;

Translate

Thursday, February 26, 2015

Budidaya Jamur Kayu: Media Tanam

Thursday, February 26, 2015

Untuk penanaman jamur kayu secara alami, digunakan batang/ranting dari tanaman berkeping dua atau Dicotyledoneae, terutama tanaman yang berkayu (cukup keras, keras, kurang keras) seperti ter;ampir dalam daftar.

jamur kayu, budidaya jamur kayu, budiaya jamur tiram, budidaya jamur


Menurut pengamatan kami, kayu yang diambil/dipotong pada musim kemarau atau permulaan musim penghujan akan lebih baik bila digunakan sebagai bahan tanam untuk jamur kayu daripada musim-musim berikutnya. 

Bagi iklim subtropics, waktu yang terbaik untuk pemotongan kayu dilakukan pada musim gugur sampai musim semi. Kedua hal tersebut diatas disebabkan karena kadar karbohidrat (lignine) yang terkandung pada kayu pada saat itu adalah maksimal.

Agar  memudahkan pengangkutan, penanaman dan pemeliharaan jamurnya nanti, hendaklah kayu yang ditebang dipotong-potong dengan ukuran panjang:
20-30 cm, untuk gelondong besar
40-50 cm, untuk gelondong sedang

Kemudian kayu dikeringkan sesuai dengan kerasnya. Kayu yang  lebih keras memerlukan waktu yang lebih lama daripada kayu yang kurang keras. Pengeringan minimal berkisar 2 bulan pada cuaca yang cerah.

Penggunaan bibit.
Disebut penanaman jamur kayu secara alami, karena penanaman cara ini belum mempergunakan bibit secara buatan dan hanya mengandalka spora dari alam. Bagaimanakah kita tahu bahwa di kebun kita terdapat spora jamur.

Sesuai dengan perkembangan spora jamur yang tersebar di alam, maka penanaman jamur sisitim inipun menghendaki perlakuan secara akami. Misalnya dengan menaruh pokok-pokok kayu dibawah pohon yang rindang, agar spora menempel pada pokok kayu tersebut dan hidup disitu. 

Karena kita tidak bisa menyelekisi bibitnya, maka pada pokok-pokok kayu tersebut bisa tumbuh beraneka jenis jamur kayu, sesuai dengan syarat optimal mereka misalnya : jamur tiram, jamur kuping, jamur papan, atau jamur paying kayu.

Terpaksalah kita menyeleksi setelah spora itu tumbuh menjadi jamur-jensi mana yang akan dipilih menyesuaikan pasaran ataupun situasi/kondisi setempat.

Tekhnik penanaman

Menanam jamur secara alami, pada hakikatnya hanya mempersiapkan medianya, yaitu pokok-pokok kayu dan menyiapkan kondisi pertanaman sebaik-baiknya.

Pokok-pokok kayu yang telah dipotong-potong dikeringkan terlebih dahulu, minimal 2 bulan pada waktu cuaca cerah. Bahkan pada kayu yang sangat keras pengeringan bisa makan waktu sampai 6 bulan.

Dengan pengeringan, diharapkan agar kayu mengalami pelapukan dan tidka bertunas kembali serta mematikan jenis fungi tingkatan rendah. 

Setelah dirasa cukup masa pengeringannya, pokok kayu direndam dalam air sampai 2 hari 2 malam lalu dipindahkan ke tempat yang teduh/lembab, misalnya dipekarangan dibawah pohon.

Jangan lupa menyiram 1-2 kali sehari, tergantung kekeringan/kebasahan kayu setiap harinya.
Untuk daerah tropic seperti di Negara kita, waktu paling tepat penebangan/pemotongan kayu adalah sekitar bulan juni dan waktu pengeringannya bulan Juli-Agustus (terutama daerah P. Jawa).

Sedangkan perendaman kayu dan penempatannya di bawah pohon, diharapkan setelah musim hujan tiba. Dengan demikian kita tidak akan terlalu banyak tenaga untuk menyiram kayu tersebut.

Utnuk penempatan pokok kayu, bisa dipasang 2-3 tiang bamboo, yang diatasnya dihubungkan dengan bamboo/kayu untuk tempat berdirinya pokok kayu tersebut. 

Pokok kayu didirikan agak miring, agar tidka mudah roboh karena angina tau karena geser-geseran.

Agar pengaturan suhu dan kelembaban cukup konstan, diatas penempatan poko kayu bisa dikerodong plastic, seperti yang dikerjakan di daerah Bogor.

Sedangkan didaerah Cicurug, diatasnya adalah para-para tempat tumbuh tanaman labu siam, yang diharapkan cukup meneduhi tanaman jamur kayunya.

Sumber: Jamur Kayu, Penebar Swadaya


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:09 PM

Monday, February 23, 2015

Budidaya Tanaman Aren Tanpa Luak

Monday, February 23, 2015

Dalam proses budidaya aren ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasil dari budidaya aren tersebut mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada prisifnya langkah-langkah budidaya aren sama halnya dengan proses budidaya pada tanaman lainnya, 

budidaya aren, pohon aren, tanaman aren, cara menanam pohon aren, budidaya pohon aren;


Cuma yang membedakan ialah ukuran atau batasan-batasan yang disesuaikan dengan “keinginan”  dari tanaman yang akan kita budidayakan.

Supaya tanaman aren yang akan kita budidayakan maksimal, di bawah ini ada batasan atau aturan yang diinginkan oleh tanaman aren supya tanaman aren tumbuh berkembang dengan baik.

Tanah dan Air Yang Cocok untuk Tanaman Aren
Untuk ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman aren ialah 500-1200 m di atas permukaan laut. Biasanya pada pososo ketinggian tersebut tidak akan kekurangan air dan kemungkinan untuk tergenangpun rendah kemungkinannya.

Di beberapa daerah di wilayah Indonesia seperti, Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil lainnya. Banyak ditemukan pohon aren tumbuh dengan baik pada lereng-lereng gunung  atau tepian lembah sungai.

Tanah yang cocok untuk tumbuh pohon aren harus jenis tanah yang cukup sarang (mudah meneruskan lebihan air),  seperti tanah beranjangan yang gembur, tanah vulkanis di lereng gunung, dan tanah liat berpasir di sepanjang tepian sungai.

Iklim dan Curah Hujan Untuk Tanaman Aren
Walaupun kebanyakan pohon aren sering tumbuh di pegunungan, tetapi sebaiknya suhu yang diberada pada lingkungannya harus suhu udara yang tinggi.

Bukan suhu dingin pegunungan. Paling sedikit suhu udara itu rata-rata 25°C. Kalaupun serendah di bawah 20°C, seperti misalnya yang terjadi di pegunungan setinggi 1500 m dpl. pada waktu malam, pohon aren masih bisa hidup , tetapi kemampuan berbuah jadi lamban.

Faktor curah hujan juga sangat berpengaruh bagi tanaman aren, curah hujan yang merata sepajang tahun sangat disukai oleh tanaman aren.

Atau yang hujannya jatuh selama 7-10 bulan dalam setahun. Daerah hujan semacam ini kebanyakan berada di lereng gunung.

Air hujan ini tidak mempengaruhi aren secara langsung, melainkan lebih berpengaruh terhadap kelembapan tanah tempat tumbuhnya.

Lahan yang Baik untuk Tanaman Aren
Pohon aren akan didapati hasilnya setelah kurang lebih berumur 8-10 tahun, dengan kondisi pertumbuhan yang memakan waktu seperti itu maka sebaiknya pemilihan lahan harus betul-betul diperhatikan.

Berdasarkan syarat tumbuh tanaman aren mengenai tanah, suhu udara, curah hujan yang tidi telah diketahui, maka lahan yang bisa dipiih untuk membangun perkebunan aren sebaiknya terletak di dekat lembah sungai.

Pembibitan Tanaman Aren
Untuk mendapatkan bibit aren dalam jumlah besar, sampai ratusan, jelas kita tidak bisa mengandalkan bantuan luak saja.

Pembibitan aren akan memuaskan, kalau yang dipakai sebagai sumber benih itu buah-buah yang masak pohon saja.

Buah masak ini ini berwarna kuning dan kulitnya lunak. Buah semacam ini harus kita kuliti.
Untuk persemaian, kita bisa gunakan baki dari plastik namun harus yang memiliki tinggi tepian 20 cm supaya baki bisa diisi pasir setebal 15 cm. idealnya ukuran baki persegi panjang ini boleh 60 X 80 cm.

Kalau baki plastik tidak ada bisa menggunakan bak persemaian dari kayu atau membuat bak semen (tembok).

Para-para persemaian harus dinaungi atap peneduh terhadap sengatan matahari terik. Atap ini harus memiliki ketinggian yang cukup supaya peredaran udara dapat leluasa dan dan cahaya matahari pagi dari timur masih bisa masuk.

Media tanam  bibit sebaiknya berupa pasir kali yang bersih, yang sebelumnya sudah direbus dalam drum bersih berisi air bersih, sampai mendidih.

