Cara Simple Budidaya Jamur Tiram Dengan hasil Maksimal

Diantara jenis jamur yang dapat dikonsumsi, jenis jamur tiram lah yang menurut saya rajanya, kenapa?, karena terbukti dengan banyaknya olahan makanan yang bahan dasarnya terbuat dari jamur tiram yang banyak diminati. 

Bahkan dikota-kota besar sudah banyak pedagang yang memakai roda dipinggir jalan yang menjual jamur krispi dengan berbagai rasa.  Jamur tiram walaupun sering dijadikan menu masakan tapi tidak sedikit juga jamur ini diolah menjadi makanan ringan.

Dengan tingginya minat masyarak Indonesia mengkonsumsi jamur tiram ini menyebabkan kebutuhan akan jamur tiram menjadi meningkat, terutama bagi para penyaji kuliner yang dimana daftar menunya selalu menghadirkan olahan jamur tiram.

Dengan keadaan seperti itu maka tidak heran banyak orang yang melirik cara budidaya jamur tiram ini, dengan tujuan untuk membudidayakannya (home industry). Hal ini bisa menjadi ladang usaha baru bagi siapapun yang ingin menekuni budidaya jamur tiram ini. 

cara budidaya jamur, budidaya jamur, budidaya jamur tiram, cara budidaya jamur tiram, jamur tiram, teknik budidaya jamur tiram

Namun bagi Anda yang akan memulai budidaya jamur tiram ini alangkah baiknya sebelum memulai budidaya mengetahui terlebih dahulu apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana caranya, supaya pada saat melakukan budidaya jamur tiram ini dapat meminimalisir kegagalan, walaupun, kata sebagaian orang yang sudah pernah melakukan budidaya jamur tiram, mereka berkata “sangat simple dan mudah membudidayakan jamur tiram itu...”.

Langkah awal untuk memulai budidaya jamur tiram

Mengenal Jenis – jenis Jamur tiram yang dapat dibudidayakan:
  • Pleurotus floridae jamur tiram ini memiliki warna putih bersih.
  • P. ostreatus jamur tiram ini memiliki warna putih, dan putih kekuningan.
  • P. cystidious jamur tiram ini memiliki warna putih, kemerahan.
  • P. citrinopileatus jamur tiram ini memiliki warna kuning keemasan.
  • P. djamor jamur tiram ini memiliki warna ungu kemerahan.
  • P. eryngii jamur tiram ini memiliki warna kebiruan.
  • P. euosmus jamur tiram ini memiliki warna kecoklatan.
  • P. flabellatus jamur tiram ini memiliki warna merah jambu.
  • P. pulmonarius jamur tiram ini memiliki warna putih keabu-abuan.
  • P. sajor-caju jamur tiram ini memiliki warna kelabu.

Memilih bibit jamur tiram yang berkualitas

Walaupun ada yang berpendapat bahwa budidaya jamur tiram cukup mudah namun untuk pemilihan bibit ini tidak bisa dianggap mudah begitu saja karena tidak boleh asa-asalan harus yang memiliki kualitas bagus supaya hasil budidaya nanti akan maksimal. Tidak jarang diantara para petani jamur melakukan kesalahan atau tidak cermat dalam memilih bibit yang akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh, tubuh buah tidak optimal dan hasil panen pun tidak maksimal.

Untuk menghindari bibit yang tidak berkualitas ada dua cara yang bisa kita lakukan, pertama, kita membuat sendiri dengan membibitkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1, atau yang kedua, membeli bibit yang berkualiitas pada petani jamur atau beli di instansi penyedia bibit yang dapat dipercaya.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Pilih bibit yang telah teruji, cara mengetahuinya dari nilai BER (biological ratio) jamur. Untuk jamur tiram BER nya sekitar 75%.
  • Membeli dari instansi ternama yang memiliki sertifikasi atau dilegalkan pemerintah.
  • Miselium berwarna putih telah tumbuh penuh dan merata di media tumbuhnya. Bila tidak merata, dikhawatirkan pada bagian yang tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi.
  • Periksa tanggal pembuatannya atau kadaluarsanya.
  • Mencari informasi dari petani jamur yang sudah berhasil.

Media tanam untuk jamur tiram

Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan menjadi satu, apa saja bahan-bahan itu? Lihat di bawah ini:
  • Serbuk gergaji kayu sebanyak 80%
  • Bekatul sebanyak 10-15%
  • Kapur CaCo₃ sebanyak 3%
  • Dan Air kurang lebih 40-60%
Cara membuatnya:
Untuk membuat 100 kg media jamur tiram  dibutuh kan 80 kg serbuk gergaji kayu, 10-15 kg bekatul, dan 3 kg kapur semua bahan-bahan tersebut aduk sampai merata, kemudian tambahkan air sekitar 60%. Untuk mengetahui media sudah tercampur dengan baik, cara mengetesnya apabila digenggam tidak keluar air dan apabila dilepas tidak pecah. Ukuran diatas cukup untuk 100 baglog.

Fermentasi jamur tiram

Fermentasi media tanam penting dilakukan sebelum media digunakan untuk menanam jamur, yakni dengan cara  didiamkan selama 5-10 hari atau disesuaikan dengan kondisi bahan. Tujuannya adalah agar terjadi proses pelapukan/pengomposan pada media. Selama proses fermentasi, suhu media akan meningkat hingga mencapai 70°C, dan selama itu pula dilakukan pembalikan media setiap harinya agar proses pelapukan bisa merata disemua bagian media. Selain mempercepat pelapukan, fermentasi juga bertujuan untuk mematikan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Media yang siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna media menjadi cokelat atau kehitaman.

