;

Translate

Thursday, September 11, 2014

Budidaya Tanaman Hias: Cara Menanam Bunga Mawar

Thursday, September 11, 2014

Syarat Tumbuh Bunga Mawar

Iklim

Syarat iklim yang dibutuhkan mawar untuk tumbuh baik sebagai berikut:
a.    Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Memerlukan sinar mata-hari 5-6 jam per-hari. Di daerah cukup sinar matahari, mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta ber-batang kokoh. Sinar matahari pagi lebih baik daripada sinar matahari sore, yang menyebabkan pengeringan tanaman.

b.    Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh, dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun didaerah panas/tropis. Suhu uadara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80%.

Media tanam

Media tanam yang digunakan berpengaruh pula terha-dap pertumbuhan mawar. Untuk itu, hal-hal berikut harsu diperhatikan.
a.    Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau didalam pot. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandunagn liat 20-30%), subur, gembur, banyak bahan organic, aerasi, dan drainase baik.
b.    Oada tanah latosol, andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.
c.    Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5,5-7,0.pada tanah asam (pH 5,0) perlu pengapuran kapur Dolomit, Calcit ataupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.
Pemberian kapur bertujuan untuk menaikkan pH tanah, menambah unsure-unsur Ca dna Mg, memperbaiki kehidupan mikroorganisme, memperbaiki bintil-bintil akar, mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al, serta menambah ketersediaan P dan Mo. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.

Ketinggian tempat

Mawar tumbuh baik pada:
a.    Ketinggian 560-800 m dpl, suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28°-30°C;
b.    Ketinggian 1100 m dpl, suhu udara minimum 14°-27°C;
c.    Ketinggian 110 m dpl, suhu udara minimum 13,7°C-15,6°C dan maksimum 19,5°-22,6°C.
Di daerah tropis sepertiIndonesia, tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl.

Budidaya Tanaman Hias, Cara Menanam Bunga Mawar, bunga mawar, manfaat bunga mawar, bunga hias, bibit bunga mawar

Panduan budidaya bunga mawar

 

Pembibitan persyaratan bibit

Supaya biji tumbuh dengan baik, pipih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam, yang mengapung dibuang).

a.    Penyiapan benih
Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji:
1)    Pemilihan buah- pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.
-    Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.

2)    Perlakuan After Ripening-siapkan media semai beruapa tanah berhumus dan berpasir (1:).
-    Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.
-    Siram media semai denagn air bersih hingga cukup basah (lembab).
-    Tanamkan buah mawar satu persatu ke dalam media semai sehingga cukup terkubur sedalam 0,5-1,0 cm.
-    Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembap, beraerasi baik, dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. waktu yang diperlukan pada perlakuan After Rifening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).

b.    Tekhnik penyemaian benih
1)    Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.
2)    Pilih biji-biji mawar yang baik, yaitu bernas yang tenggelam bial dimasukkan ke dalam air
3)    Cuci mawar dengan air bersih.
4)    Tiriskan  biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.
5)    Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 5-10 cm.  Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.

c.    Pemeliharaan pembibitan/penyemaian
1)    Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.
2)    Sapih (perjaran) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah  diisi media campuran tanah, pasirdan pupuk organic (1:1:1).

d.    Pemindahan bibit
Pindahkkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen).

Pengolahan media tanam

Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun, tanam dan dalam pot. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. Persiapan.

a.    Penyiapan lahan kebun/taman-lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur, subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).
-    Bersihkan lokais kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.

b.    Penyiapan media dalam pot-siapkan media tanam beruapa tanah subur, pupuk organic (pupuk kandang, kompos, Super TW plus) dan pasir. Komposisi media campuran tanah, pupuk kandang, kompos dan pasir,  1:1:1. Campuran tanah dengan super TW Plus perbandingan 6:1.
-    Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.
-    Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebohan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.

c.    Pengisian media tanam ke dalam pot-dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.
-    Basahi pot dengan air hingga cukup basah.
-    Isikan pecahan bata merah/genting/arang padadasar pot setebal ± 1 cm sampai sepertiga bagian  pot, lubang pembuangan air didasar pot jangan tersumbat.
-    Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1 cm diatas lapisan bata merah/genting.
-    Isikan media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/kompos (1:1:1) atau campuran  tanah dengan pupuk organic super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Pengisian media sampai 90% penuh atau 0,5-1,0 cm dibawah batas permukaan pot sebelah atas. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.

Pembukaan lahan
1)    Tanah dicangkul sedalam ± 30 cm hingga gembur. 2) biarkan tanah dikeringanginkan selama 15-30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.

Pembentukan bedengan
Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm, dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris, maka penyiapan lahannya dibuat bentuk bentuk yang diinginkan, misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi denagn lingkungan sekitarnya.