Dengan tujuan agar pasir ini bebas kuman dan bersih dari hama. Pasir yang sudah dingin kemudian disusun dalam bak pesemaian setebal 15 cm.

Untuk lebih jelas bagasimana tahapan lebih rincinya Anda bisa membaca buku yang berjudul BERTANA AREN, yang ditulis oleh Slamet Soeseno dan diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:25 AM

Cara Menanam Sayuran Di Halaman Rumah Supaya Berhasil

Untuk menanam sayuran di halaman rumah dengan lokasi lahan yang tidak terlalu luas memang butuh pengaturan dari segi lokasi, supaya tanaman dapat tersinari dengan cukup dan tidak terganggu oleh anggota keluarga kita (anak-anak).

cara menanam sayuran, menanam sayuran, menanam sayuran hidroponik, sayuran hidroponik, menanam sayuran di halaman rumah

Namun kelebihan berkebun atau bertanaman sayuran di halaman rumah ini kita dapat dengan mudah merawat tanaman tersebut dengan maksimal. 

Pertama-tama tanah yang akan ditanami itu harus digemburkan dahulu dengan cara dicangkul. 
Dengan pencangkulan, zat-zat beracun didalam tanah akan hilang. 

Jangan lupa, rumput-rumput atau gulma pun harus dicabut sampai ke akar. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman sayuran yang kita tanam. 

Sayuran yang kita tanam juga perlu mendapatkan makanan. Salah satu sumber makanan tanaman sayuran adalah dengan memberinya pupuk. 

Pupuk yang bisa kita gunakan untuk tanaman sayuran adalah pupuk buatan, pupuk kandang, atau pupuk kompos. Pupuk buatan dan pupuk kompos dapat kita beli ditoko-toko pertanian. 

Adapun pupuk kandang dengan mudah kita dapatkan di tempat-tempat pemeliharaan ternak.
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika bertanam sayuran adalah penyiraman. 

Tanaman sayuran jangan sampai kekeringan ataupun kelebihan air. Jika kekurangan air, tanaman sayuran akan layu dan akhirnya mati. 

Sebaliknya, jika kelebihan air, tanaman tidak dapat mengambil makanan dengan baik dari tanah. Selain itu, akar sayuran akan cepat membusuk. Hal ini terjadi akibat seranagn penyakit, terutama cendawan dan bakteri.

Sebelum menanam sayuran, kita harus menyemaikan benih terlebih dahulu. Benih yang digunakan harus tidak tercampur biji lain, tidak cacat, dan berasal dari tanaman yang sehat. 

Selain itu, benih atau biji yang digunakan juga dari buah yang sudah tua dan varietas unggul. Hal ini karena jika benih diambil dari buah yang masih muda, pertumbuhan tanaman sayuran tersebut akan jelek.
Benih yang memenuhi syarat terlebih dahulu disemaikan dipersemaian. Tempat benih disemaikan ini tidak boleh terlalu basah dan tidak terlalu kering. Ini dilakukan agar benih dapat tumbuh dengan baik.
Persemaian perlu diberi atap yang dibuat miring ke arah barat, tetapi dihadapkan ke arah timur. Dengan cara ini, sinar matahari pagi dapat masuk sebanyak mungkin ke persemaian. 

Sebaliknya sinar matahari terik pada siang hari tidak dapat masuk ke persemaian, sedangkan sinar matahari  sore masuknya sedikit.
Bibit harus dlindungi dari teriknya sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan berlebihan. 

Bibit adalah tanaman muda. Jadi, bibit belum bisa mengambil air dari dalam tanah. Untuk melindungi bibit, dapat digunakan pelepah pisang atau dedaunan. Penutup atau pelindung ini dapat dibuka setelah 5-7 hari.
Kemudian, bibit persemaian dipindahkan ke kebun. Tahap ini dinamakan penanaman. Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tdak rusak, terutama akarnya. 

Sebaiknya tanah yang akan ditanami ah cukup basah atau belum. Jika kondisi tanah kering, berilah air terlebih dahulu. 

Tanah yang kering akan menyebabkan kerusakan bibit, contohnya akan terluka.
Setelah itu, kita harus rajin merawat tanaman sayurmu. Tanaman sayur harus di rawat agar tidak terserang penyakit (bakteri, cendawan, dan virus). 

Kita uga harus memberantas serangan hama, seperti ulat, dan kutu. Untuk memberantas hama dapat digunakan pestisida. Penggunaan pestisida pun harus berhati-hati dan cermat agar tidak membahayakan kesehatan. 

Merawat tanaman dapat dilakukan juga dengan cara member pupuk, menyiram, , dan membuang rumput-rumput yang mengganggu.  bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah. 

Misalnya, jika sekarang kita menanam wortel, pada musim tanam selanjutnya kita bisa menanam bayam atau sayuran lain.

Pecinta Tanaman - 10:13 AM

Friday, February 20, 2015

Pohon Aren Dan Perkembangan Budidaya Tanaman Aren

Friday, February 20, 2015

Pohon Aren banyak tidak dikenal orang, padahal tanaman yang satu ini sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Pohon aren terkenal dengan penghasil gula dan tepung, padahal disamping itu banyak sekali manfaat tanaman aren dari mulai daun, batang, buah, bahkan pohonnya sendiri.

Pohon Aren, Budidaya Tanaman Aren, tanaman aren, budidaya aren, cara menanam pohon aren, budidaya pohon aren


Pohon aren sekarang ini sangat jarang dan sulit ditemui, salah satu faktor penyebab langkanya pohon aren ialah pertumbuhannya yang membutuhkan waktu lama untuk diambil hasilnya.

Maka tidak heran para pemilik pohon aren harus menunggu lama bahkan kurang lebih 10 tahun untuk mendapatkan hasil dari pohon aren tersebut.

Maka tidak heran bagi para petani pohon aren apabila tanaman mereka punah mereka aga kesulitan untuk mencari bibitnya lagi.

Menurut para pemilik pohon  aren di beberapa daerah di pulau Jawa, bahwa penyebaran aren yang alami tidak bisa ditentukan oleh manusia, karena pohon aren yang tumbuh alami kebanyakan tanaman tersebut tumbuh dari hasil kotoran Luak atau Musang, yang bijinya tidak hancur kemudian berkecambah dan tumbuh menjadi pohon aren.

Pohon aren, Arenga pinnata, yang dulu terkenal sebagai Arenga saccharifera, mirip pohon kelapa, Cocos nucifera. 

Namun sosoknya lebih seram, karena batangnya tidak bersih langsing tinggi semapai seperti batang kelapa, melainkan kotor penuh rambut hitam, bekas pelepah daun, atau paku-pakuan yang tumbuh “nebeng” padanya.

Namun untuk menjaga kelestarian tanaman tersebut sebetulnya kita bisa membudidayakannya, bahkan pada tahun 1978 Dinas Perkebunan Daerah Tasikmalaya sudah mulai membibitkan aren, dan hasilnya sudah disebarluaskan di kalangan para petani aren.

Dan pada tahun 1987 Dinas Perkebunan Daerah Sukabumi mengikuti jejak Tasikmalaya. Bahkan sudah puluhan ribu bibit pohon aren hasil persemaian biji di kebun pembibitannya kini pun sudah tersebar ke berbagai desa daerah setempat.

Kunci keberhasilan berkebun aren terletak pada pembibitan. Tetapi perawatan yang teratur juga memegang peranan, di samping pengambilan hasil yang bijaksana agar pohon tidak merana dan mati muda sebelum waktunya.

Permintaan pasar untuk mengekspor ijuk, gula enau, dan buah kolang-kaling makin mendorong kita untuk mengebunkan pohon ini.

