;

Translate

Wednesday, April 16, 2014

Budidaya Pisang Cara Menanam Pohon Pisang

Wednesday, April 16, 2014

Pisang salah satu jenis buah-buahan yang sangat terkenal dan memasyarakat, dari mulai anak balita sampai nenek-kakek pasti mengenal dan pernah merasakan lezatnya yang namanya pisang. Buah yang memiliki ciri khas bentuk yang agak lengkung ini memiliki kandungan vitamin yang sangat baik bagi tubuh manusia seperti vitamin A, B1, dan C, sedangkan kandungan  mineralnya kalium, chlor, natrium, magnesium, dan posfor, serta karbohidrat 25% yang mudah dicerna.

Budidaya Pisang, Cara Menanam pisang, Pohon Pisang, pisang, buah pisang, cara menanam pohon pisang, tanaman pisang, manfaat buah pisangNamun pisang ini sering ditanam hanya sebagai tanaman pelengkap saja dan tidak jarang tanaman ini dibiarkan tumbuh begitu saja tanpa adanya perhatian khusus dari si pemilik, padahal kalau tanaman ini ditanam denagn perawatan yang maksimal hasilnya pun akan berbeda dibanding tanpa perawatan. Tidak sedikit para petani buah pisang yang memperoleh keuntungan yang cukup besar dari hasil budidaya pisangnya.

Kenapa budidaya pisang ini cukup menjanjikan?, karena pisang salah satu buah yang cukup banayk penggemarnya bahkan buah pisang masuk dalam daftar makanan 4 sehat 5 sempurna. Maka tidak heran apabila pada acara-acara tertentu pisang selalu hadir sebagai makanan penutup. Apalagi sekarang banyak olahan makanan ringan yang bahan dasarnya dari pisang ini.

Nah itulah beberapa alasan mengapa budidaya pisang sangat menjanjikan dari segi ekonomi. Bagi anda yang mau mencoba untuk budidaya pisang, dibawah ini ada langkah-langkahnya supaya hasil dari budidayanya menjadi maksimal.


Cara Menanam Bibit Pisang

Bibit pisang ditanam dalam lubang tanam, berukuran 60 x 60 x 60 cm. Lubang diisi tanah kembali setelah dicampur dengan sepertiga bagian kompos atau pupuk yang sudah jadi. Jika akan ditanam dikebun khusus, jarak tanam sekitar 3 sampai 5 meter. Di pekarangan samping rumah, pisang ditanam dibagian pinggir secara berderet dengan jarak tanam sekitar 3 meter.

Kebanyakan petani berpendapat, pisang tak perlu dirawat atau dipupuk. Perawatan dan pemupukan yang baik tidak saja menaikkan produksi, tetapi juga memperpendek waktu produksi.  Pupuk yang tebaik adalah pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang. Kecuali menyediakan bahan makanan, jenis pupuk semacam ini juga memperbaiki keadaan fisik tanah. Disamping pupuk organik yang diberikan diawal penanaman, dapat juga diberi pupuk pabrik berupa campuran ZA, Super posfat, dan Kalium Sulfat dengan perbandingan 50 : 20 : 30, diberikan 3 bulan setelah tanam. Caranya dengan membenamkan pupuk tersebut diparit kecil yang digali sekeliling pohon, lalu menimbunnya kembali.

Di sekitar batang induk, selalu tumbuh sejumlah anakan pisang. Anakan pisang ini perlu dikurangi agar tanaman induk dapat berproduksi secara maksimal. Anakan yang tumbuh dikurangi, sampai tersisa sekitar 3 atau 4 anakan disetiap induk tanaman. Diusahakan agar anakan yang tersisa umurnya berbeda, sehingga dapat diperoleh pergiliran produksi yang ajeg. Seluruh rumpun pisang harus dibongkar dan diganti dengan tanaman baru. Pengurangan anakan sekaligus dilakukan sambil mengumpulkan bibit pisang.

Apabila menginginkan buah pisang yang besar-besar, harus mempersiapkan penanamannya sebaik mungkin. Anakan yang akan dijadikan bibit harus sehat. Jika bonggolnya Nampak agak rusak atau berlubang-lubang, berarti diserang sebangsa cacing. Anakan seperti itu jangan ditanam, lebih baik dimatikan saja sebelum hamanya merambat ke tanaman lain.

Carra Memilih Bibit Tanaman Pisang

Ukuran bibit yang hendak ditanam sebaiknya bervariasi. Bisa yang sudah tinggi besar, boleh juga anakan yang tingginya baru satu meter, bahkan yang masih setengah meter pun boleh. Kalau menanam bibit besar, tentu saja tak perlu menunggu lama untuk sampai ke saat pemetikan buah. Tetapi bibit yang sudah besar akan terganggu pertumbuhannya (sebentar saja), lantaran mengalami perpindahan tanam. Bibit yang masih kecil terlalu lama menunggu sampai berbuah, juga riskan sebab banyak yang mati. Anakan setinggi 1,5 meter merupakan bibit yang terbaik untuk dijadikan induk pisang dirumpun baru yang berdiri sendiri.

Bibit yang baik ialah bentuk daunnya pipih seperti mata pedang, tidak terlalu lebar tetapi juga terlalu kerempeng. Anakan yang sejak kecil sudah memiliki daun lebar kurang baik untuk dijadikan bibit, sebab nanti buahnya tidak banyak.

Lokasi yang dipilih untuk menanam pisang, paling tidak 2 minggu sebelumnya sudah digali dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm. Jika ingin menanam lebih dari satu pohon, harus mempertimbangkan ukuran batang pisang setelah dewasa nantinya. Untuk pisang berbatang besar seperti pisang ambon, sebaiknya ditanam dengan  jarak sekitar 4 m, sementara pisang berbatang kecil jarak tanam 2,5 m. Lubang tanam diisi separuhnya dengan pupuk kandang yang sudah jadi, lantas anakan pisang ditanam dan ditimbun dengn tanah bekas galian lubang.

