoleh dari hasil penyemaian. Waktu yang dibutuhkan relative lama. Dari satu buah mengkudu dihasilkan 40-50 bibit.

•    Bibit Vegetatif
Bibit vegetative diperoleh dengan cara membiakan bagian tanaman, yaitu cara stek. Bibit ini cocok ditanam didalam pot karena akarnya kurang kuat. Jika ditanam di lahan dikhawatirkan mudah roboh.

•    Bibit Siap Tanam
Bibit siap tanam diperoleh dengan cara membeli di penyedia bibit, bibit ini mempunyai tinggi 0,5-1 m dalam umur 2,5-3 bulan. Bibit ini langsung bisa ditanam dan emppat bulan kemudian sudah berbuah.
Bibit mengkudu dapat diperoleh dengan membuat sendiri, yaitu dengan cara generative dan vegetative .


Cara pembibitan generative sebagai berikut:

  • Memiliki pohon indukan yang unggul
  • Benih yang akan disemai harus lebih banyak disbanding bibit yang akan ditanam, missal, rencana penanam 500 bibit, berarti kita menyemai benih 1000, hal ini untuk menanggulangi bibit yang mati.
  • Menyiapkan lahan penyemaian yang kondisi tanahnya cukup subur, banyak mengandung humus, permukaan datar, dan dekat dengan sumber air.
  • Membuat bedengan penyemaian caranya, Tanah dicanggkul sedalam 20 cm, kemudian dibentuk bedengan. Lebar dan panjang bedengan disesuaikan dengan benih yang akan disemai. Jika bedengan lebih dari satu buatlah parit kecil antara bedengan satu dan yang lainnya, dengan ukuran lebar 50 cm dan kedalamannya 10 cm.
  • Membuat larikan. Jarak antara larikan sekitar 20 cm. larikan dibuat dengan panjang 80 cm, lebar 10 cm dan dalamnaya 5-10 cm. larikan merupakan tempat menanam benih mengkudu. Di atas bedengan dipasang naungan dari daun kelapa, jerami atau alang-alang.
  • Menyiapkan benih yang akan disemaikan, caranya, mengkudu yang sudah masak dengan warna putih dan lunak, kemudian ambil bijinya dan dicuci sampai bersih, biji yang sudah bersih dijemur selama 1 minggu.
  • Cara penyemaian: 1. Benih yang sudah siap ditempatkan di larikan secara vertical dan berjajar, 2. Larikan ditutup dengan campuran pasir dan kompos atau pupuk kandang. Agar pada waktu bibit dipindahkan ke kantong plastic akar tidak putus. 3. Melakukan penyiraman 2-3 kali. 4. Jika daun sudah tumbuh empat helai maka bibit dapat dipindahkan ke kantong plastic atau polybag.
  • Isi media dari kantong plastik terdiri dari tanah, pupuk kandang halus, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ukuran plastic 15 x 15 cm, pada saat pemindahan jangan sampai akarnya terputus.
  • Bibit siap di tanam lahan terbuka ketika sudah berumur 1,5-2 bulan dengan ukuran batang 40-50 cm.

Cara pembibitan vegetative (stek) sebagai berikut:

  • Bahan stek berupa batang sekunder diperoleh dari pohon induk yang bbagus.
  • Menyiapkan kkantong plastic atau polybag ukuran 20 x 20 dan diisi media tanam.
  • Batang tanaman dipotong sekitar 20 cm
  • Daun yang ada pada batang tanaman bi buang dan sisakan 1/3 bagian daun.
  • Tanam stek batanng pada  plastic  dengan kuat agar tidak roboh.
  • Siram sehari 1-2 kali.
  • Letakkan bibit di ttempat yang  ternaungi.
  • Akar akan tumbuh jika stek berumur 1-1,5 bulan.

Penanaman Bibit di Lahan Tanam Terbuka

  • Bibit yang akan ditanam adalah yang sudah berumur 2,5-3 bulan jika bibit berasal dari penyemaian.
  • Lubang digali dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm. tanah galian diletakan disamping lubang, tanah bekas galian dicampur dengan kompos sebanyak 1 kg.
  • Letakkan lubang berurutan dengan jarak 3 x 3 m.
  • Membuka polybag dengan perlahan supaya akar tidak patah
  • Memotong sebagian atau 1/3 daun yang untuk mengurangi proses kelayuan.
  • Memotong akar tunggang bibit sampai 20-25 cm.
  • Memasukan media tanam sampai ½ bagian.
  • Bibit dimasukan pada lubang tanam yang sudah disediakan seminggu sebelumnya.
  • Timbun dengan bagian media tanam
  • Tekan media tanam agar tidak mudah rebah
  • Siram sampai media tanam basah.

Pemupukan
Pemupukan pada tanaman mengkudu sebaiknya menggunakan pupuk organic. Cara pemberian pupuk organic dengan ditabur. Pupuk organic dapat diperoleh dari kotorann makhluk hidupyang diolah terlebih dahulu melalui proses pembusukan. Jenis-jenis pupuk organic antara lain, pupuk kkandang, kompos,dan pupuk hijau.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

 


www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsi buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 7:58 AM