Untuk selanjutnya silahkan baca Cara Budidaya Aren

Sumber: BERTANAM AREN. Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:38 AM

Hama Dan Penyakit Tanaman Tomat Dan Cara Pengendaliannya

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tomat ini ada beberapa cara diantraranya seperti di bawah ini:

Hama-hama yang penting yang sering menyerang dan merugikan tanaman tomat maupun chery adalah:

1.    Ulat buah tomat (Helicoverpa armigera Hubn).
•    Cri-ciri dan biologi:
  • Ngengat atau kupu-kupu hama ini berwarna sawo kekuning-kuningan dengan bintik-bintik serta garis berwarna hitam.
  • Telur diletakkan secara tunggal di bagian pucuk tanaman atau di sekitar bunga. Ukuran telur kecil-kecil dan berwarna kuning.
  • Larva mempunyai warna bervariasi, yakni pada waktu kecil umumnya merah tua sampai hitam, setelah agak besarmenjadi hijau, kuning kecoklat-coklatan sampai merah tua. Tubuh larva berbentuk silinder.
  • Pupa dibentuk di atas permukaan tanah.
  • Daur (siklus) hidup berlangsung selama 52-58 hari.
•    tanaman inang lainnya, karena hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).
•    Gejala serangan:
  • Larva (ulat ) melubangi buat ypmata ataupun chery, sehingga menjadi busuk dna jatuh ke tanah.
  • Kadang-kadang larva menyerang pucuk tanaman dan melubangai percabangan.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi, antara lain secara kultur teknis yaitu dengan menjaga kebersihan kebun (sanitasi) dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang biasanya dijadikan sarang hama.
  • Kimiawi, dengan penyemprotan insektisida seperti Orthene 75 SP (1 gr/liter air), Hostathion 40 EC 1-2 cc/lt air) atau Dipel WP (2-3 gr/lt air.)
2.    Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)
•    Ciri-ciri dan biologi hama:
  • Ngengat atau kupu-kupu berwarna coklat tua dengan beberapa titik putih bergaris-garis.
  • Telur berukuran kecil, bentuknya bulat bergaris tengah 0,5 mm,diletakkan secara tunggal atau berkelompok pada tanaman muda dan rumput liar (gulma)
  • Larva (ulat) berwarna coklat sampai hitam, ukuran panjang mencapai 4-5 cm, aktif pada senja dan malam hari; pada siang hari bersembunyi di bawah permukaan tanah.
  • Daur (siklus) hidup berlangsung selama 46-71 hari.
•    Tanaman inang: berbagai jenis sayuran muda sperti kentang, kubis, cabai dan lain-lain;karena sifatnya sebagai pemangsa segala jenis tanaman (polibag).
•    Gejala serangan:
  • Terpotongnya tanaman muda pada bagian pangkal batang, sehingga tanaman menjadi roboh.
  • Kerusakan yang lebih parah dapat mengakibatkan kerugian yang berarti;yaitu matinya tanaman muda.
•    Pengendalian:

  • Non kimiawi, yakni secara mekanis (mengumpulkan dan membunuh ulat), dan secara kultur teknis yakni dengan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan liar (gulma).
  • Kimia, dengan umpan beracun Dipterex 95 SL 125-250 gr + dedak 10 kg + gula merah 0,5 -1,0 kg + 10 lt air dicampur merata cukup untuk lahan seluas 0,25-0,50 hektar, dipasang pada senja dan malam hari disekeliling tanaman, dan juga disemprot insektisida efektif serta Hostathion 40 EC (1-2 cc/lt) atau Dursban 20 EC (1-2 cc/lt).
3.    Kutu kebul (Bemisia tabaci Genn)
•    Ciri-ciri dan biologi hama:
  • Serangga dewasa berwarna putih dengan sayap jernih, ditutup lapisan lilin yang bertepung.ukuran tubuh serangga berkisar antara 1-1,5 mm.
  • Telur berwarna kuning terang, diletakkan pada permukaan daun bagian bawah.
  • Daur(siklus) hidup dari telur sampai serangga dewasa berlangsung selama 25 hari.
  • Serangga dewasa biasanya hidup berkelompok dalam jumlah yang banyak, dan bila tersentuh akan beterbangan seperti kabut, sehingga disebutlah “kebul putih”.
•    Tanaman inangnya: tomat, kentang, terung, tembakau, mentimun dan lain-lain.
•    Gejala serangan:
  • Terhambatnya pertumbuhan pucuk atau daun, karena kutu kebun mengisap cairan sel daun dan ekskresinya menghasilkan “embun madu” yang menjadi medium tumbuhnya “embun jelaga”.
  • Kutu ini berfungsi sebagai vector penyakit virus.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi, dengan melakukan pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang kutu kebul.
  • Kimiawi, disemprot insektisida efektif seperti Mesurol 50 WP 2 cc/lt atau Bayrusil 25 EC 2 cc/lt.

Hama tanaman tomat, Penyakit Tanaman Tomat,  penyakit pada tanaman tomat, tanaman tomat, tomat

Pengendalian penyakit pada tanaman tomat

Penyakit penting pada tanaman tomatdan chery adalah:
1.    Busuk daun
•    Penyebabnya adalah cendawan Phytophthora infestans Montde Barry.
•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit:
  • Berkembang dengan baik pada musim hujan
  • Kondisi lingkungan lembab (rH di atas 90%) dan suhu udara sekitar 20°C.
  • Tanaman inang terpenting selain tomat adalah kentang.
•    Gejala serangan:
  • Gejala awal berupa bercak kebasah-kebasahan pada bagian tepi atau tengah daun, kemudian bercak melebar sehingga terbentuk daerah nekrotik yang berwarna coklat.
  • Bercak dikelilingi oleh massa spongaria yang berwarna putih dengan lalat belakang hijau kelabu.
  • Pada serangan lebih lanjut, penyakit ini dapat menyebar ke bagian batang, tangkai dan buah tomat ataupun cherry.
  • Penyakit ini menyerang hebat di dataran tinggi, menyebabkan bagian yang diserang menjadi kering atau busuk.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi, antara lain dengan mengatur waktu tanam dimusim kemarau dan pergiliran (rotasi) tanaman dengan jenis yang bukan inang penyakit busuk daun.
  • Kimiawi, disemprot fungisida yang efektif seperti Difolatan 4 F atau Dithane M-45 0,2%.
2.    Layu bakteri
•    Penyebabnya adalah bakteri pseudomonas solanacearum E.F Smith.
•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit:
  • Keadaan temperature yang tinggi antara 35°-37°C, dan kelembaban yang tinggi pula dia atas 80%.
  • Penyabaran penyakit dapat melalui biji, serangga, nematode, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, air (irigasi), manusia dan alat-alat pertanian.
  • Bakteri dapat hidup lama dalam tanah, terutama di tanah yang suhunya agak tinggi pada waktu banyak hujan.
  • Tanaman inang: tomat, kentang, cabai, terung, dan family Solanaceae lainnya.
•    Gejala serangan:
  • Gejala awal ditandai dengan layunya daun muda atau menguningnya daun-daun tua.
  •  Kelayuan semua daun-daun muda (pucuk) terjadi sekonyong-konyong, sehingga menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian.
  •  Gejala khas dapat diamati pada potongan batang yang sakit, tampak berkas pembuluhnya berwarna coklat. Bila potongan batang tersebut dimasukkan ke dalam gelas bening berisi air bersih(jernih) setelah ditunggu beberapa menit akan keluar massa lendir (slime) berwarna coklat susu.
  • Pada tingkat serangan berat dapat mengakibatkan kehilangan hasil panen tomat ataupun cherry antara 10%-42%, bahkan bisa melonjak hingga 93,1%.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi, dengan menanam varietas yang tahan seperti Intan, Ratna, AV-15, New King Kong dan AV-22;menggunakan benih atau bahan tanaman yang sehat dan manajemen lahan (rotasi tanaman). Disamping itu, dapat dilakukan pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular, dan menghindari keadaan tanah tidak becek (menggenang).
  • Kimiawi, dengan cara menyiramkan 10 ml larutan dari 35 gram umbi bawang putih hasil blender/75 ml air steril atau membenamkan 6 gram umbi bawang putih ke sekitar daerah akar tanaman tomat ataupun cherry. Dapat pula disemprot bakterisida Agrymicin 15/1,5 WP,pada konsentrasi formulasi 200 ppm.
3.    Layu Fusarium
•    Penyebabnya adalah cendawan Fusarium oxysporum f.sp.lycopersici (Sacc).
•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit:
  • Suhu tanah tinggi, antara 21°C-33°C dan suhu optimum 28°C; serta kelembaban tanah tinggi.
  • Menyerang hebat pada tanah-tanah yang mengandung banyak Nitrogen,tetapi  miskin unsure Kalium.
  • Tanaman inang: tomat dan kentang, serta tanaman dari Famili Solanaceae lainnya.
•    Gejala serangan:
  •  Gejala awal ditandai pucatnya tulang-tulang daun, terutama daun-daun sebelah atas.
  • Lambat laun tangkai daun meruduk, dan akhirnya tanaman menjadi layu secara keluruhan.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi merana dan kerdil, bahkan bila menyerang tanaman yang masih muda dapat menyebabkan kematian secara mendadak.
  • Bila pangkal batang atau bagain tanaman yang sakit dipotong, tampak gejala khas adanya cincin coklat dari berkas pembuluh, dan jika direndam dalam gelas berisi air jernih hanya tampak warna bening sampai keruh saja.
•    Pengendalian:
  • Non ki iawi,antara lain dengan menerapkan pola pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan sefamili, menggunakan benih ataun bibit yang sehat, mencabut tanaman yang sakit agar tidka menular, dan menggunakan MPHP untuk meningkatkan suhu tanah.
  • Kimiawi, dengan cara mencelupkan akar bibit tomat ataupun cherry ke dalam larutan fungisida Benomyl 1.000 ppm sebelum tanam.
4.    Bercak coklat pada daun
•    Penyebabnya adalah cendawan Alternaria solani ELL & martin.
•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit:
  •  Keadaan suhu tinggi antara 28°C-30°C dan lembab, sehingga sering terjadi serangan berat pada bulan Mei-Agustus.
  • Tanaman inang diantaranya kentang, terung, dan cabai.
•    Gejala serangan:
  • Gejala awal beruap bercak kecil pada daun-daun bawah, kemudian bercak berkembang mencapai diameter 15 mm.
  •  Ciri khas serangan Alternaria adalah bercak berwarna coklat dengan lingkaran-lingkaran konsentris (sepusat).Massa konidia cendawan berwarna kelabu sampai hitam, terlihat diatas lingkaran-lingkaran konsentris tersebut.
  • Pada tingkat serangan cukup berat dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 20%-40%.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi,melakukan pergiliran (rotasi) tanaman, perlakuan benih direndam dalam air hangat 55°-60°C selama 15-30 menit, dan menjaga kebersihan (sanitasi) kebun.
  • Kimiawi, disemprot dengan fungisida yang efektif, seperti Brestan 60 72 WP, Dithane M-45, Daconil 75 WP, Difolatan 4 F, atau Zincofol 60 WP 2 gram bahan aktif/liter air.
5.    Rebah kecambah dan bususk akar
•    Penyebabnya adalah cendawan Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit:
  • Keadaan tanah lembab, terutama dimusim hujan.
  • Tanaman inang: tomat, cabai, terung, kubis dan tembakau.
•    Gejala serangan:
  • Batang diatas tanah berair dan memar
  • Tanaman terkulai dan akhirnya mati
  • Bilsa serangan tidak  parah dan tanaman sembuh kembali, maka batang di sekitar luka akan mengeras seperti kawat.
  • Pertumbuhan tanaman terhambat, dan umumnya menyerang bibit di pesemaian.
•    Pengendalian:
  • Non kimiawi, denagn merendam benih dalam air panas 55°-50°C selama 15-30 menit, dan sterilisasi media semai dikukus dalam drum pada temperature 132°C selama 30-60 menit, atau dengan perlakuan Basamid G-40-60gr/m².
  • Kimiawi, melakukan sterilisasi media ataupun tanah dengan Basamid- G-40-60 gram/m².
6.    Virus
•    Jenis virus yang ditemukan di Indonesia antara lain Tobacco Mosaic Virus (TMV), Potato Virus Y (PVY), Cucumber Mosaic Virus (CMV), potato Virus X (PVX), Tobacco Ring Spot Virus (TRSV), dan Tomato Yellow Net Virus (TYNV).

