;

Translate

Monday, March 2, 2015

Resep Minuman Segar dari Sari Buah - buahan

Monday, March 2, 2015

Resep Minuman Segar Sari Buah-buahan

Sari buah stamina
Sari buah stamina, dapat bermanfaat unutk menambah stamina kita. Buah yang digunakan untuk membuat sari buah ini cukup banyak. 

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sari buah stamina sebagai berikut.

-    1 buah apel
-    2 sdm jeruk nipis
-    6 buah leci
-    4 buah kiwi
-    6 lembar daun bayam
-    1 sdm es batu
-    100 cc air es.

Cara membuat:

-    Kupas apel, leci, dan kiwi lalu cuci bersih bersama daun bayam.
-    Masukkan semua bahan ke dalam blender
-    Matikan blender setelah ± 3 menit
-    Tuangkan sari buah ke dalam gelas.
-    Sari buah stamina siap untuk dinikmati

resep minuman segar, resep minuman. sari buah, sari buah melon, sari buah anggur, buah melon, buah anggur


Resep Minuman Segar Sari Buah Melon anggur
Sari buah ini merupakan campuran antara buah melon  dan anggur. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sari buah melon angur, antara lain sebagai berikut.

-    220 g melon
-    110 g anggur merah
-    1 sdm madu
-    Pecahan es batu secukupnya

Cara membuat:
-    Cuci bersih semua bahan
-    Potong-potong melon, dan baung biji anggur.
-    Masukkan semua bahan dan es batu ke dalam blender, lalu nyalakan.
-    Matikan blender setelah ± 3 menit
-    Tuangakn sari buah ke dalam gelas.
-    Minuman sari buah melon anngur siap untuk  dinikmati.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:42 PM

Khasiat Dan Manafaat Bunga Rosella Kandungan Rosela

Manfaat dan Khasiat Bunga Rosella

Dilihat dari penampilannya, rosella dimasukkan ke dalam kategori tanaman hias. Warnanay cerah menyegarkan, pas jika ditanam sebagai penghias taman. 

Meski begitu, tanaman ini juga berkhasiat untuk meredam tumor, antiradang, anthipertensi, dan memperlancar buang air besar.

manfaat bunga rosella, manfaat bunga rosela, khasiat bunga rosella, khasiat bunga rosela, bunga rosella, tanaman rosella, bunga rosela


Perlu diketahui, rosella mengandung banyak zat yang diperlukan oleh tubuh.  Kandungan zat yang terdapat dalam rosella bisa dijadikan sebagai obat herbal alami dan terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit. 

Berikut adalah beberapa manfaat dan khasiat yang dapat diperoleh dari tanaman rosella.

1.    Sebagai antioksidan
Dengan mengkomsumsi antioksidan, maka radikal bebas yang merusak inti sel dalam kulit  dapat dihilangkan.Itu sebabnya, rosella memiliki efek antikanker. Kandungan yang paling berperan dalam fungsi ni adalah antosian atau pigmen tumbuhan.

2.    Bahan pembuat Makanan
Daun muda rosella bisa dimakan. Di benua afrika, biji rosella sering dikonsumsi karena dipercaya menagndung jenis minyak tertentu.

3.    Obat perawatan kulit

Di dalam daun rosella, terkandung asiaticoside (triterpeneglycoside) yang berfungsi merangsang pembentukan lipid serta protein yang berguna untuk perawatan dan kesehatan kulit. Asiaticoside diklasifikasikan sebagai antibiotik.

4.    Penumbuh nafsu Makan

Kandungan zat yang terdapat dalam tumbuhan ini berfungsi sebagai obat penumbuh nafsu makan, karena bersifat stomachic atau merangsang.

5.    Mencegah pertumbuhan Penyakit kronis
Ternyata, kandungan zat pada tanaman ini dapat menghambat proses akumulasi dari radikal bebas, yang menjadi penyebab beberapa penyakit kronis, seperti kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, dan kanker (darah).

6.    Bahan produk minuman
Kelopak bunga rosella (rosella merah) dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat minuman segar, yaitu berupa sirup. The, dan jenis minuman lainnya. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C,A, dan asam amino yang baik bagi stamina tubuh. 

Selain itu, tanaman ini juga dipercaya dapat mengurangi dampak negative dari nikotin bagi para perokok aktif.


