;

Translate

Sunday, January 25, 2015

Tanaman Hias Jenis Dan Varietas Adenium

Sunday, January 25, 2015

Ada banayak sekali ragam varietas adenium atau kamboja yang bisa kita pilih sebagai tanaman hias. Disamping itu,  ada pula jenis adenium berbonggol indah yang bisa dikolesi. Umumnya, bonggol adenium berbentuk unik. 

Tanaman Hias, Jenis adenium, Varietas Adenium, tanaman adenium, adenium, adenium arabicum, adenium obesum, adenium berbonggol


Jenis adenium berbonggol besar tidak bisa menghasilkan bunga dalam jumlah yang banyak. Sehingga, guna mendapatkan adenium yang berbonggol gempal tetapi memiliki bunga melimpah adalah dengan  melakukan pencangkokan.

Saat ini, adenium berbonggol  yang banyak diperdagangkan, adalah jenis arabicum. Adenium arabicum termasuk jenis langka karena penampilannya yang eksotis serta batangnya besar dan memiliki banyak percabangan. 

Keistimewaan lain dari tanaman yang berjuluk queen of thousand flower ini adalah rajin berbunga. Bunganya berwarna putih dengan pinggiran merah muda. Namun, tanaman ini sulit diperbanyak. Berikut adalah beberapa jenis tanaman hias kamboja atau adenium yang ada di Indonesia.

Adenium Obesum (Desert Rose)
Awalnya, jenis ini ditemukan di daerah Afrika, tepatnya di sebelah selatan Gurun sahara, mulai Senegal sampai Sudan dan Kenya. 

Warna normal pada bunga dari pohon ini adalah merah jambu sampai merah. Karena ditanam dari biji, maka bisa muncul varietas-varietas baru yang beragam, baik dari bentuk penampilan, bunga, maupun daunnya. 

Oleh berbagai ahli bunga di Thailand dan Taiwan, varietas ini dipilih dan dikembangkan secara intensif. Adenium obesum tidak mempunyai masa dorman yang jelas, sehingga pertumbuhannya cukup cepat.

Adenium Multiflorum (Sabi Star)
Adenium jenis ini ditemukan di Gurun Afrika bagian selatan, seperti Mozambik dan afrika selatan. Adenium ini dapat tumbuh  hingga tinggi dan bercabang dengan memiliki daun yang lebar.

Bonggol adenium jenis ini tidak membesar, namun mempunyai masa dorman yang cukup panjang (lebih dari 4 bulan). Saat masa itulah, jenis ini akan berbunga (2-4 bulan) tanpa memiliki daun.

Adenium Oleifolium
Adenium jenis ini ditemukan di Gurun Kalahari, yaitu perbatasan antara Namibia, Botswana, dan Afrika selatan. Adenium oleifolium memiliki daun yang sempit, panjang, dan kedua sisinya berwarna mengkilap. 

Bunga dari adenium oleifolium kecil, tetapi memiliki biji yang cukup besar. Cukup mudah untuk mengembangkan jenis ini, sayang pertumbuhannya lambat. Jenis ini memiliki bonggol yang kecil ketimbang jenis lainnya.

Adenium Swazicum
Adenium jenis ini ditemukan di pesisir timur afrika bagian selatan, seperti di Afrika selatan, Swaziland, dan Mozambik. Jenis ini mmepunyai bentuk daun yang sempit dan panjang dengan warna lebih muda dari kebanyakan jenis yang lain. Adenium swazicum memiliki bunga berwarna magenta hingga ungu muda. 

Jenis ini mudah berbunga, tetapi sulit berbiji. Jenis ini bisa digunakan sebagai pejantan untuk persilanagn dengan obesum. Seperti halnya obesum, jenis ini memiliki masa tumbuh yang panjang jika hidup dikondisi hangat dan diberi air yang cukup.

Adenium Boehmianum
Adenium jenis ini ditemukan di Namibia dan Angola. Adenium ini mempunyai bunga yang serupa denagn adenium swazicum, tetapi mempunyai daun yang panjang dan lebar. Ketimbang semua jenis adenium, daun Adenium boehmianum merupakan yang paling besar ukurannya. 

Jenis ini mempunyai masa tumbuh yang sangat pendek. Jenis ini hanya berdaun saat masa tumbuh. Sedangkan saat dorman, daun jenis ini rontok. Bonggol jenis ini tidak membesar dan pertumbuhannya lambat.

Adenium Socotranum
Adenium jenis ini ditemukan di Pulau Socotra, Yaman (sebelah selatan semenanjung Arab). Jenis ini mudah dikenal karena struktur batangnya yang menjulang dan membesar diatas permukaan tanah. 

Sebagian akarnya tumbuh di atas permukaan tanah, sehingga membuatnya makin indah. Tanaman ini dapat mempunyai bonggol dengan diameter 2,4 meter dan merupakan yang terbesar diantara jenis yang lain. Jenis ini mempunyai bunga warna merah jambu dan ukurannya dua kali ukuran multiflorum.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 2:43 PM