•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit virus terutama  tanaman inang seperti kentang, tembakau, dan mentimun, disamping itu peranan vector kutu daun (Aphid sp.). seperti Aphis gossypii dan Myzus persicae.

•    Gejala serangan: pada umumnya pucuk menguning (mosaic), urat daun pucat, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Kehilangan hasil akibat TMV di Indonesia berkisar antara 0,2%-49%, di Jepang antara 20%-50%, dan di India mencapai 92,5% oleh serangan Tomato Leaf Curl virus (TLCV).

•    Pengendalian:
  • Menggunakan benih atau bibit yang sehat dan bebas virus.
  • Mencabut tanaman yang diduga terserang virus.
  •  Memberantas vector-vektor virus dengan semprotan insektisida.
7.    Bintil akar
•    Penyebabnya adalah nematode Meloidogyne spp.

•    Factor-faktor yang mempengaruhi penyakit adalah pupuk kandang yang mengandung nematode, dan adanya tanaman inang sepanjang tahun, misalnya kentang serta family Solanaceae lainnya.

•    Gejala serangan yang dapat diamati adalah pada akar tanaman terdapat puru atau bisul (bintil) yang bentuknya bulat sampai memanjang. Pada serangan berat, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan daun layu bila cuaca kering.
Sumber: Tomat & Cherry, Penerbit: KANISIUS

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:12 AM

Tuesday, February 17, 2015

Tanaman Buah, Hias, Sayuran, Bunga Dalam Pot Berkembang Baik

Tuesday, February 17, 2015

Sampai saat ini masih ada orang yang berpendapat bahwa bertanam dalam pot terbatas pada jenis tanaman hias, terutama yang kecil-kecil sebagaimana lazimnya sering kita lihat dirumah-rumah penduduk. 

Pendapat demikian menimbulkan anggapan bahwa yang bisa ditanam dalam pot hanyalah tanaman hias yang kecil-kecil. 

tanaman buah dalam pot, tanaman hias dalam pot, tanaman sayuran dalam pot, tanaman dalam pot, tanaman bunga dalam pot;

Bahkan banyak orang memandang tanaman dalam pot identik dengan tanaman hias.padahal tentu tidak selamanya demikian. 

Tanaman dalam pot tidak terbatas pada jenis tanaman hias daun dan bunga, tetapi dapat juga macam-macam sayuran dan buah-buahan, serta jenis tanaman lainnya.
Semua jenis tanaman  pada hakekatnya dapat ditanam dalam pot, termasuk jensi tanaman keras yang berbatang besar seperti mangga, jeruk, jambu, kelapa, dan lain-lain. 

Sudah barang tentu tanaman yang tumbuh di dalam pot umumnya kerdil dan tidak normal sebagaimana tumbuh dialam bebas. Sebab utamanya adalah media tumbuh dalam pot jauh lebih sempit dari pada media dialam bebas.
Karena tanaman yang tumbuh didalam pot bentuknya kerdil maka ada pendapat bahwa tanaman dalam pot sama dengan  bonsai, yaitu seni mengkerdilkan tanaman. 

Padahal tanaman dalam pot jauh berbeda dengan bonsai, meskipun tanaman dalam pot tubuhnya kerdil.
Seperti kita ketahui bahwa bonsai adalah seni megkerdilkan tanaman. Seni ini berasal dari jepang. Tanaman yang  dikerdilkan menajdi bonsai tumbuh di alam bebas serta memiliki sifat-sifat sebagaimana pertumbuhan aslinya. 

Karena unsur kesengajaan, maka bentuk tanamannya menajdi kerdil. Untuk menciptakan bonsai diperlukan pengetahuan dan keterampilan tersendiri.  

Misalnya, untuk memperoleh bentuk bonsai yang indah seniman bonsai harus mengikuti rumus-rumus tertentu. 

Dan untuk manghasilkan satu bonsai saja seorang seniman kadang-kadang membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun.
Bertanam dalam pot jauh lebih sederhana daripda bertanam bonsai bertujuan untuk memperoleh tanaman kerdil dalam bentuk yang indah, maka bertanam dalam pot bertujuan memperoleh hasil berupa daun, bunga atau buah yang hasilnya dapat langsung dinikmati. 

Misalnya, kita menanam belimbing dalam pot dan berbuah besar serat lebat sudah tentu akan tampak indah. Kita bisa menikmati keindahan tanaman belimbing tersebut kemudian menikmati pula buahnya yang sudah masak.
Keuntungan Bertanam Dalam Pot:
  • Tidak memerlukan lahan atau areal khusus yang khas.
  • Pot dan tanamannya dapat ditaruh dimana saja, baik diluar maupun didalam rumah.
  • Karena didalam pot maka tanaman dapat dipindah-pindahkan dengan mudah dan cepat serta tidak perlu melakukan pembongkaran atau penanaman kembali.
  • Dapat melakukan pengamatan khusu secara mudah.
  • Penanaman dan pemeliharaannya lebih sederhana dan mudah sehingga tdak diperluakn keterangan khusus
  • Selain manambah keindahan juga dapat dinikmati hasilnya.

Tumbuhan yang dapat ditanam dalam pot dapat dibedakkan dalam  4 jenis, yaitu:
  • Macam-macam tanaman hias daun dan bunga
  • Macam-macam tanaman sayuran
  • Macam-macam tanaman buah-buahan
  • Macam-macam tanaman lain termasuk tanaman obat-obatan.
Dari keempat jenis tanaman diatas yang paling banyak di tanam didalam pot adalah tanaman hias, baik daun maupun bunga. Jumlah tanaman hias ada ribuan, bahkan mungkin varietasnya ada puluhan ribu.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:46 PM

Cara Menanam Lengkeng Supaya Berbuah Lebat

Tanaman lengkeng akan lebih cocok ditanaman di areal tanah yang memiliki ketinggian 300-900 meter di atas permukaan laut.


cara menanam lengkeng, budidaya lengkeng, buah lengkeng, manfaat buah lengkeng, bibit lengkeng;


Tanaman lengkeng akan tumbuh dengan baik apabila tanah tersebut gembur dengan lapisan tanah yang tebal dan dapat mengikat air dengan baik, terutama di waktu musim hujan supaya dada musim kemarau tanah masih cukup basah.
 
Tanaman lengkeng tumbuh di daerah dengan curah hujan yang cukup dan kelembapan di atas sedang. 

Di daerah kering sering ditemukan tanaman lengkeng berbuah tidak teratur.
 
Tanaman lengkeng biasanya berbunga sekitar bulan Agustus dan September. Sedangkan musim berbuahnya sekitar bulan Januari dan Februari. Namun ada juga tanaman lengkeng yang berbuah di luar musim yang lazim.
 