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:22 PM

Thursday, February 26, 2015

Budidaya Jamur Kayu: Media Tanam

Thursday, February 26, 2015

Untuk penanaman jamur kayu secara alami, digunakan batang/ranting dari tanaman berkeping dua atau Dicotyledoneae, terutama tanaman yang berkayu (cukup keras, keras, kurang keras) seperti ter;ampir dalam daftar.

jamur kayu, budidaya jamur kayu, budiaya jamur tiram, budidaya jamur


Menurut pengamatan kami, kayu yang diambil/dipotong pada musim kemarau atau permulaan musim penghujan akan lebih baik bila digunakan sebagai bahan tanam untuk jamur kayu daripada musim-musim berikutnya. 

Bagi iklim subtropics, waktu yang terbaik untuk pemotongan kayu dilakukan pada musim gugur sampai musim semi. Kedua hal tersebut diatas disebabkan karena kadar karbohidrat (lignine) yang terkandung pada kayu pada saat itu adalah maksimal.

Agar  memudahkan pengangkutan, penanaman dan pemeliharaan jamurnya nanti, hendaklah kayu yang ditebang dipotong-potong dengan ukuran panjang:
20-30 cm, untuk gelondong besar
40-50 cm, untuk gelondong sedang

Kemudian kayu dikeringkan sesuai dengan kerasnya. Kayu yang  lebih keras memerlukan waktu yang lebih lama daripada kayu yang kurang keras. Pengeringan minimal berkisar 2 bulan pada cuaca yang cerah.

Penggunaan bibit.
Disebut penanaman jamur kayu secara alami, karena penanaman cara ini belum mempergunakan bibit secara buatan dan hanya mengandalka spora dari alam. Bagaimanakah kita tahu bahwa di kebun kita terdapat spora jamur.

Sesuai dengan perkembangan spora jamur yang tersebar di alam, maka penanaman jamur sisitim inipun menghendaki perlakuan secara akami. Misalnya dengan menaruh pokok-pokok kayu dibawah pohon yang rindang, agar spora menempel pada pokok kayu tersebut dan hidup disitu. 

Karena kita tidak bisa menyelekisi bibitnya, maka pada pokok-pokok kayu tersebut bisa tumbuh beraneka jenis jamur kayu, sesuai dengan syarat optimal mereka misalnya : jamur tiram, jamur kuping, jamur papan, atau jamur paying kayu.

Terpaksalah kita menyeleksi setelah spora itu tumbuh menjadi jamur-jensi mana yang akan dipilih menyesuaikan pasaran ataupun situasi/kondisi setempat.

Tekhnik penanaman

Menanam jamur secara alami, pada hakikatnya hanya mempersiapkan medianya, yaitu pokok-pokok kayu dan menyiapkan kondisi pertanaman sebaik-baiknya.

Pokok-pokok kayu yang telah dipotong-potong dikeringkan terlebih dahulu, minimal 2 bulan pada waktu cuaca cerah. Bahkan pada kayu yang sangat keras pengeringan bisa makan waktu sampai 6 bulan.

Dengan pengeringan, diharapkan agar kayu mengalami pelapukan dan tidka bertunas kembali serta mematikan jenis fungi tingkatan rendah. 

Setelah dirasa cukup masa pengeringannya, pokok kayu direndam dalam air sampai 2 hari 2 malam lalu dipindahkan ke tempat yang teduh/lembab, misalnya dipekarangan dibawah pohon.

Jangan lupa menyiram 1-2 kali sehari, tergantung kekeringan/kebasahan kayu setiap harinya.
Untuk daerah tropic seperti di Negara kita, waktu paling tepat penebangan/pemotongan kayu adalah sekitar bulan juni dan waktu pengeringannya bulan Juli-Agustus (terutama daerah P. Jawa).

Sedangkan perendaman kayu dan penempatannya di bawah pohon, diharapkan setelah musim hujan tiba. Dengan demikian kita tidak akan terlalu banyak tenaga untuk menyiram kayu tersebut.

Utnuk penempatan pokok kayu, bisa dipasang 2-3 tiang bamboo, yang diatasnya dihubungkan dengan bamboo/kayu untuk tempat berdirinya pokok kayu tersebut. 