Sterlisasi media tanam

Media tanam yang telah difermentasi dapat dimasukkan ke dalam kantong plastic jenis polipropilen. Media tersebut kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol (baglog). Selanjutnya, pada bagian atas plastic (leher kantong plastic) dipasang ring, disumbat menggunakan kapas,  dan dipasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam kantong pada saat pengukuran.

Setelah baglog siap, proses sterilisasi dapat dilakukan, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana yang dapat digunakan adalah  drum. Satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Prinsip kerja sterlisasi adalah memanfaatkan panas uap air pada suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam. Ketika suhu pengukusan telah mencapai 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100°C adalah 3 jam, tergantung dari kestabilan api di tungku. Selanjutnya, wadah pengukus di buka dan didiamkan selama 5 jam agar suhu media tanam dalam baglog kembali normal.

Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindahkan ke tempat inokulasi dan didiamkan selama 24 jam untuk mengembalikannya ke suhu normal. Ruangan inokulasi harus dalam ke adaan steril dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini penting untuk meminimalisir tercemarnya baglog dari spora pathogen atau bakteri. Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke baglog.
  • Ambil botol bibit F3, lalu semprotkan alcohol ke botol tersebut. Panaskan sebentar mulut botol diatas api spiritus hingga sebagian kapas terbakar, lalu matikan api yang membakar kapas.
  • Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, aduk-aduk menggunakan kawat yang sudah disterilkan diatas api.
  • Masukkan binit dari botol ke baglog hingga leher baglog penuh, lalu tutup kembali dengan kapas. Setiap balog diisi sekitar 10 g bibit.

Inkubasi

Inkubasi atau pemeraman bertujuan agar bibit yang telah diinokulasi segera ditumbuhi miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram, delanya ruang inkubasi memiliki suhu 24-29°C, kelembapan 90-100%, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam. Setelah 15-30 hari masa inkubasi, biasanya miselium sudah tumbuh hingga separuh bagiab baglog. Bila miselium telah memenuhi baglog, pertanda baglog siap dipindahkan ke rumah kumbung untuk dibudidayakan hingga proses pemanenan. Namun, bila dalam waktu 1 bulan dari masa inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium, berarti proses inokulasi yang dilakuakn tidak berhasil.

Budidaya di rumah produksi atau kumbung

Bila baglog yang telah dipindahkan ke rumah kumbung telah dipenuhi misellium, lakukan pelubangan pada ujung baglog, yakni dengan menggunakan silet yang telah dsterilkan. Lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh buah jamur tiram.

Bila bibit jamur tiram yang dibeli adalah bibit F4, anda tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan media hingga masa inkubasi karena bibit F4 dalam baglog bisa langsung ditempatkan di rumah kumbung. Biasanya, tubuh buah jamur akan terbentuk setelah 1-2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

Parameter yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram

Parameter                     pembentukan Primordia                    pembentukan Tubuh buah
Temperature (°C)                    21-27                                                    21-28
Kelembapan (%)                     90-100                                                 90-95
Waktu tumbuh (hari)              3-5                                                       3-5
Cahaya (lux)                          500-1000                                             500-1000
Sirkulais udara (jam)             4-8               

Catatan di atas hanya rangkuman dari satu judul saja, untuk lebih lengkap dan terperinci silahkan baca buku "Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga" yang disusun oleh Yohana Ipuk Sunarmi & Cahyo Saparinto, di buku tersebut tidak hanya membahas budidaya jamur tiram saja, jamur-jamur konsumsi lainya pun di bahas lebih jelas.

Sumber Buku: Usaha 6 Jenis Jamur Skala Rumah Tangga, Penerbit: Penebar Swadaya
Sumber Gambar: http://lifesofcaphehfamily.blogspot.com/

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Jenis Pohon Jati Unggul, Jati Emas, Jati Super, Jati Biotropika

Apabila kita melihat tanaman pohon jati yang masih muda mukin sepintas bagi kita yang tidak mengetahui lebih detail tentang jenis pohon jati ini akan terlihat sama saja antara satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan saya sendiri, pertama kali memasuki perkebunan pohon jati ketika saya harus mensurvey luas area tanaman tersebut untuk keperluan pemetaan perkebunan, tanaman pohon jati antara area satu dengan yang lainnya tampak seragam seperti tidak ada bedanya.

Namun setelah berdialog dengan para pemilik kebun ternyata bibit yang ditanam itu berbeda-beda, walaupun kalau kita lihat penampilan pohon jati yang masih muda terlihat sama saja (menurut saya yang masih awam tentang pohon jati).

Nah, bagi Anda yang mau memulai membuka perkebunan pohon jati ini, alangkah baiknya kalu Anda memahami dan mengetahui jenis bibit yang baik atau unggul, karena apabila kita menanam bibit yang memiliki kualitas tinggi atau unggul akan berdampak besar pada hasil panen nanti, yaa, karena hasil dari bibit jati unggul ini memiliki kualitas yang baik dan harga akan semakin tinggi dibanding dengan jati biasa.