Saat masaknya buah, dihitung dari saat perbungaan, adalah sekitar 4-5 bulan. Sekitar 2-3 bulan setelah perbungaan, lengkeng harus mulai dijaga dari ancaman binatang pemakan buah.
 
Saat ini ditandai dengan mulai tumbuhnya lapisan daging buah dan biji lengkeng mulai berwarna kuning kecokelatan.
 
Lengkeng tidak menyenangi tanah yang permukaan air tanahnya kurang dari 50 cm. wilayah yang cocok untuk tanaman lengkeng  mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Tanahnya subur, gembur, dan lapisan tanah sedikit kehitaman.
  • Tanah tidak becek pada musim hujan, serta tidak kering dan retak-retak di musim kemarau.
  • Curah hujan cukup tinggi dan udara lembab.
  • Suhu siang hari rata-rata tidak sampai di atas 30°C  
  • Sinar matahari cukup.  
Apabila tanaman lengkeng ditanam didaerah yang memenuhi syarat seperti diatas, tanaman lengkeng akan mudah tumbuh berkembang dan menghasilkan buah yang lebat.
 
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:01 PM

Monday, February 16, 2015

Resep Minuman Segar Sari buah kombinasi sirsak & Es Campur

Monday, February 16, 2015

Resep Minuman Segar Sari buah kombinasi sirsak
Sari buah kombinasi sirsak berarti ada kombinasi buah sirsak denagn buah lain. Berikut resep membuat sari buah kombinasi antara sirsak dan anggur.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sari buah kombinasi sirsak, antara lain sebagai berikut.

-    300 g sirsak yang sudah dibuang bijinya
-    200 cc air jeruk manis
-    150 g anggur
-    Pecahan es batu secukupnya.

Cara membuat:
-    Cuci bersih sirsak dan anggur
-    Belah anggur, lalu buang bijinya
-    Masukkan semua bahan, kecuali es batu ke dalam blender, lalu nyalakan.
-    Matikan blender setelah ± 3menit
-    Tuangkan sari buah tersebut ke dalam gelas.
-    Sari buah kombinasi sirsak siap untuk dinikmati.


Resep Minuman Segar, Sari buah kombinasi sirsak, Es Campur, Resep Minuman Segar Sari buah kombinasi sirsak



Resep Minuman Segar Sari  buah campur
Sari buah campur adalah minuman campuran dari bauh-buah seperti nanas, air jeruk manis, wortel, santan, dan madu.Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

-    150 g nanas.
-    150 cc air jeruk manis
-    100 g wortel
-    100 cc santan
-    2 sdm madu
-    Pecahan es batu secukupnya.

Cara membuat:
-    Kupas kulit nanas dan wortel, cuci bersih lalu potong-potong.
-    Masukkan semua bahan kecuali es batu ke dalam blender, lalu nyalakan.
-    Matikan blender setelah ± 3menit.
-    Tuangkan sari buah ke dalam gelas, lalu masukkan es batu.
-    Minuman sari buah campur siap untuk dinikmati.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:39 PM

Cara Budidaya Tanaman Lengkeng

Budidaya Tanaman Lengkeng Dengan Cara Mencangkok

Untuk memperbanyak tanaman lengkeng atau budidaya lengkeng, kita bisa melakukan pencangkokan pada tanaman lengkeng. 

Sperti halnya pencangkokan pada tanaman lain tahapan pencangkokan pada tanaman lengkeng tidak jauh berbeda tahapannya.

Untuk lebih jelas bagaimana cara pencangkokan tanaman lengkeng bisa dilihat susunannya di bawah ini:

Pertama-tama Pilih bagian cabang atau ranting lengken dengan ukuran cabang yang sedang tidak terlalu kecil, tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda.

Kupas kulit cabang tersebut sepanjang 10 cm, kemudian kerok bagian yang berlendir hingga bersih. 

Kulit cabang disayat memakai pisau yang bersih dan tajam, setelah kulit terkelupas sebaiknya dibiarkan terbuka selama satua atau dua hari.

Kemudian sediakan tanah yang subur, gembur, berhumus untuk mencangkok, tentunya harus bebas dari hama dan penyakit.

Campurkan tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 3 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kompos.

Untuk pembungkus, gunakan ijuk, karung bekas, serabut kelapa, dan semacamnya. Pembungkusan dilakukan setelah satu atau dua hari sejak pengelupasan cabang. Setelah beberapa bulan akan timbul akar dari bagian cangkok tersebut.

Cara Budidaya Tanaman Lengkeng, budidaya lengkeng, cara menanam lengkeng, manfaat buah lengkeng, bibit lengkeng


Cara menanam cangkokan lengkeng di keranjang
Setelah akan menyembul keluar, potonglah cangkokan secara hatai-hatibisa memakai gergaji, kemudian bersihkan cabang lengkeng hasil cangkokan tersebut dari ranting-ranting, dan daun-daun pun harus dipangkas sebagian untuk mengurangi penguapan.

Sebelum dipindahkan pada lahan penanaman, simpan terlebih dahulu pada sebuah keranjang. Isislah keranjang dengan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 3 : 1.

Buka pembungkus cangkokan dengan hati-hati supaya akar yang baru tidak patah, kemudian tanamlah cangkokan dalam keranjang bibit yang besarnya disesuaikan dengan besarnya cangkokan. Kemudian taro di temapat yang teduh dan aman.

Walaupun masih ditanam dalam keranjang sebaiknya tanaman lengkeng tersebut diberi pupuk dan disiram, pemupukan dilakukan dengan menyemprotkan pupuk daun yang bisa merangsang pertumbuhan vegetative. Pemupukan dilakukan 7 atau 10 hari sekali.

Cara menanam cangkokan lengkeng pada lahan tanam
Musim tanam yang baik yaitu awal musim hujan, cangkokan dipindahkan ke areal penanaman yang telah dipersiapkan.

Selanjut setelah cangkokan lengkeng ditanam topang dengan tiga tiang dari belahan bamboo, dengan tujuan agar tidak ambruk saat tertiup angin, untuk perawatan selanjutnya perlakukan seperti tanaman yang baru ditanam pada umumnya.

Sumber: Petunjuk Praktis Menanam Lengkeng, Penerbit: Nuansa


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:08 PM

Manfaat Dan Pengertian Tanah Gambut

Di Indonesia daerah sebaran gambut terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya dengan ketebalan lapisan antara 30 cm hingga 10 meter. 

Manfaat tanah gambut, Pengertian Tanah Gambut, ciri ciri tanah gambut, jenis tanah gambut, tanah gambut

Pengertian Tanah Gambut

Pengertian tanah gambut: Gambut merupakan kerak bumi yang  terdiri dari lapisan pelapukan sisa-sisa tanaman prasejarah yang umurnya sudah jutaan tahun. Penyebarannya  terdapat disepajang dataran pantai di daerah rawa-rawa atau air payau.

Di antara negara-negara yang memiliki gambut, Indonesia yang luas sebaran gambutnya mencapai 26 juta hektar (pada tahun 1995), termasuk negara terbesar nomor empat di dunia.

Manfaat Tanah Gambut
Manfaat tanah gambut sangat besar manfaatnya dalam bidang pertania dan energy.
Tanah gambut dapat menambah areal lahan pertanian yang selalu menjadi ciut karena tersita oleh keperluan pemukiman penduduk dan kawasan industri.

Hasil produksi pertanian di lahan gambut melebihi hasil rata-rata produksi nasional, terutama tanaman kedelai, jagung, singkong, ubi jalar, tomat, terong, bayam, sawi, kangkung, jahe, melon, semangka, nanas, sagu, padi dan kelapa.

Sehingga diharapkan hasil produksi pertanian di lahan gambut ini dapat mengisi kekurangan beberapa produksi pertanian nasional menuju swasembada aneka ragam hasil pertanian.

Begitu juga dalam penyemaian bibit pepohonan di tanah gambut lebih cepat pertumbuhannya dari pada di tanah biasa dan selain itu, bibit-bibit yang disemai di lapisan tanah gambut sosoknya lebih kuat.

Hal ini akan membantu mempercepat peremajaan hutan yang dianjurkan oleh pemerintah.
Dalam bidang energy, bahan gambut dapat diolah menjadi briket yang berfungsi sebagai kayu abakar.

Menurut hasil penelitian diketahui bahwa mutu gambut Indonesia sangat baik sebagai bahan bakar . ini disebabkan kandungan abu gambut Indonesia rendah, sedangkan nilai kalorinya tinggi.

Kandungan abu yang rendah dapat menghemat biaya, juga tidak mengotori lingkungan. Sebagai perbandingan ialah kandungan abu gambut Indonesia kurang dari 1%, sedangkan kandungan abu gambut dari Finlandia adalah 6%.

Bahan gambut dapat diolah menjadi tenaga listrik untuk pedesaan yang tidak terjangkau oleh PLN  dan untuk pabrik-pabrik bagi keperluan aneka macam industri.