Sebelum ditanam, bibit harus dibersihkan dulu akar-akarnya. Seandainya yang ditanam berupa anakan besar, sebaiknya daun-daunnya dipotong sebgain supaya mengurangi penguapan air (itu kalau daunnya lebar). Sementara kalau daunnya berbentuk pedang, tidak perlu dipotong. Selama masa pertumbuhan, tanaman pisang masih kritis. Karena itu, agar tidak kekurangan air sebaiknya menanam pisang pada awal musim hujan.

Pisang dapat ditanam pakai bonggol atau anakan yang dimaksud bonggol adalah bagian bawah “batang” pisang yang terdapat didalam tanah. Bonggol diambil dari pohon pisang yang telah dipanen buahnya.Selesai petik, pohon pisang dibongkar dan diambil bonggolnya.

Ada 2 cara pemakaian bonggol sebagai bibit. Cara pertama, seluruh bonggol ditanam. Dari bonggol akan tumbuh beberapa anakan batang pisang. Dari sejumlah anakan hanya satu yang terbaik dan dibiarkan tumbuh terus, sedang lainnya dibuang. Cara kedua, dilakukan dengan memotong-motong bonggol pisang

Tiap potongan diusahakan mempunyai 3 atau 4 mata tunas. Potongan bonggol inilah yang diguankan sebagai bibit. Cara pertama punya kebaikan karena seluruh persediaan makanan dalam bonggol dapat dimanfaatkan secara maksimal. Cara kedua punya kebaikan karena lebih ekonomis, satu bonggol dapat menghasilkan lebih banyak bibit. Namun cara kedua mengundang resiko terserang penyakit cendawan.

Bibit  yang umum dipakai oleh petani pedesaan adalah anakan pohon pisang yang tumbuh disekitar batang induk. anakan harus diambil dari batang  pisang yang telah berproduksi. Bibit diambil dari batang induk dengan cara menggali dan melepaskan anakan dari induknya. Harus diperhatikan agar waktu mengambil anakan tidak menimbulkan luka terlalu banyak pada bonggol batang induk. 

Yang umum dipakai sebagai bibit adalah anakan yang tingginya 1 sampai 1 ½ meter. Daun-daun pada anakan pisang dipotong.Daun yang masih kuncup dipotong sebagian. Akar dan tanah yang menempel pada bonggol anakan dibersihkan, kemudian anakan pisang dibersihkan, kemudian anakan pisang disimpan ditempat teduh tiga hari sebelum ditanam.

Cara Membatasi Anakan Pisang

Sebelum buahnya masak, pohon induk pisang biasanya sudah mempunyai anakan. Dua bulan setelah anakan pertama muncul, menyusul anakan kedua. Demikian terus menerus sampai anak-anak itu berdesak-desakan dibawah naungan induknya. Hal itu harus dihindari. Dalam satu rumpun sebaiknya tidak banyak anggota keluarga, supaya tidak saling berebut makanan sehingga pertumbuhannya baik. Anakan yang kecil-kecil jika diberikan terus akan menjadi pohon yang kecil-kecil, juga buahnya. Bahkan ada yang tidak berbuah sama sekali.

Sebaiknya anak-anak pisang dikurangi dan ditanam di tempat lain. Tetapi kalau di pekarangan sudah tidak ada tempat kosong, sebaiknya diambil saja agar tidak mengganggu. Dari anakan generasi pertama, bisa disisakan dua batang, yang letaknya agak jauh dan hidup subur. Lalu anakan generasi kedua juga dua batang saja, sedang anakan berikutnya dicabut. Jadi dalam satu rumpun hanya ada lima batang pohon pisang (satu induk + 2 anak generasi pertama + 2 anak generasi kedua). Dengan mengikuti program KB seperti itu, maka kita dapat mengharap panenan pisang yang lumayan bagus.


Cara Merawat Tanaman Pisang

Ketika bunganya sudah muncul, harus diperhatikan dengan seksama. Sebab kadang-kadang bunga pisang diserang ulat-ulat kecil, yang mengakibatkan buah pisang menjadi tidak mulus kulitnya. Jika ada ulatnya, segeralah semprotkan insektisida. Seandainya ada pelepah daun yang menumpangi bakal buah, sebaiknya disingkirkan. 

Lantas ketika jantung bunga sudah berada sekitar 25 cm dibawah buah terakhir, sebaiknya dipotong saja. Sebab jantung pisang ini kalau dibiarkan terus akan menghambat pertumbuhan buah.
Perlu diingat bahwa, kalau buah sudah tumbuh besar dan makin berat bobotnya, sering pohon pisang tak mampu menahannya, kadang batangnya melengkung hampir roboh. Batang pisang yang menderita ini harus ditopang kayu supaya mampu berdiri tegak sampai buahnya masak. 

Rumpun yang sudah berumur 5 tahun, sebaiknya diremajakan, lantaran banayk anakan yang muncul ke atas permukaan tanah dan gampang diserang cacing. Meremajakannya dengan jalan membongkar rumpun, dan menggali lubang baru serta menanam ulang rumpun tersebut.
Dengan pemeliharaan yang tidak terlalu rumit ini, kita akan memetik buah yang bermutu tinggi. Dan kalau dijual tentu hasilnya lebih besar.

Sumber Buku : BUDAYA PISANG, Penerbit DAHARA PRIZE. 
Sumber Gambar : http://www.blingcheese.com/

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.



www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 5:15 PM