Pokok kayu didirikan agak miring, agar tidka mudah roboh karena angina tau karena geser-geseran.

Agar pengaturan suhu dan kelembaban cukup konstan, diatas penempatan poko kayu bisa dikerodong plastic, seperti yang dikerjakan di daerah Bogor.

Sedangkan didaerah Cicurug, diatasnya adalah para-para tempat tumbuh tanaman labu siam, yang diharapkan cukup meneduhi tanaman jamur kayunya.

Sumber: Jamur Kayu, Penebar Swadaya


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 3:09 PM

Monday, February 23, 2015

Budidaya Tanaman Aren Tanpa Luak

Monday, February 23, 2015

Dalam proses budidaya aren ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasil dari budidaya aren tersebut mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada prisifnya langkah-langkah budidaya aren sama halnya dengan proses budidaya pada tanaman lainnya, 

budidaya aren, pohon aren, tanaman aren, cara menanam pohon aren, budidaya pohon aren;


Cuma yang membedakan ialah ukuran atau batasan-batasan yang disesuaikan dengan “keinginan”  dari tanaman yang akan kita budidayakan.

Supaya tanaman aren yang akan kita budidayakan maksimal, di bawah ini ada batasan atau aturan yang diinginkan oleh tanaman aren supya tanaman aren tumbuh berkembang dengan baik.

Tanah dan Air Yang Cocok untuk Tanaman Aren
Untuk ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman aren ialah 500-1200 m di atas permukaan laut. Biasanya pada pososo ketinggian tersebut tidak akan kekurangan air dan kemungkinan untuk tergenangpun rendah kemungkinannya.

Di beberapa daerah di wilayah Indonesia seperti, Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil lainnya. Banyak ditemukan pohon aren tumbuh dengan baik pada lereng-lereng gunung  atau tepian lembah sungai.

Tanah yang cocok untuk tumbuh pohon aren harus jenis tanah yang cukup sarang (mudah meneruskan lebihan air),  seperti tanah beranjangan yang gembur, tanah vulkanis di lereng gunung, dan tanah liat berpasir di sepanjang tepian sungai.

Iklim dan Curah Hujan Untuk Tanaman Aren
Walaupun kebanyakan pohon aren sering tumbuh di pegunungan, tetapi sebaiknya suhu yang diberada pada lingkungannya harus suhu udara yang tinggi.

Bukan suhu dingin pegunungan. Paling sedikit suhu udara itu rata-rata 25°C. Kalaupun serendah di bawah 20°C, seperti misalnya yang terjadi di pegunungan setinggi 1500 m dpl. pada waktu malam, pohon aren masih bisa hidup , tetapi kemampuan berbuah jadi lamban.

Faktor curah hujan juga sangat berpengaruh bagi tanaman aren, curah hujan yang merata sepajang tahun sangat disukai oleh tanaman aren.

Atau yang hujannya jatuh selama 7-10 bulan dalam setahun. Daerah hujan semacam ini kebanyakan berada di lereng gunung.

Air hujan ini tidak mempengaruhi aren secara langsung, melainkan lebih berpengaruh terhadap kelembapan tanah tempat tumbuhnya.

Lahan yang Baik untuk Tanaman Aren
Pohon aren akan didapati hasilnya setelah kurang lebih berumur 8-10 tahun, dengan kondisi pertumbuhan yang memakan waktu seperti itu maka sebaiknya pemilihan lahan harus betul-betul diperhatikan.

Berdasarkan syarat tumbuh tanaman aren mengenai tanah, suhu udara, curah hujan yang tidi telah diketahui, maka lahan yang bisa dipiih untuk membangun perkebunan aren sebaiknya terletak di dekat lembah sungai.

Pembibitan Tanaman Aren
Untuk mendapatkan bibit aren dalam jumlah besar, sampai ratusan, jelas kita tidak bisa mengandalkan bantuan luak saja.

Pembibitan aren akan memuaskan, kalau yang dipakai sebagai sumber benih itu buah-buah yang masak pohon saja.

Buah masak ini ini berwarna kuning dan kulitnya lunak. Buah semacam ini harus kita kuliti.
Untuk persemaian, kita bisa gunakan baki dari plastik namun harus yang memiliki tinggi tepian 20 cm supaya baki bisa diisi pasir setebal 15 cm. idealnya ukuran baki persegi panjang ini boleh 60 X 80 cm.