Dari beberapa jenis nama jati unggul yang beredar dan banyak ditanam oleh pengebun jati di Indonesia, ada beberapa jenis jati unggul yang informasinya sudah tersebar luas di masyarakat, yakni jati unggul, jati super, jati emas, dan jati biotropika.

Pohon Jati, jati Unggul, Jati Emas, Jati Super, Jati Biotropika, tanaman jati, budidaya pohon jati, klasifikasi pohon jati

Jati Unggul

Jati unggul merupakan hasil kloning dari induk berupa pohon jati plus atau jati elit. Pohon jati plus atau elit ini adalah tegakan-tegakan jati yang memiliki keunggulan-keunggulan, seperti pertumbuhan yang cepat, batang bebas yang relative tinggi, dan tingkat kelurusan batang yang lebih baik dibandingkan dengan pohon jati yang tumbuh disekitarnya. Pohon-pohon jati plus atau elit yang digunakan sebagai bibit yang dikloning untuk menghasilkan jati unggul ini merupakan hasil seleksi Perum Perhutani sejak tahun 1982, di Cepu, Jawa Timur.

Dalam sejarahnya, jati plus atau elit yang menjadi cikal bakal jati unggul berasal dari 300 pohon plus yang diseleksi sebagai upaya peningkatan mutu genetic oleh Perum Perhutani yang kemudian ditanam sebagai bank klon dan benih klonal. Hasilnya kemudian dijadikan sebagai sumber bibit melalui pembiakan vegetative mikro (kultur jaringan) atau tissue culture.

Jati Super

Jati super merupakan jati hasil kultur jaringan yang berasal dari kebun jati di Malaysia. Meskipun demikian, menurut Siahaan (2001) asal klon jati super adalah dari Thailand. Biji-biji dari ratusan pohon jati yang didatangkan dari berbagai Negara, seperti Thailand, Indonesia, India, afrika ditanam dilokasi seluas 440 ha. Dari 440 ha jati ini kemudian ditemukan 33 pohon yang pertumbuhannya luar biasa cepat jika dibandingkan dengan pohon lainnya. 

Dalam jangka waktu 15 tahun, 33 pohon jati tersebut garis tengahnya sudah mencapai 35-40 cm, tinggi 20 meter, dab percabangannya diatas 6 meter. Dengan demikian, 33 pohon ini dijadikan sebagai pohon jati induk untuk menghasilkan bibit jati unggul melalui tekhnik cloning dengan nama jati super. Menurut Anton (2000), keunggulan jati super dibandingkan dengan jati biasa dari jenis jati Jawa yang berasal dari biji sebagai berikut.

1.    Pertumbuhan tanaman lebih seragam (99%) sedangakan jati asal bibit dari biji hanya 20%.
2.    Kesehatan bibit terjamin
3.    Tingkat pertumbuhan per tahun lebih cepat
4.    Bentuk batang lebih lurus dan percabangan sedikit.
5.    Biaya perawatan lebih rendah dan perawatan lebih sederhana.
6.    Bibit bebas dari kontaminasi HPT(hama dan penyakit tanaman)
7.    Suplai  bibit terjamin secara kontinu

Jati Emas

Jati emas merupakan bibit unggul hasil teknologi kultur jaringan dengan induk tanaman pada mulanya berasal dari Myanmar. Jati emas ini sudah sejak tahun 1980 di tanam secara luas di Myanmar dan Thailand. Sementara itu, penanaman jati emas di Malaysia secara  meluas dilakukan pada tahun 1990 dan di Indonesia dimulai pada tahun 1996 dengan penanaman jati emas hingga 1 juta pohon didaerah indramayu, Jawa Barat. Untuk perbandingan, tanaman jati emas berumur 5-7 tahun sudah mempunyai batang denagn diameter 27 cm dan tinggi pohon sekitar 16 meter. Pada umur yang sama, jati bias (konvensional), diameter batangnya baru sekitar 3,5 cm dan tinggi pohonnya sekitar 4 m. dalam tabel berikut ini ditampilkan perkiraan hasil panen kayu jati emas.

Jati Biotropika

Jati biotropika merupakan jati hasil produksi bersama antara Seameo Biotrop dan PT PPA Agricola. Eksplan jati biotropika untuk pertama kalinya berasal dari tunas mikro steril dari jati unggul (genjah/fast growing) milik Seameo Biotrop yang diberi merek dagang jati emas. Jadi, jati emas dan jati biotropika sebenarnya berasal dari satu klon yang sama, yang membedakkan merek dagangnya saja. Munculnya jati biotropika lebih disebabkan permintaan pasar yang begitu besar terhadap bibit jati luhur kultur jaringan, sehingga ceruk pasar yang ada tersebut dimanfaatkan oleh produsen jati biotropika.
Pertambahan diameter jati biotropika minimum 2 cm per tahun,, sehingga sudah dapat dipenen saat berumur 15-20 tahun. Jati biotropika bisa digunakan untuk pigura, kusen pintu dan jendela, dan furniture yang berukuran kecil. Berikut ini perbandingan laju pertumbuhan jati biotropika dengan jati konvensional.
Untuk lebih jelas perkiraan hasil panen dari pohon jati unggul, jati emas, jati super, dan jati biotropika ini Anda bisa membaca lebih lanjut pada sumber buku di bawah ini.