Pupuk yang berasal dari bahan gambut dapat dijadikan komoditi ekspor karena sangat diminati dunia internasional.

Sumber: Memanfaatkan Tanah Gambut, Penerbit: Dewi Kwan Indah

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 4:46 PM

Friday, February 13, 2015

Botani Jambu Mete atau Mede ciri ciri Dan Pertumbuhannya

Friday, February 13, 2015

Tanaman jambu mete (anacardium occidentale Linn) berasal dari Brasil dan termasuk dalam familia Anacardiceae yang meliputi 60 genus dan 400 spesies, baik dalam bentuk pohon maupun perdu.

Klasifikasi jambu mete dslam taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut:
Divisi    : magnoliophyta
Kelas    : magnoliopsida
Ordo    : Sapindales
Family     : Anacardiaceae
Genus : anacardium
Spesies: anacardium occidentale Linn

Botani  Jambu Mete, jambu Mede, ciri ciri jambu mede, Pertumbuhan jambu mede, budidaya jambu mede, budidaya jambu mete


Jambu mete mempunyai puluhan varietas, di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan, dan hijau.

Tanaman jambu mete terdiri dari bagian-bagian vegetative dan generative. Bagian vegetative tanaman jambu mete terdiri dari akar, batang, dan daun sedangkan bagian generative terdiri dari bunga, buah, dan biji.

Tanaman jambu mete mulai berbunga pada umur 3-5 tahun. Bunga jambu mete berukuran kecil, beraroma harum, dan berjumlah sangat banyak. 

Termasuk bunga majemuk yang berbentuk malai dan bremunculan di ujung ranting. Pada satu malai terdiri dari bunga jantan dan bunga hemafrodit (berkelamin dua). Bunga hemafrodit lebih besar ukurannya dari bunga jantan. 

Baik bunga jantan maupun bunga hemafrodit masing-masing memiliki benang sari sebanyak 8-11 buah. Namun, benang sari yang subur hanya 1-2 buah dan selebihnya steril. Kedua jensi bunga tersebut juga mempunyai bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik. 

Akan tetapi, putik bunga jantan mengalami rudimenter heermafrodit dan yang dibuahi hanya 85%. 

Dari sekian banyak bunga yang dibuahi, hanya 4-6% yang dapat bertahan hingga matang dan bunga lainnya berguguran pada berbegai tingkat umur.

Buah jambu mete terdiri dari dua bagian, yaitu buah semu yang mirip jambu air dan buah sejati yang bern=bentuk ginjal. 

Bagian buah semu sebenarnya adalah tangkai buah yang membesar seolah-olah daging buah normal. Oleh karena itu, bagian ini disebut buah semu. 

Daging buah tebal, banyak mengandung air, berserabut, berkulit tipis, dan rasanya sepat. Bobotnya 5-16 kali dari bobot buah sejati dan kaya akan vitamin C.

Buah sejati (biji) merupakan hasil utama tanaman mete. Ukuran biji mete Indonesia panjangnya antara 2,0-3,5 cm, lebar 1,5-2,5 cm dan tebalnya 1,0-2,5 cm. 

Di india dan Brazil panjangnya rata-rata 2,5-4,0 cm dan lebarnya 2,0-3,5 cm. biji mete ini juga dikenal denagn istilah gelondongan mete (biji mete yang telah dikeluarkan dari buah semu dan keadaannya kering.

Gelondongan mete terdiri dari kacang mete berbelah dua yang dibalut oleh kulit arid an dilindungi oleh kulit yang keras berwarna keabu-abuan dan kusam. Kulit biji mete terdiri dari tiga lapisan. 

Lapisan paling luar keras dan liat disebut epikarp.lapisan berikutnya yang berbentuk seperti sarang tawon yang mengandung minyak kental bernama minyak laka/cashew nut shell liquid (CNSL) disebut mesokarp. Lapisan ketiga keras dan disebut endocarp.

Tanaman jambu mete mempunyai beberapa sifat, diantaranya:
  • Umur tanaman jambu mete mencapai lebih dari 30 th, denagn ketinggian mencapai 10-12 m.
  • Perakarannya sangat ektensif dan peka terhadap genangan air (keadaan anaerob), sehingga harus dibuat drainase.
  • Pertumbuhan akar tunggangnya dominan dan dapat mencapai lebih dari 9 m, secara bertahap akar tunggang akan berkurang. Akar lateral (panjang bisa lebih dari 4,5 m), yang akan lebih menonjol.
  • Tanaman jambu mete tidak menyukai naungan. Bunga-bunga terbentuk pada permukaan tajuk dan hanya bunga-bunga yang mendapat intensitas sinar matahari yang cukup, dapat berkembang menjadi buah yang baik.

Tanaman jambu mete merupakan komoditi yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. 

Selain itu, biji mete (kacang mete) dapat digoreng dan menjadi makanan bergizi tinggi. 

Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan selai jambu mete.

Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna cokelat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam.

Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur ata obat sariawan. 

Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok  untuk bahan perekat kuku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai anti ngengat yang serng menggerogoti buku. 

Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 9:50 AM

Thursday, February 12, 2015

Resep Minuman Segar Sari Buah Jagung Dan Buah Pancarasa

Thursday, February 12, 2015

Resep Minuman Segar Sari Buah Jagung

Pembuatan sari buah jagung belum popular dikalangan kita karena  bau dari jagung masih begitu terasa.

Oleh karena itu, dalam pembuatan sari  buah jagung banyak  dicampur dengan bahan  makanan lain, seperti susu cair dan sirop vanili.

Bahan –bahan yang  diperlukan untuk membuat sari buah jagung, antara lain sebagai berikut:


-    2 buah jagung manis
-    400 cc susu cair
-    1 sdm sirop vanili
-    Es batu secukupnya

Cara membuat:

-    Cuci bersih jagung lalu serut dengan  bantuan pisau
-    Masukkan jagung, susu, dan sirop ke dalam blender,lalu nyalakan.
-    Matikan blender setelah ± 3menit
-    Tuangkan sari buah tersebut ke dalam gelas.
-    Masukkan es batu.
-    Sari buah jagung siap dinikmati.

Resep Minuman Segar, Sari Buah Jagung, sari Buah Pancarasa, resep minuman segar buah



Resep Minuman Segar Sari Buah Pancarasa

Mengapa disebut sari buah pancarasa? Panca berarti lima. Jadi, pancarasa adalah lima rasa.

Dimanakah demikian karena sari buah ini terbuat dari lima jenis buah yang berbeda, yaitu wortel, apel, melon, semangka, dan jeruk manis.

Dapatkah kalian membayangkannya? Pasti sangat nikmat.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sari buah pancarasa, antara lain sebagai berikut:

-    100 g wortel
-    150 g melon
-    150 g apel
-    150 g semangka
-    1 buah jeruk manis

Cara membuat:

-    Peras jeruk manis dan sisihkan.
-    Cuci bersih semua buah, kupas dahulu bila perlu, kemudian potong-potong.
-    Masukkan semua bahan, kecuali air jeruk ke dalam blender, lalu nyalakan.
-    Matikan blender setelah ± 3manit
-    Siapkan gelas dan letakkan saringan diatasnya.
-    Tuangkan sari buah ke dalam gelas
-    Campurkan air jeruk dengan jus dan aduk jadi satu.
-    Sari buah pancarasa siap untuk dinikmati.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:42 AM

Taksonomi Dan Morfologi Tanaman Tomat Dan Cherry

Taksonomi Tanaman Tomat

Kedudukan tanaman tomat dan buah cherry dalam sistematika (tata nama) tumbuhan, diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisio  :  Spermatophyta
Sub division  :  Angiosperma
Klas  :  Dicotyledonae
Sub Klas  :  Metachlamidae
Ordo  :  Tubiflorae
Family  :  Solanaceae
Genus  :  Lycopersicume
Spesies  :  Lycopersicum esculentum Mill

Taksonomi tanaman tomat, Morfologi Tanaman Tomat,  buah Cherry, budidaya tomat, cara menanam tomat


Tanaman tomat masih satu keluarga dengan kentang (Solanum tubersoum L.), terung (S. melongena L.), ranti atau leunca (S. nigrum L.), takokak (S. torvum sp.).

Spesies lain dari tanaman tomat cukup banyak, diantaranya adalah cherry (L. cerasiforme),  tomat ranti atau renggeum (L. pimpinellifolium), dan juga L. peruvianum, L. glandulosum, L. hirsutum, dan L. chilense yang umumnya disebut tomat liar.

Sumber daya (plasma nutfah) tanaman tomat liar penting artinya dalam pemuliaan tanaman, karena memiliki kelenbihan dalam hal ketahanannya terhadap penyakit tertentu.

Tomat ranti (L. pimpinellifolium) tahan terhadap penyakit layu cendawan Fusarium oxysporum f. lycopersici, layu bakteri P seudomonas Solanacearum E.F. Smit, dan virus TMV.