Kalau baki plastik tidak ada bisa menggunakan bak persemaian dari kayu atau membuat bak semen (tembok).

Para-para persemaian harus dinaungi atap peneduh terhadap sengatan matahari terik. Atap ini harus memiliki ketinggian yang cukup supaya peredaran udara dapat leluasa dan dan cahaya matahari pagi dari timur masih bisa masuk.

Media tanam  bibit sebaiknya berupa pasir kali yang bersih, yang sebelumnya sudah direbus dalam drum bersih berisi air bersih, sampai mendidih.

Dengan tujuan agar pasir ini bebas kuman dan bersih dari hama. Pasir yang sudah dingin kemudian disusun dalam bak pesemaian setebal 15 cm.

Untuk lebih jelas bagasimana tahapan lebih rincinya Anda bisa membaca buku yang berjudul BERTANA AREN, yang ditulis oleh Slamet Soeseno dan diterbitkan oleh Penebar Swadaya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:25 AM

Cara Menanam Sayuran Di Halaman Rumah Supaya Berhasil

Untuk menanam sayuran di halaman rumah dengan lokasi lahan yang tidak terlalu luas memang butuh pengaturan dari segi lokasi, supaya tanaman dapat tersinari dengan cukup dan tidak terganggu oleh anggota keluarga kita (anak-anak).

cara menanam sayuran, menanam sayuran, menanam sayuran hidroponik, sayuran hidroponik, menanam sayuran di halaman rumah

Namun kelebihan berkebun atau bertanaman sayuran di halaman rumah ini kita dapat dengan mudah merawat tanaman tersebut dengan maksimal. 

Pertama-tama tanah yang akan ditanami itu harus digemburkan dahulu dengan cara dicangkul. 
Dengan pencangkulan, zat-zat beracun didalam tanah akan hilang. 

Jangan lupa, rumput-rumput atau gulma pun harus dicabut sampai ke akar. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman sayuran yang kita tanam. 

Sayuran yang kita tanam juga perlu mendapatkan makanan. Salah satu sumber makanan tanaman sayuran adalah dengan memberinya pupuk. 

Pupuk yang bisa kita gunakan untuk tanaman sayuran adalah pupuk buatan, pupuk kandang, atau pupuk kompos. Pupuk buatan dan pupuk kompos dapat kita beli ditoko-toko pertanian. 

Adapun pupuk kandang dengan mudah kita dapatkan di tempat-tempat pemeliharaan ternak.
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika bertanam sayuran adalah penyiraman. 

Tanaman sayuran jangan sampai kekeringan ataupun kelebihan air. Jika kekurangan air, tanaman sayuran akan layu dan akhirnya mati. 

Sebaliknya, jika kelebihan air, tanaman tidak dapat mengambil makanan dengan baik dari tanah. Selain itu, akar sayuran akan cepat membusuk. Hal ini terjadi akibat seranagn penyakit, terutama cendawan dan bakteri.

Sebelum menanam sayuran, kita harus menyemaikan benih terlebih dahulu. Benih yang digunakan harus tidak tercampur biji lain, tidak cacat, dan berasal dari tanaman yang sehat. 

Selain itu, benih atau biji yang digunakan juga dari buah yang sudah tua dan varietas unggul. Hal ini karena jika benih diambil dari buah yang masih muda, pertumbuhan tanaman sayuran tersebut akan jelek.
Benih yang memenuhi syarat terlebih dahulu disemaikan dipersemaian. Tempat benih disemaikan ini tidak boleh terlalu basah dan tidak terlalu kering. Ini dilakukan agar benih dapat tumbuh dengan baik.
Persemaian perlu diberi atap yang dibuat miring ke arah barat, tetapi dihadapkan ke arah timur. Dengan cara ini, sinar matahari pagi dapat masuk sebanyak mungkin ke persemaian. 

Sebaliknya sinar matahari terik pada siang hari tidak dapat masuk ke persemaian, sedangkan sinar matahari  sore masuknya sedikit.
Bibit harus dlindungi dari teriknya sinar matahari. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan berlebihan. 