Sumber Buku : MENGEBUNKAN JATI UNGGUL Pilihan Investasi Prospektif, Penerbit: Agro Media Pustaka
Sumber Gambar : http://www.dinomarket.com/


Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Cara Menanam Cabe Di Musim Hujan Supaya Berhasil

Cara menanam cabe di musim hujan memang butuh perhatian khusus terutama dalam memilih varietas cabe yang akan ditanam, karena tidak sedikit para petani  menanam cabe  di musim hujan yang pada akhirnya tidak sesuai yang diinginkan (merugi). Varitas cabe (local maupun hibrida) yang mampu bertahan baik dumusim hujan sangat sedikit. Oleh Karena itu, pengenalan sifat suatu varietas, terutama kepekaan terhadap hama dan penyakit, akan memudahkan penentuan varietas yanga akan ditanam.

Cara Menanam Cabe, budidaya cabe, menanam cabe, cara menanam cabai, budidaya cabai, cara budi daya cabe, bisnis cabe rawit, bisnis cabe, cara tanam cabe

Mengenal Sifat Varietas Local 

Varietas local (non-hibrida) yang mampu beradaptasi dimusim hujan adalah cabe besar tit super LV, dan cabe keriting local.

Tit super LV

Tit super LV meruapak cabe besar dataran rendah yang cocok ditanam sepanjang musim, terutama dimusim hujan. Pertumbuhan vegetative tanaman kuat, batang utama memiliki cabang lateral sedikit sehingga cabang utama tumbuh tegak dan tinggi. Tajuk tanaman kompak, daun berwarna hijau, kurang berlilin dan berukuran sedang. Buah berwarna merah tua pada saat matang, panjang buah 12-14 cm denagn diameter 1,5 cm. Umur panen 90 hari setelah semai dengan potensi hasil 20 ton per hektar.

Keriting local

Banyak varietas cabe keriting local Indonesia yang tahan terhadap hujan. Hal ini karena varietas ini telah diturunkan secara turun-menurun sehingga sangat sesuai untuk daerah local penanaman. Varietas keriting local yang tahan terhadap hujan misalnya keriting local kudus, rembang, lampung, sumatera barat, garut, karo, dan sebagainya. Selain cabe local daerah, ada cabe keriting local yang telah diseleksi perusahaan benih misalnya laris (East West seed), cemeti (Chia-Thai seed), select keriting (selektani), tampar (sang Hyang Seri), andal, prima, dan sebagainya.

a. Laris 
Varietas ini dapat ditanam pada ketinggian  0-700 m dpl. keseragaman tanaman tinggi, batang tegak, besar, dan kuat dengan percabangan banyak. Panjang buah 16-18 cm dengan warna buah merah mengilap pada waktu masak. Rasanya sangat pedas dengan produksi buah mencapai 15-18 ton per hektar.

b. Cemeti
Varietas cemeti merupakan cabe keriting seleksi dari cabai keriting local yang banyak ditanam di Indonesia. Varietas ini mmepunyai ketahanan penyakit yang sangat baik dan sangat sesuai untuk ditanam dimusim hujan. Bentuk buah kecil, panjang, dan keriting. Warna buah merah cerah pada saat masak dengan rasa buah yang sanga pedas. Panen perdana dapat dilakukan pada 75-85 ton/ha.

Cara Memilih Lokasi Penanaman Cabe

Lokasi penanaman merupakan unsur penting dan strategis dalam menentukan kesuksesan usaha bertanam cabe dimusim hujan. Belum tentu lokasi penanaman yang dianggap baik dapat diusahakan untuk bertanam cabe dimusim hujan.

Hindari lokasi bekas lahan Tanaman Solanaceae

Lokasi dipilihkan bekas pertanaman padi atau setidak-tidaknya bukan bekas lahan cabe atau bukan bekas tanaman family Solanaceae (tomat, kentang, terung, dan sebagainya). Lahan bekas tanaman kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, semangka, dan sebagainya dapat digunakan untuk bertanam cabe dimusim hujan. Letak lahan yang akan diusahakan sebaiknya juga jauh dari tanaman cabe, terung, atau tomat karena hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman cabai tersebut akan berpindah ke tanaman lain yang masih muda.

Usahakan lokasi mendapat penyinaran optimal

Pada musim hujan, sinar matahari yang terik jarang muncul.oleh Karena itu, penanaman cabe dimusim hujan sebaiknya dilakukan didaerah yang terbuka dan tidak terlindung tanaman besar seperti pohon kelapa, bambu, atau cengkeh. Dengan demikian, tanaman dapat secara optimal menangkap cahaya matahari. Lokasi penanaman cabai dimusim hujan sebaiknya juga tidak terlalu dekat dengan sungai besar atau berada didaerah cekungan karena beresiko kebanjiran pada saat hujan lebat.

Pilih lokasi yang mudah dijangkau

Pada musim hujan, kecepatan  aliran sarana produksi pertanian ke lahan harus cepat supaya tetap utuh dan tidak rusak. Lokasi yang terlalu jauh masuk ke dalam akan menyulitkan pengangkutan sehingga ada tambahan ongkos angkut tenaga kerja. Lokasi penanaman yang paling baik di musim hujan haruslah dekat dengan lahan jalan untuk menghemat transportasi pengangkutan saprotan.

Hindari tanah liat dan masam

Jenis tanah yang sangat liat/lengket (kurang porous) seperti tanah grumosol dan podzolik merah kuning sebaiknya dihindari karena pembuangan air menjadi sulit bla terguyur hujan terus menerus. Tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lain yang mudah membuang kelebihan air merupakan tanah yang ideal untuk bertanam cabe dimusim hujan.

