;

Translate

Saturday, April 11, 2015

Cara Mencangkok Pohon Mangga

Saturday, April 11, 2015

Cara mencangkok pohon mangga

Saat mencangkok pohon mangga yang terbaik dilakukan pada musim hujan agar tidak melakukan penyiraman setiap hari. 

cara mencangkok pohon mangga, cara mencangkok, cara mencangkok tanaman, cara mencangkok tanaman buah, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok mangga, cara mencangkok tumbuhan

Kalau mencangkoknya pada musim kemarau, penyiraman harus dilakukan setiap hari agar media perakarannya jangan sampai kering.

Proses mencangkoknya berlangsung sebagai berikut:

1) Carilah cabang atau  yang sehatdan kuat bergaris tengah sebesar jari tangan. Cabang ini berumur antara 1-1,5 tahun.

2) Cabang dikerat melingkar selebar 5 cm, jangan sampai melukai kayunya. Tempat keratin tepat dibawah kuncup daun, karena dibawahnya banyak mengandung rhizocaline, zat pembentuk akar.

3) Kulit dikelupas sehingga terihat kambiumnya.

4) Cambium dihilangkan dengan kertas yang bersih sehingga kayunya kelihatan kering, tidak licin. Untuk mempercepat penghilangan cambium, lendir dibersihkan dengan kertas yang telah dicelup larutan garam. Sesudah itu dibersihkan dengan air bersih.

5) Karena kulit terkelupas, rhizocaline akan terkumpul diatas lingkaran keratin. Kumpulan itu akan menolong terbentuknya kalus (jaringan seperti gabus) dan akar serabut.

6) Untuk mempercepat pertumbuhan akar, dapat dibantu pemberian hormone, misalnya hetero-auxins. Hormonnya bisa beruapa talek atau pasta lamoline. Pemberiannya dioleskan di atas sayatan secara melingkar.

7) Sesudah kayunya kering, tutup luka keratin itu dengan media perakaran. Media perakarannya bisa berupa tanah liat bercampur pupuk kandang/kompos, lumut, atau moss.

8) Bungkus media perakaran dengan sabut kelapa, plastic yang telah diberi lubang-lubang, ijuk enau, atau kantong goni.

Untuk memudahkan  penyiraman pada musim kemarau, diatas cangkokan dapat dipasang kaleng bersumbu. Sumbu pada kaleng dihubungkan ke cangkokan sehingga media perakaran selalu basah mendapat tetesan air. Kaleng penampung air jangan sampai kering, kalau perlu isinya diperiksa setiap hari.

Memotong bibit cangkok
Setelah 1,5-2 bulan cabang mangga dicangkok, bibit cangkokan telah mengeluarkan akar serabut cukup banyak. Pertumbuhan akar yang putih telah terlihat menembus ke luar media perakaran.

Bibit mangga cangkokan itu dapat dipisah dari pohon induk dan semai dengan proses perlakuan sebagai berikut:

1) Bibit cangkokan dapat segera dipotong agar terpisah dari pohon induknya. Pemotongan dilakukan dekat pangkal pembungkus.

2) Luka bekas potongan diolesi ter tanaman untuk menghindari rayap dan semut merah. Kalau tak ada ter tanaman, dapat dioganti meni, cat, Vaseline, atau santar.

3) Bibit yang  telah terpisah dari pohon induk segera ditanam dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di lapangan. Media tanamnya dapat diberi insektisida butiran seperti Furadan, Temik, Curater, atau Mipzinon untuk mensterilkan media.

4) Saat  menanam perhatikan pembungkus media perakarannya kalau dari sabut kelapa, pembungkus tak perlu dihilangkan. Kalau dari plastic, pembungkusnya dilepas.

5) Tanah sedikit ditekan agar bibit cangkokan tidak mudah bergoyang. Agar tidak  bergeser, dapattegaknya bibit dapat dibantu tiang bamboo kecil sebagai penguat.

6) Keranjang berisi cangkokan disiram air, agar medi tanamnya padat. Taruh bibit ditempat teduh untuk disemai.

Bibit mangga cangkokan  setelah terpisah dari pohon induknya, dapat langsung ditanam dilapangan. 

Setelah ditanam, sebaiknya bibit diberi penaung berupa atap. Penaung itu berfungsi sebagai pelindung agar tidak terkena panas matahari secara langsung.

Atap penaungnya dapat dibuat dari anyaman daun kelapa anyaman bamboo, anyaman daun alang-alang. 

Atap penaung dapat dilepas setelah kondisi  tanaman terlihat kuat, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tunas baru yang segar dan sehat.
Sumber:  Bertanam Mangga.  Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.



www.bestbudidayatanaman.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Blog ini berbagi informasi tentang buku-buku yang membahas budidaya tanaman secara detail dan isi kontennya pun merupakan sinopsis buku-buku tentang tanaman. Hak cipta atas informasi dalam blog ini sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya. Lebih jelas baca di halaman DISCLAIMER

Pecinta Tanaman - 12:58 PM