Bibit adalah tanaman muda. Jadi, bibit belum bisa mengambil air dari dalam tanah. Untuk melindungi bibit, dapat digunakan pelepah pisang atau dedaunan. Penutup atau pelindung ini dapat dibuka setelah 5-7 hari.
Kemudian, bibit persemaian dipindahkan ke kebun. Tahap ini dinamakan penanaman. Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tdak rusak, terutama akarnya. 

Sebaiknya tanah yang akan ditanami ah cukup basah atau belum. Jika kondisi tanah kering, berilah air terlebih dahulu. 

Tanah yang kering akan menyebabkan kerusakan bibit, contohnya akan terluka.
Setelah itu, kita harus rajin merawat tanaman sayurmu. Tanaman sayur harus di rawat agar tidak terserang penyakit (bakteri, cendawan, dan virus). 

Kita uga harus memberantas serangan hama, seperti ulat, dan kutu. Untuk memberantas hama dapat digunakan pestisida. Penggunaan pestisida pun harus berhati-hati dan cermat agar tidak membahayakan kesehatan. 

Merawat tanaman dapat dilakukan juga dengan cara member pupuk, menyiram, , dan membuang rumput-rumput yang mengganggu.  bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah. 

Misalnya, jika sekarang kita menanam wortel, pada musim tanam selanjutnya kita bisa menanam bayam atau sayuran lain.

Pecinta Tanaman - 10:13 AM

Friday, February 20, 2015

Pohon Aren Dan Perkembangan Budidaya Tanaman Aren

Friday, February 20, 2015

Pohon Aren banyak tidak dikenal orang, padahal tanaman yang satu ini sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Pohon aren terkenal dengan penghasil gula dan tepung, padahal disamping itu banyak sekali manfaat tanaman aren dari mulai daun, batang, buah, bahkan pohonnya sendiri.

Pohon Aren, Budidaya Tanaman Aren, tanaman aren, budidaya aren, cara menanam pohon aren, budidaya pohon aren


Pohon aren sekarang ini sangat jarang dan sulit ditemui, salah satu faktor penyebab langkanya pohon aren ialah pertumbuhannya yang membutuhkan waktu lama untuk diambil hasilnya.

Maka tidak heran para pemilik pohon aren harus menunggu lama bahkan kurang lebih 10 tahun untuk mendapatkan hasil dari pohon aren tersebut.

Maka tidak heran bagi para petani pohon aren apabila tanaman mereka punah mereka aga kesulitan untuk mencari bibitnya lagi.

Menurut para pemilik pohon  aren di beberapa daerah di pulau Jawa, bahwa penyebaran aren yang alami tidak bisa ditentukan oleh manusia, karena pohon aren yang tumbuh alami kebanyakan tanaman tersebut tumbuh dari hasil kotoran Luak atau Musang, yang bijinya tidak hancur kemudian berkecambah dan tumbuh menjadi pohon aren.

Pohon aren, Arenga pinnata, yang dulu terkenal sebagai Arenga saccharifera, mirip pohon kelapa, Cocos nucifera. 

Namun sosoknya lebih seram, karena batangnya tidak bersih langsing tinggi semapai seperti batang kelapa, melainkan kotor penuh rambut hitam, bekas pelepah daun, atau paku-pakuan yang tumbuh “nebeng” padanya.

Namun untuk menjaga kelestarian tanaman tersebut sebetulnya kita bisa membudidayakannya, bahkan pada tahun 1978 Dinas Perkebunan Daerah Tasikmalaya sudah mulai membibitkan aren, dan hasilnya sudah disebarluaskan di kalangan para petani aren.

Dan pada tahun 1987 Dinas Perkebunan Daerah Sukabumi mengikuti jejak Tasikmalaya. Bahkan sudah puluhan ribu bibit pohon aren hasil persemaian biji di kebun pembibitannya kini pun sudah tersebar ke berbagai desa daerah setempat.

Kunci keberhasilan berkebun aren terletak pada pembibitan. Tetapi perawatan yang teratur juga memegang peranan, di samping pengambilan hasil yang bijaksana agar pohon tidak merana dan mati muda sebelum waktunya.

Permintaan pasar untuk mengekspor ijuk, gula enau, dan buah kolang-kaling makin mendorong kita untuk mengebunkan pohon ini.

Untuk selanjutnya silahkan baca Cara Budidaya Aren

Sumber: BERTANAM AREN. Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 10:38 AM