Derajat kemasaman tanah (pH) sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Pada musim hujan, penanaman cabai pada tanah masam (pH<6) harus dihindari karena tanah masam sangat sesuai untuk perkembangan penyakit tanaman yang ditularkan lewat tanah seperti layu Fusarium, Phythophtora, dan lain-lain, derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya cabai berkisar antara pH 5,5-6,8, sedangkan pH optimal 6,0-6,5. 

Pada umumnya tanah di Indonesia ber –pH rendah (masam) yaitu berkisar 4,0-5,5. Untuk meningkatkan pH tanah dapat ditambahkan kapur pertanian seperti kalsit atau dolomite (Calmag). Untuk mengetahui pH tanah dapat digunakan alat pH meter yang tersedia di took-toko pertanian besar.

Usahakan ketinggian penanaman 200-600 m dpl

Lokasi penanaman cabe pada musim hujan dapat berada pada semua ketinggian dari 0-1.200 m dpl. Namun, untuk hasil optimal sebaiknay lokasi penanaman dipilih pada ketinggian 200-600 m dpl. Pada ketinggian di atas 600 m dpl kabut sudah kering turun sehingga kelembaban tanaman terlalu tinggi. Akibatnya perkembangan penyakit sangat cepat.

Mempersiapakan Lahan Penanaman Untuk Musim Hujan

Penyiapan lahan untuk penanaman cabe dimusim hujan berbeda dengan pada saat musim kemarau. Perbedaan itu terletak pada kedalaman dan lebar saluran pembuangan air.

Buatlah bedengan yang mampu mengantisipasi banjir

Pada musim hujan, air sangat melimpah sehingga kelebihan air harus dibuang tuntas. Agar terhindar dari hal-hal buruk selama musim hujan maka bedengan dibuat dengan ukuran sebagai berikut.

  • Lebar bedengan 100-110 cm
  • Lebar selokan 60-70 cm, berarti lebih lebar daripada ukuran  dimusim kemarau. Hal ini untuk memperlancar sirkulasi udara dan mempermudah penyemprotan sebab kondisi tanaman lebih subur pada musim hujan sehingga kemungkinan tajuk tanaman akan saling bertumpukan.
  • Panjang bedengan diusahakan tidak lebih dari 12 m untuk mempermudah pemeliharaan tanaman dan pembuangan air yang berlebihan.
  • Tinggi bedengan minimal 50 cm. agar akar tanaman tidak tergenang langsung pada saat hujan deras. Selain itu, air hujan juga dapat dibuang tuntas sehingga risiko kematian terkurangi. Petani tradisional di Brebes sudah biasa menerapkan hal ini. Petani cabai hibrida yang juga menerapkan cara ini diantaranya petani Tasikmalaya, Sukabumi, Bogor, Yogyakarta, dan Magelang.

Lakukan pengapuran lahan bersamaan dengan pembajakan

Pengapuran bertujuan untuk menaikkan pH tanah yang semula asam menjadi mendekati netral.  Pengapuran  juga dapat menambah unsur hara kalsium (Ca) maupun magnesium (Mg) yang sangat diperkaptan CaCO3 dan dolomite Ca Mg (CO3). Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 2-4 ton/ha atau sekitar 200-400 g per m².

Pengapuran  pada musim hujan sebaiknya dilakuakn bersamaan dengan pembajakan tanah. Dengan cara demikian diharapkan kapur akan segera bereaksi dan siap menteralkan kemasan tanah sebelum bibit cabai ditanam dilapangan.

Pupuklah bedengan dengan jenis dan dosis yang tepat

Pada musim hujan, total pupuk yang diberikan bersamaan dengan pemasangan mulsa plastic-hitam perak (PHP) sebanyak 85% dari penanaman di musim kemarau karena jumlah air yang melimpah dimusim hujan akan mudah malarutkan pupuk pada bedengan. Namun, perlu perhatikan bahwa pada  musim hujan ini komposisi pemupukan sebaiknya tidak terllau banyak mengandung unsure nitrogen karena unsure nitrogen akan diperoleh juga dari udara bebas.

Kelebihan unsur nitrogen menyebabkan barang tanaman cabe banyak mengandung air (sekulen). Tanaman yang sekulen akan mudah terserang hama dan penyakit. Selengkapnya komposisi pemupukan cabe dimusim hujan.

Jensi dan dosis pupuk cabai di musim hujan
Jenis pupuk                        dosis per tanaman (gram)                            Dosis per ha (kilogram)
Pupuk kandang                                 1.000                                                                     16.000
ZA                                                         20                                                                           320
Urea                                                      10                                                                           160
TSP (SP-36)                                         35                                                                           560
KCl                                                       20                                                                           320
Borate                                                   1                                                                              16
Furadan/Petrofur                                  2                                                                              32

Pupuk kandang diberikan pada saat bedengan selesai 70%. Pemberian dilakukan per bedengan dengan memeprkirakan satu tanaman mendapatkan dosis 1 kg. setelah pupuk kandang ditebarkan, lahan dicangkul kecil-kecil agar pupuk kandang bersatu dengan tanah bedengan. Selang waktu antara penebaran pupuk kandang dan pupuk kimia kira-kira 2 minggu.