Tomat cherry tahan terhadap penyakit busuk daun oleh Phitopthora infestans, dan bercak daun (Altenaria solani).

Morfologi Tanaman Tomat

Tomat dan cherry merupakan taman setahun (annual) atau tahunan (perennial) yang berumur pendek, tetapi umumnya tumbuh setahun berbentuk perdu.

Tinggi tanaman dapat mencapai 2 – 3 meter atau lebih, mempunyai batang yang lunak dan bulat.
Batang tanaman sewaktu masih muda mudah patah, sedangkan setelah tua menjadi keras hampir berkayu, dan seluruh perkukaan batangnya berbulu halus serta bercabang lebat.

Daun tomat umumnya lebar-lebar, bersirip dan berbulu, panjangnya antara 20-30 cm atau lebih, lebar sekitar 15-20 cm, dan biasanya tumbuh dekat ujung dahan (cabang). Tangkai daun bulat panjang sekitar  7-10 cm dan tebalnya antara 0,3-0,5 cm.

Bunga tanaman tomat tersusun dalam rangkaian bunga yang jumlah kuntum bunganya beragam antara varietas.

Kuntum bunga tomat terdiri atas 5 daun kelopak dan 5 helai mahkota, memiliki bakal buah, kepala putik, tangkai putik serta benang sari.

Serbuk sari terdapat terdapat dalam kantong sari, dan letaknya seakan-akan menjadi satu sehingga membentuk bumbung yang mengelilingi tangkai kepala putik (stylus).

Sebagian besar bunga tomat menyerbuk sendiri, tetapi mudah juga dilakukan persilangan.

Buah tomat umumnya berbentuk bulat atau bulat pipih, oval dengan ukuran panjang 4-7 cm, diameter 3-8 cm bahkan buah tomat cherry ukurannya kecil-kecil.

Struktur buah tomat dan  cherry berada di atas tangkai buah, kulitnya tipis, halus, dan bila sudah masak berwarna merah muda, merah, dan juga kuning.

Sumber: Tomat & Cherry, Penerbit Kanisius

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 9:46 AM

Wednesday, February 11, 2015

Pengertian Jamur Manfaat Dan Jenisnya

Wednesday, February 11, 2015

Jamur dalam kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan karena banyak fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan manusia, bahkan kita sering mengalami pakaian dan makanan kita terkena jamur.

Pengertian Jamur, Manfaat jamur, jamur kuping, jamur, pengertian jamur tiram, jamur tiram


Jamur dalam arti luas, disebut Cendawan (Bahasa Indonesia) atau Fungi (dalam istilah Botani) yang mempunyai ratusan ribu jenis/varietas.

Jamur adalah tumbuhan berinti, berspora, tidak berklorofil, berupa sel satu atau benang-benang bercabang. 

Melalui dinding dari selulosa atau kiti atau dari keduanya jamur bisa berkembang biak secara seksual (kawin) atau aseksual ( tak kawin).

Berhubung jamur tidak berklorofil, maka hidupnya terpaksa menghisap/mengambil zat-zat yang sudah jadi, yang dibuat oleh organism lain. 

Oleh karena itu jamur bisa kita kelompokkan sebagai heterostrof, artinya organism yang hidupnya tergantung dari organisma lain.

Disebut saprofit (saproba – saprosa = sampah), bila zat organic tersebut sudah tidak diperlukan lagi oleh pemiliknya, meskipun dipandang dari kepentingan manusia bisa juga merugikan, misalnya jamur yang menyerang roti, membusukan makanan,  merusak perabotan-perabotan rumah tangga dan lain-lain.

Sedangkan yang disebut parasit, ialah jamur yang dalam hidupnya menyerap/menghisap organisma lain yang masih hidup. 

Tidak hanya tanaman yang terkena jamur, juga hewan ataupun manusia.

Ada jamur yang bersifat patogen (mendatangkan penyakit), dan sebaliknya ada juga yang bisa menguntungkan manusia.

Jamur sebagai kawan manusia telah dikenal sejak dulu.

Jamur enak dimakan, misalnya jamur kuping, jamur tiram, jamur merang, jamur champignon dan lain-lain.

Tanpa jamur pun orang tidak bisa membuat roti, minuman keras, tape, tempe, oncom, tauco, dan berbagai macam bahan makanan lainnya.

Tuhbuh jamur dapat berupa sel-sel yang lepas, bisa juga berupa sel-sel yang bergandengan atau dapat berupa benang. Benang ini merupakan tabung atau buluh yang bersekat atau tidak bersekat.

Sumber: Jamur Kayu, Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:59 PM

Thursday, February 5, 2015

Resep Minuman Segar Sari Buah Mangga dan Jambu Biji

Thursday, February 5, 2015

Resep Minuman Segar Sari  Buah Mangga
Bahan utama sari buah mangga adalah mangga. Pilihlah jenis mangga yang daging buahnya tidak berserat agar ketika diminum sari buah terasa lembut.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sari buah mangga, antara lain sebgai berikut.
  • 200 g mangga arum manis masak
  • 1 sdm jeruk  nipis
  • 2 sdm madu
  • 100 cc air es
  • Es batu sesuai selera
  • 2 sdm krimmer
Cara membuat:
  • Kupas mangga dan cuci bersih lalu dipotong-potong
  • Masukkan semua bahan, kecuai es batu ke dalam gelas dan tuangkan krimmer diatasnya.
  • Sari buah mangga siap untuk dinikmati.

Resep Minuman Segar, Sari Buah Mangga, sari buah Jambu Biji, Resep Minuman Segar buah mangga

Resep Minuman Segar Sari Buah Jambu Biji

Saat membuat sari buah jambu biji kulitnya tidak perlu dikupas, tetapi ini jug tergantung selera kita. Ingat , kulit buah juga bermanfaat. Biasanya , jenis jambu yang dibuat minuman sari buah adalah jambu biji merah, selain warnanya menarik, rasanya juga lebih manis.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sari buah jambu, antara lain sebgai berikut.
  • 2 buah jambu biji merah
  • 100 cc yoghurt tawar
  • 1sdm air jeruk nipis
Cara membuat:
  • Cuci bersih jambu biji, kemudian potong-potong dan buang bijunya.
  • Masukkan semua bahan ke dalam blender, lalu nyalakan.
  • Matikan blender setelah± 3 menit.
  • Tuangkan sari buah tersebut ke dalam gelas.
  • Minuman sari buah tersebut ke dalam gelas.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 11:40 AM

Resep Minuman Segar Sari Buah Avokad Alpukat Dan Tomat

Resep minuman segar sari buah avokad atau alpukat

Bahan utama
Bahan utama dalam  pembuatan sari buah avokad tentunya avokad denagn kualitas baik. Bahan lain yang diperlukan, yaitu madu, susu kental manis cokelat, es serut, dan air.

Ukuran bahan untuk satu gelas sari buah avokad adalah sebagi berikut.
  • 200 g daging buah avokad
  • 2 sdm madu
  • 2 sdm susu kental manis cokelat
  • Es serut sesuai selera

Cara membuat:
  • Belah avokad dan ambil daging buahnya denagn menggunakan sendok.
  • Masukkan daging buah avokad, madu dan air ke dalam blender, tutup dan nyalakan.
  • Matikan blender setelah bahan-bahan halus ± 3 menit.
  • Siapkan gelas, tuanglah sari buah ke dalam gelas.
  • ari buah avokad siap dinikmati.

Resep Minuman Segar, Sari Buah, Sari Buah Avokad, Sari Buah Alpukat, Sari Buah Tomat, resep minuman segar alpukat tomat


Resep minuman segar sari buah Tomat

Tomat buah lebih cocok dibuat sari buah dibandingkan tomat segar karena tomat buah dagingnya lebih tebal dan isinya lebih sedikit.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat jus tomat, antara lain sebagai berikut.
  • 3 buah tomat masak ukuran sedang
  • 2 sdm madu
Cara membuat:
  • Cuci tomat, lalu potong-potong
  • Masukkan semua bahan ke dalam blender, lalu nyalakan
  • Matikan blender setelah ± 2 menit.
  • Tuangkan ke dalam gelas
  • Sari buah tomat siap dinikmati


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Pecinta Tanaman - 11:29 AM

Tuesday, February 3, 2015

Tanaman Hias Jenis Dan Varietas Tanaman Philodendron

Tuesday, February 3, 2015

Jenis dan varietas philodendron

Warna daun Philoendron yang mengkilap seolah memberikan kesan eksklusif. Tanaman ini memiliki bentuk daun yang beragam dengan warna mengangumkan. Ada banyak jenis tanaman philodendron yang diburu oleh orang. 

philodendron, tanaman philodendron, bunga philodendron, manfaat philodendron


Berikut ini beberapa jenis philodendron yang dominan untuk dibudidayakan (tidak termasuk jenis hibrida).