Pemupukan
Pupuk organic (pupuk kandang/kompos 20-30 ton/hektar atau super TW plus 4-5 ton,hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pemberian pupuk organic dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg /tanaman.

Tekhnik penanaman penentuan pola tanam
Buat lubang tanam [ada jarak 60 x 60 cm atau 70 x 70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.

Pembuatan lubang tanam

Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45 x 45 x45 cm. kedalaman yang baik yaitu apabila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagain percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam,maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45-55 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah dipermukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan, untuk menutuplubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan ditempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan organic (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan  organic. 

Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organic (dalam ju lah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super posfat (dapat juga dipakai tepung tulang ) 20%. Jumlah super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m² tanah, tepung lubang 1,5- 3 kg per 10 m². Lubang diisi top soil dan bahan organic sampai membentuk gundukan.

Cara penanaman

Waktu tanam mawar adalah pada awal  musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam beruapa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bbit yang berasal dari polybag.

Cara penanaman mawar bibit cabutan:
a.    Bongkar bibit tanaman mawara dari kebun pembibitan secara cabutan.
b.    Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).
c.    Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
d.    Rendam bibit mawar dalam ai atau larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1-2 cc/liter selama 15-30 menit.
e.    Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
f.    Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akar-akarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
g.    Siram tanah disekeliling perakaran tanaman hingga basah.
h.    Pasang naungan sementara dari anyaman bamboo /bahan lain untuk melindungi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan  penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:
a.    Siram media tanam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
b.    Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag.
Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.

c.    Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh dari hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan.

d.    Siram tanah disekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu.
Pemeliharaan tanaman/penyiangan
Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidka menjadi sarang hama dan penyakit.
Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma), dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.

1.    Pemupukan
Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK  (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5, bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5.
Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas:90-135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg k2O/ha/tahun atau setara dengan 200-300 kg Urea ditambah 840kg TSP ditambah 250 kgKCL/ha/tahun. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro), tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram /pohon pada saat tanam atau 7-15 hari setelah tanam.

Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3-4 bulans sekali, tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 diatambah kalium 400 kg k2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. Tiap kali pemupukan diberikan ¼ -1/3  dosis pupuk 337,5-450 kg Urea ditambah 525-700 kg TSP ditambah 100-133 kg KCL per hektar. Pemberiaan pupuk sebaiknya pada saat sebeum berbunga, sedang berbunga, dan setelah kuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritkecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau disekeliling tajuk tanaman, kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah.

2.    Pengairan dan penyiraman
Pengairan dan penyiraman dilakukan:
a.    Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jensi tanah (media).
b.    Waktu pemberian air yang baik padapagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dan tanah tidka terlalu tinggi.
c.    Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gember).

 

Hama dan penyakit

Hama pada bunga mawar

a.    Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn,Aphids)
Kutu daun, kecil, panjang ±0,6 mm, berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, sering menempel pada ranting dan kuncup bunga.
Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman, sehingga menyebabkan gejala abnormal, pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Dapat berperan sebagai vector virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab embun jelaga (Capnodium sp.).
Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2,5 EC atau Buldox 25 EC, Confidor 200 LC, Curacron 500 EC, Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

b.    Kumbang
Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica Castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor), kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm, kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan, panjang 10 mm. kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.
Gejala : memakan daun, tangkai dan kuntum bunga, sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang memakan perakaran tanaman.

Pengendalian : mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC, dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

c.    Siput berbulu
Tubuh berwarna putih kehijau-hijuan, panjang ±12 mm, ditutupi bulu-bulu kasar.
Gejala: pada stadium larva, menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.
Pengendalian: merontokkan kepompomg yang menempel pada tanaman, dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan.

d.    Tungau (Tetranychus telarius)

Tungau mirip laba-laba, sangat kecil± 0,3 mm, berwarna merah/hijua/kuning. Berkembang biak dengan cepat bila cuaca lembap dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik.
Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun/pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan.
Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 579 EC atau Kelthane 200 ECatau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC, Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

e.    Thrips
Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm, berwarna kuning-orange/kuning kecoklat-coklatan.
Gejala : merusak/mengisap cairan sel tanaman, terutama bunga, daun, dan cabang. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya.
Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan

f.    Nematode akar (Meloidygne sp.)
Nematode akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop).
Gejala: menyerang akar tanaman mawar, dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil, kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar.
Pengendalian : pergiliran tanaman, sterilisasi media tanam, dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida). Furadan 3 G, Rugby 10 G atau Indofuran pendidikanG pada saat tanam.

g.    Hama-hama lain:

1)    Ulat daun (Udea rubigalis), menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong.
Pengendalian : disemprot insektisida, Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Dekasulfan 350 EC, Nomolt 50 EC atau Confidor70 WSpada konsentrasiyang dianjurkan.