Sebelum pupuk kimia ditebarkan, kondisi bedengan yang akan dipupuk harus basah oleh air hujan atau telah tergenangi air pada malam sebelumnya. Pupuk ditebarkan secara merata di seluruh permukaan bedengan. Bedengan kemudian dicangkul agar pupuk berbaur dengan tanah. Setelah itu, bedengan dirapikan dengan menghaluskan/meratakan permukaannya menggunakan potongan bilah bamboo besar atau sisi-sisi tepi cangkul.

Bedengan yang telah dipupuk dan dirapikan disebut sebagai bedengan jadi. Bedengan air ini disiram secukupnya kemudian segera ditutup dengan mulsa PHP.

Pasanglah mulsa dengan bantuan pasak penjepit

Pemasangan mulsa PHP idealnya menunggu saat cuaca panas atau antara pukul 09.00-14.00 sebab dalam kondisi panas, mulsa plastic-hitam perak akan mudah mengembang bila ditarik kencang. Namun, sinar matahari yang terik sulit diperoleh pada musim hujan. Untuk mengatasi hal ini, mulsa PHP dikaitkan terlebih dahulu dengan  perak penjepit mulsa yang terbuat dari bilah bambu pada ujung-ujung bedengan. 

Dengan demikian, bedengan telah tertutup mulsa PHP sehingga pupuk yang telah disebar pada permukaan bedengan tidak hanyut oleh hujan. Esok paginya, pada saat panas, mulsa pada sisi-sisi bedengan dirapkan (dikaitkan) pada tanah.

Sehari menjelang penanaman, dibuat lubang penanaman pada mulsa PHP. Pelubang plastic mulsa berupa pelat besi yang diisi arang bakar denagn diameter lingkaran 10 cm. jarak tanam pada system zig-zag adalah 60 cm x 65 cm, sedangkan pada system berhadap-hadapan 60 cm x 60 cm. untuk mendapatkan hasil optimal, jarak tanam dibuat secara berseling (zig-zag).

Usahakan populasi tanaman tidak terlalu padat

Populasi tanaman cabe dimusim hujan sebaiknya tidak terlalu padat agar tidak merangsang pertumbuhan dan perkembangan hama serta penyakit tertentu. Kepadatan tanaman sebaiknya tidka lebih dari 17.000 tanaman per hektar dan idealnya 16.000 tanaman per hektar untuk lahan datar dan 14.000 tanaman untuk lahan terasering. Jarak tanam yang digunakan untuk musim hujan yaitu 60 cm x 65 cm dengan system tanam zig-zag atau 65cm x 70 cm dengan system tanam berhadap-hadapan antar tanaman.

Apabila lahan penanaman berbentuk terasering (bukan hamparan) maka penananamn sebaiknya dimulai dari hamparan paling bawah. Dengan demikian, bila tanaman paling tua terserang penyakit tidak akan menular ke tanaman yang lebih muda lewat air pengairan.

Gunakan bibit yang seragam untuk penanaman satu petak

Di dataran rendah sampai menengah (0-700 m dpl) bibit cabe hibrida siap ditanam pada umur 20 hari setelah semai, sedangkan cabe local 25 hari setelah semai. Untuk praktisnya, apabial tidak memperhitungkan umur, bibit dianggap siap tanam bila telah berdaun 3-4 helai.

Pada musim hujan, penanaman cabe dapat dapat dilakukan kapan saja, asalkan kondisi udara tidak terlalu panas. Sebelum ditanam, plastic polibag dilepaskan. Caranya, ujung permukaan tanah media semai agak dipadatkan kemudian plastic dibuka secara perlahan (kalau perlu dirobek). Bibit dalam satu patak penanaman harus seragam sehingga pertumbuhan  dan produktifitasnya relative seragam. Apabila dipaksakan menanam bibit yang kurang seragam dalam satu bedengan maka bibit yang ukurannya kecil akan kalah dalam penyerapan air makanan dari tanaman disekitarnya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku : Kiat Sukses BERTANAM CABAI DI MUSIM HUJAN, Penerbit : Penebar Swadaya
Sumber Gambar : http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-images-red-chilli-pepper-plant-image23161749

Macam Macam Tanaman Sayuran dan Manfaatnya

Kita pasti sudah mengetahui manfaat sayuran bagi manusia, bahkan tubuh kita akan sehat dan bugar apabila kita sering mengkonsumsi macam macam sayuran, alasan utamanya karena sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral. Sayuran-sayuran yang berwarna hijau tua menunjukkan kandunagn zat besi dan karotin. Sayuran buah dan umbi juga mengandung karotin yang tinggi. Jika dikonsumsi dan dimasak dengan benar, sayuran sangat besar manfaatnya bagi kehidupan dan kesehatan manusia.

macam macam sayuran, macam macam tanaman sayuran, manfaat sayuran, tanaman semusim, jenis sayuran, manfaat sayuran hijau, tanaman sayuran

Macam-macam Sayuran

Ada beberapa macam sayuran yang dapat digolongkan berdasarkan bagian yang dipergunakan dan dikonsumsi.

1. Sayuran tangkai/daun
Sayuran jenis ini ditanam untuk diambil tangkai/daunnya, seperti: bayam, sawi, kobis, selada, dsb nya.

2. Sayuran buah
Sayuran jenis ini ditanam untuk dikonsumsi buahnya. Kacang-kacangan juga termasuk di dalamnya.contoh sayuran buah: tomat, terong, buncis, kapri, kacang panjang, dsb nya.