1.    Philodendron Burgundy

Cirri-ciri dari tanaman ini adalah daunnya berbentuk jantung dan mengkilat serta tumbuhannya lambat. Ukuran jenis ini kecil, yaitu memiliki tinggi antara 20-30 cm.

2.    Philodendron Florida
Cri-ciri dari jenis ini adalah daunnya bertoreh bagaikan jari dan warnanya hijau cemerlang.

3.    Philodendron hastatum
Ciri-ciri dari tanaman jenis ini adalah berdaun seperti tombak dan warnanya hijau gelap

4.    Philodendron Cordatum

Jenis ini sangat baik untuk dipelihara dipinggir kolam atau tempat-tempat yang relative lembab. Jenis ini cukup popular karena daunnya kecil dan berbentuk jantung, ukurannya sekitar 5-10 cm.

5.    Philodendron soledad

Philodendron ini berasal dari Amerika serikat, sosoknya berdaun melebar dan ujungnya membentuk rumbai-rumbai bergelembung. Jenis ini tumbuh membesar dan tinggi apabila diletakakn di tempat yang terkena cahaya penuh. Jenis ini cocok untuk penghias taman dan pertumbuhannya terbilang cepat.

6.    Philodendron black cardinal

Jenis ini disebut black cardinal karean berwarna kehitaman. Uniknya, daun jenis ini berbentuk seperti hati dan batangnya berwarna merah muda, sehingga terlihat kontras. Jenis ini cocok sebagai tanaman dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan. Sayangnya, black cardinal jarang berbunga.

7.    Philodendron Cherry red
Saat  jenis ini memiliki daun muda, maka warnanay adalah jingga kemerahan. Namun, ketiak dewasa, warnanya bergeser menjadi kuning cerah. Bentuk daun jenis ini serupa dengan black cardinal, yaitu meruncing ke atas.

Tidak hanya itu, philodendron silanagn terbaru dari Greg hambali yang bernama mercy memiliki batang yang kuat serta daunnya lebar memanjang. 

Tanaman philodendron mercy lahir dari perkawinan antara philodendron goldii dengan philodendron williamsii pada tahun 2001. 

Silangan tersebut menghasilkan jenis yang tahan dari penyakit, seperti busuk daun.

Jenis philodendron lainnya adalah philodendron Sonora. Tanaman ini mirip philodendron mercy, yang membedakan adalah apabila dilihat dari sekat, sisi kanan dan sisi kiri daunnya seakan saling melipat. Perbedaan lainnya adalah daunya lebih runcing dan puncak segitiganay lebih panjang.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:33 PM

Cara Menanam Bunga Kenanga

Tanaman kenanga dapat tumbuh baik di seluruh Nusantara dengan ketinggian daerah dibawah 1200 m (diatas permukaan laut). Semula hanya tumbuh dihutan-hutan, tetapi  kini sudah banyak dibudidayakan. 

bunga kenanga


Tentu saja tanaman ini dapat tumbuh labih baik jika kondisi tanahnya subur, terutama tanah jenis alluvial, dan dapat berbunga lebat jika ketinggian daerahnya antara 20-700 m di atas permukaan laut, yang beriklim pansa dan lembab.

Di postingan sebelumnya Anda juga dapat membaca manfaat bunga kenga

Pemilihan Biji
Biji kenanga yang akan dijadikan benih harus dipilih dari buah kenanga yang berasal dari tanaman induk yang tumbuhnya baik dan bunganya lebat. Biji hendaknay dipilih dari buah yang tua yang warna kulit bijinya cokelat. Biji-biji yang akan dijadikan benih, setelah terkumpul dicuci dengan air. 

Setelah bersih, kemudian biji tersebut satu persatu digosok dengan kertas amplas sehingga kulit bijinya menjadi lebih tipis. Hal ini dimaksudkan agar air dari luar dapat lebih mudah masuk kedalam endosperm biji sehingga dapat mempercepat pertumbuhan kecambah.

Penyemaian Biji

a.    Penyemaian langsung pada polybag
Biji-niji kenanga yang sudah terpilih dan kulit bijinya sudah ditipiskan dapat langsung dikecambahkan pada pot-pot atau polybag-polybag dengan media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Cara meletakkan biji pada media tumbuh adalah dengan membenamkan biji dalam posisi bebas ke dalam media tumbuh sedalam sekitar 0,5 cm di bawah permukaan media tumbuh. Kemudian media tumbuh diratakan kembali agar biji kenanga tertutup media tumbuh.

Tipa polybag dapat diisi 1-2 biji, agar nantinya tersedia bibit untuk sulaman. Pekerjaan selanjutnya adalah menjaga agar media tumbuh tetap dalam keadaan basah tetapi tidak ada genangan air. 

Hal ini dapat dilakukan dengan  penyiraman air secukupnya setiap hari. Sisi bawah polybag dilubangi sebesar pensil agar air dapat merembes. Disamping itu harus tetap dijagaagar media tumbuhnya jangan sampai ditumbuhi gulma.

Berdasarkan pengamatan, maka pada umumnya biji kenanga akan mulai berkecambah dan tumbuh setelah 4-6 minggu desamiakan.

b.    Penyemaian pada tanah bedengan

Terlebih dahulu mempersiapkan tanah untuk dibuat bedengan, yakni dengan mengolah tanah menggunakan cangkul sedalam 20 cm sampai lembut dan merata. Kemudian tanah olahan tersebut dicampur dengan pupuk kandang dan pasir secukupnya, dengan perbandingan antara pupuk kandang dan pasir kira-kira 2 : 1. Pencampuran tanah, pupuk kandang, dan pasir diusahakan merata. 

Kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran tiap bedengan misalnya lebarnya 1,5 m dan panjangnya 5 m. Tentu saja ukuran bedengan dan banyaknya bedengan tergantung pada selera dan banyaknya biji kenanga yang akan disemai.

Jika pembuatan bedengan itu pada musim hujan, sebaiknya setelah bedengan itu selesai dibuat dibiarkan selama sekitar 2 minggu agar tanah bedengan dapat berkurang keasamannya (dalam bahasa jawa:dayung). 

Namun jika pembuatan bedenagn itu dilakukan pada musim kemarau, maka setelah bedengan selesai dibuat, biji-biji kenanga sipa untuk segera disemaikan pada bedengan.

Sebelum biji-bij kenanga disemai, terlebih dulu tanah bedengan disiram air sampai basah secara hati-hati, agar bedengan tidak rusak terkena air siraman.Hal ini dapat dilakukan dengan memercikkan air sedikit demi sedikit, atau dapat menggunakan alat penyiraman yang disebut gembor.

Setelah tanah bedengan basah merata sampai kedalaman lebih dari 5 cm, kemudian biji-biji kenanga yang sudah terpilih dan kulit bijinya sudah ditipiskan segera disemai.

Penyemaian dilakukan dengan membenamkan biji kenanga dengan posisi bebas ke dalam tanah bedengan sedalam 0,5 cm di bawah permukaan tanah bedengan. Jarak tanam antara biji adalah 15 X 15 cm. kemudian biji yang sudah tertanam itu segera ditutup dengan tanah kembali sehingga biji kenanga tidak tampak.

Pekerjaan selanjutnya adalah menjaga agar tanah bedengan tetap dalam keadaan basah tanpa genangan air.Hal ini dapat dilakukan dengan penyiraman tanah bedengan setiap hari.

 Disamping itu tetap menjaga agar tanah bedengan bebas dari gulma. Pada umumnya biji-biji kenanga akan mulai berkecambah atau tumbuh setelah 4-6 minggu disemai.

Pemindahan bibit semaian

Jika penyemaian biji langsung pada polybag maka bibit yang tumbuh hendaknya terus dipelihara sampai 5-6 bulan (berdaun 6-10 helai) sehingga sudah siap dipindah atau ditanam dilapangan. Untuk itu ukuran polybag hendaknya berdiameter 20 cm, tinggi 20-30 cm, dan tebalnya 0,08-0,12 mm.

Jika penyemaian biji itu dilakukan pada tanah bedengan, maka setelah biji tumbuh dan memiliki daun 2-3 helai, harus segera dipindah pada media tumbuh dalam polybag berukuran tinggi 20-30  cm, diameter 20 cm, dan tebalnya 0,08-0,12 mm. 

Ukuran polybag tentunya tidak harus sebesar itu, tetapi pada prinsipnya mempunyai ukuran cukup untuk pertumbuhan akar selama 5-6 bulan. Media tumbuh dalam polybag hendaknya dipilih tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Jika media tumbuh dalam polybag dusah disiapkan, kemudian dipindahkan bibit dari persemaian ke polybag. Pemindahan bibit perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerusakan akar bibit persemaian. 

Dalam pemindahan bibit ini hendaknya sekaligus juga melakukan seleksi bibit, maksudnya bahwa bibit-bbit dari persemaian yang dipindahkan itu merupakan bibit-bibit yang pertumbuhannya baik dan sehat ( tidak terserang oleh hama dan penyakit).

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 1:52 PM