2)    Serangga malam (Night Feeding insect), menyerang daun dan bunga.
Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.

3)    Serangga pengisap sel tanaman (Leaf Hoppers), menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran.
Pengendalian ; disemprot denagn insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.

4)    Lalat (dasyncura rhodophaga), ukuran tubuh kecil 1,2 mm, warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Telur diletakkan pada tunas baru, setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. Larva menjatuhkan diri ke tanah, kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat.

Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar,  menjaga kebersihan kebun, dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 Ec, Meothrin 50 Ecatau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

5)    Kutu batang (Aulacapsis rosae) dari family Coccidae, berukuran kecil 3 mm,
Gejala: mengisap cairan sel tanaman, bagian daun dan batang. Bagian yang terserang akan layu, lambat laun mengering (mati).
Pengendalian : memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusanhkan/dibakar disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC, Mitac 200 EC, Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.

6)    Kumbang kecil (Small carpenter bees), ukuran tubuh kecil panjang 8 mm, warna hitam-metalik,
Gejala : melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Tanaman yang diserang menjadi layu.
Pengendalian : memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insekttisida : Decis 2,5 EC, Atabron 50 EC, Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

Penyakit pada bunga mawar


a.    Bercak hitam

Penyebab : cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib.) Lind. (“Black spot”).
Gejala : daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1cm menyatu, sehingga jaringan daun disekitarnya menjadi kuning. Dapat pula terjadi pada tangkai daun, batang, dasar bunga, kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian non kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi : disemprot fungisida yang berbahan aktif propined dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan.

b.    Karat daun

Penyebab: cendawan (jamur) phragmidium mucronatum (Pers.ex Pr.) Schlecht.
Gejala : bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun, pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). Pengendalian non kimiawi : pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan.
Pengendalian kimiawi: disemprot fungsida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang danjurkan.

c.    Tepung mildew

Penyebab: cendawan Oidium sp.
Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan, lambat laun kekuning-kuningan dan akhirny daun-daun cepat rontok (gugur).
Pengendalian non kimiawi: memetik dau yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida  Belerang, atau mengandung bahan aktif Pirazifos.

d.    Bengkak pangkal batang

Penyebab : baketri Agrobacterium tumefacien (E.F Sm et Town.) Conn.
Gejala : terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah, sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati.
Pengendalian non kimiawi : mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril.
Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisisn atau Oksitetrasikin.

e.    Mosaik (belang-belang)

Penyebab : virus (Virus Mosaik Mawar-rose mosaic Virus).
Gejala : daun menguning dan belang-belang, tulang-tulang daunnya seperti jala.
Pengendalian: penanaman bibit yang sehat, pemeliharaan tanaman secara intensif, penyemprotan insektisida untuk pengendalian serangga vector, dan membongkar (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya.

f.    Bercak daun

Penyebab : dua pathogen, yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass, dan alternaria sp.
Gejala : serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daun-daun tua, sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman.
Pengendalian nonkimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dna menjaga kebersihan kebun (sanitasi).
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu).

g.    Jamur upas
Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk,et Br.) Tjokr.
Gejala : terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang, dan lambat laun batang akan membusuk serta mati.
Pengendalian nonkimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit, kemudian diolesi cat/ter, dapat pula sekaligus memotong bagisan batang yang terinfeksi berat.
Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf.

h.    Busuk bunga

Penyebab : cendawan Botrytis cinerea Pers. Fr.
Gejala : kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat, dna berbintil-bintil hitam.
Pengendalian nonkimiawi : membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastic dan penanganan pascapenen bunga sebaik mungkin.
Pengendalian kimiawi : penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.

i.    Penyakit Fisiologis
Penyebab: kekurangan unsure hara (defisiensi), kurang Nitrogen, Phospor, dan Kalium.
Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hijau-muda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Kekurangan phosphor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil, sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering disepanjang tepi/pinggirannya.

Pengendalian: pemberian pupuk berimbang, terutama unsure N, P2O5, dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsure haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi.

PANEN

1.    Cirri dan Umur Tanaman berbunga
Cirri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunag potong: kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran  normal. Untuk tujuan bunga tabor pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.

Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidka terlalu tinggi), Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.

2.    Cara pemetikan bunga
Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril.

3.    Periode panen.
Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulas dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.

4.    Prakiran produksi
Tanaman mawar yang dipelhara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.000 – 280.000 kuntum/hektar/tahun. Tingkat produksi ini tergantung dari variertas mawar, kesuburan tanah, jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.

Sumber Buku: BUDIDAYA TANAMAN HIAS, Penerbit: Bangkit Citra Persada
Sumber Gambar: http://www.annies-gardens.com/

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 12:52 PM