3. Sayuran akar/umbi
Sayuran jenis ini ditanam untuk dikonsumsi akar/umbinya, misalnya : wortel, kentang, biet. Dsb nya.

4. Sayuran bunga
Sayuran jenis ini ditanam untuk diambil bunganya, misalnya : kobis bunga, tebu telur, dsb nya.

5. Sayuran sebagai bumbu
Sayuran jenis ini ditanam untuk dipergunakan sebagai bumbu untuk memasak. Contohnya : Lombok, bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, kunci, laos , dsb nya.

Sifat-sifat Sayuran

Ditinjau dari daerah penanamannya, ada sayuran yang tumbuh di dataran rendah, dataran tinggi, daerah sedang, tetapi ada juga yang bisa tumbuh di dua daerah sekaligus, baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Semua tergantung dari sifat dan kulturnya.

Kobis, misalnya, bisa ditanam pada ketinggian 100-2000 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan wortel hanya tumbuh secara baik jika ditanam pada ketinggian di atas 600 meter.
Kemudian, ditinjau dari umurnya, ada sayuran yang bersifat tanaman semusim dan ada yang bersifat tanaman tahunan.

Tanaman semusim pada umumny hanya bisa dipungut 1-3 kali saja, misalnya dari umur tiga minggu sampai enam bulan atau lebih sedikit. Misalnya : padi, kacang panjang, kedelai, cabai, tomat, dsb nya.

Sedangkan tanaman tahunan bisa dipanen beberapa kali, dan umurnya bisa mencapai tiga tahun. Misalnya: padi, kacang panjang, kedelai, cabai, tomat dan sbg nya.

Sedangkan tanaman tahunan bisa dipanen beberapa kali, dan umumnya bosa mencapai tiga tahun. Misalnya : kelapa, kopi, mangga, nangka, durian, ranbutan, dsb nya.

Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sayuran

Pertumbuhan suatu tanaman-termasuk sayuran-sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti tanah, iklim, hama/penyakit, jenis tanaman, dan sebagainya.

Tanah 
Sayuran membutuhkan tanah yang tidak terlalu dalam, gembur, dan banyak mengandung bahan-bahan organis. Tanah semacam ini dapat menahan air. Akar sayuran mudah menembus tanah yang gembur. Tanah memberikan unsure-unsur makanan pada sayuran. Akar sayuran mengambil zat-zat makanan dari dalam tanah, zat tersebut yang dipergunakan untuk pertumbuhan.

Tanaman akan baik pertumbuhannya jika kondisi akarnya baik. Perkembanagn akar sangat tergantung kondisi tanah. Tanah member unsure-unsur makanan pada tanaman. Akar berfungsi mengambil zat-zat makanan di dalam tanah yang dipergunakan untuk pertumbuhan tanaman.

Tanah menyediakan unsur-unsur yang sangat penting bagi tanaman, seperti : Nitrogen (N), Phospor (P), Kalium (K), magnesium (Mg), dan Calsium (Ca). Unsur-unsur ini mutlak dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, biasanya beratus-ratus kilogram  dalam satu  hektar tanah.

Selain unsur-sunsur tersebut, tanaman juga membutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit unsure-unsur lain, seperti : Sulphur (S), Mangan (Mn), Zinc (Zn), Copper (Co), dan Molupdenum (Mo).
Nitrogen penting untuk membangun material tanaman. Hal ini penting terutama untuk tanaman sayuran daun.

Bila kekuranagn unsure nitrogen, maka tanaman akan menampakkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Pertumbuhan tanaman terganggu.
  • Warna daun pucat kekuning-kuningan, mulai dari bagain yang lebih tua, akibatnay menjalar ke seluruh daun tanaman.
  • Daun menjadi cokelat dan lemah.

Phospor memiliki peran yang penting dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan akar, mempercepat pembuanagn dan masaknya  buah atau biji. Hal ini penting, terutama bagi tanaman yang diambil buah/bijinya.

Bila tanaman kekuranagn unsur phosphor, maka :

  • Pertumbuhan atau perkembangan akar kurang baik
  • Batang/tangkai memanjang dan kurus.
  • Warna daun pudar hijau ke abu-abuan.
  • Hasil buah dan biji sedikit
  • Warna daun ungu, kadang-kadang meruncing.

Kalium berfungsi membantu tanaman agar tahan terhadap penyakit. Kalium penting untuk tanaman karena menghasilkan banyak pati atau gula. Tanaman kelapa, misalnya, paling banyak membutuhkan kalium.

Bila tanaman kekurangan unsure kalium, maka:

  • Daun menjadi kuning, tepi daun dan pucuknya menjadi kering; dimulai dari bagin-bagian yang lebih tua lalu menjalar pada bagian-bagian yang lebih muda.
  • Jaringan tanaman lemah sehingga mudah terserang serangga dan cendawan
  • Hasil buahnya  kurang memuaskan

Magnesium berfungsi untuk chlorophyll, yakni zat hijau daun yang menagkap sinar matahari. Selain itu, magnesium juga berfungsi untuk membentuk minyak dan lemak pada tanaman. Untuk itu, magnesium sangat penting bagi tanaman kelapa dan kacang tanah.

Iklim
Di Indonesia ada dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Pada umumnya, tanaman sayuran tumbuh baik pada musim kemarau, asal cukup air untuk pengairan. Namun, ada juga jenis tanaman sayuran yang dapat tumbuh baik pada musim penghujan.

Iklim merupakan salah satu factor penting dalam usaha menanam sayuran. Untuk itu, petani sayuran harus memiliki pengetahuan tentang iklim sehingga dapat menentukan atau memilih jenis sayuran yang akan ditanam.

Iklim disuatu tempat sangat ditentukan atau dipengaruhi oleh sinar matahari, curah hujan, suhu, kelembapan dan angin.

1. Sinar matahari
Adanya penyinaran matahari akan menimbulkan cahaya yang sangat dibutuhkan untuk:

  • Pembentukan  zat  warna hijau (chlorophyll).
  • Pertumbuhan tanaman dan kualitas produksi. Tanaman yang kekurangan cahaya matahari sifat pertumbuhannya lemah,pucat, dan memanjang.

Dalam soal kebutuhan tentang sinar matahari, ada tanaman sayuran yang membutuhkan penyinaran panjang (lama), ada pula yang pendek (sebentar). Penyinaran panjang ialah lebih dari dua belas jam, sementara penyinaran pendek kurang dari dua belas jam.

2. Curah hujan
Tanaman sayuran hanya bisa hidup dengan baik di tempat-tempat yang tidak kekurangan air. Sumber air terutama akan terjamin apabila curah hujan cukup, kecuali di beberapa daerah yang irigasinya bagus. Di sini, bukan banyaknya hujan yang penting, melainkan meratanya curah hujan sepanjang tahun.
Petani harus tahu tanaman sayuran jenis apa yang bisa hidup pada musim penghujan dan kemarau. Pada musim penghujan, air tidak boleh sampai menggenangi tanaman sayuran. Sebaliknya, pada musim kemarau tanaman sayuran tidak boleh kekuranagn air, apalagi sampai kekurangan.

3. Suhu
Tinggi rendahnya suhu menimbulkan reaksi pada tanaman sayuran. Pertumbuhan. Pertumbuhan sayuran yang baik memerlukan batas-batas suhu tertentu. Ada tanaman yang memerlukan suhu tinggi, ada pula yang memerlukan suhu rendah atau sedang. Pada suhu tinggi, tanaman kehilangan air akibat penguapan, apalagi jika kelembapan rendah. Oleh karena itu, letak tanaman sayuran sebaiknay dekat sumber air.

Pada umumnya, tanaman sayuran tumbuh subur pada musim kemarau, tetapi sekali jangan sampai kekuranagn air. Akan lebih baik jika kita menanam sayuran pada akhir musim penghujan selagi tanah masih cukup basah.

Setiap tanaman cocok denagn suhu yang berbeda-beda. Kobis dan kentang, misalnya, menghendaki suhu rendah, supaya daunnya tidak begitu keras. Sedangkan buncis, sebaliknya, menghendaki suhu yang lebih tinggi.

4. Kelembaban
Tanaman sayuran cocok dengan tingkat kelembapan yang sedang dan cukup. Tanaman sayuran cocok dengan kelembaban tanah yang seimbang.

5. Angin
Pada musim kemarau, angin yang besar tidak baik bagi tanaman sayuran karena mempercepat penguapan sehingga tanah cepat kering. Sebaliknya, bila angin terjadi pada musim penghuajn maka bisa mengurangi  kelembaban karena banyak penguapan sehingga tanah tidak penuh dengan air. Dengan demikian, tanaman akan tumbuh lebih baik. Selain itu, angin besar bisa juga merusak tanaman.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku : PETUNJUK PRAKTIS MENANAM KENTANG, Penerbit : NUANSA
Sumber Gambar : http://garden-photos-com.photoshelter.com/image/I0000Fwc5UEqFQI0

Panduan Budidaya Buah Pepaya Dan Cara Menanamnya

Pepaya adalah buah yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia, ya..., karena buah ini sudah diberikan pada saat anak-anak di waktu kecil bahkan sari buahnya sering diberikan pada bayi, kenapa demikian? karena kandungan vitamin buah pepaya mengadung vitamin A dan C yang sangat baik bagi ketahanan dan perkembangan tubuh manusia. Namun tahu kah anda bagaimana cara menanam atau budidaya buah pepaya ini? nah anda bisa lihat penjelasan secara singkatnya di bawah ini.



pepaya, buah pepaya, budidaya pepaya, manfaat pepaya, menanam pepaya, cara menanam pepaya, manfaat buah pepaya Syarat-syarat Untuk Tumbuhnya Pepaya

1. Syarat iklim
Pepaya membutuhkan penyinaran penuh dan langsung. Tidak tahan kena lindung dan tidak tahan hawa dingin. Dikatakan pula papaya termasuk tanaman yang memerlukan penyinaran penuh dan langsung setiap harinya.

Di Indonesia dapat diusahakan di daerah basah hingga kering. Suhu rata-rata yang diperlukan untuk partumbuhan yang baik adalah 25°C.  Pada daerah ini pembuahan lebih lebat dibandingkan denagn daerah yang suhunya lebih rendah atau lebih tinggi.
Jika pohon papaya terlindung pohon lain atau terlalu deka dengan rumah sehingga penyinaran kurang, tumbuhnya akan memanjang dan lambat sekali berbunga, bahkan ada yang sama sekali tidak menghasilkan bunga.

2. Syarat  tanah dan tempat.
Papaya dapat tumbuh pada semua jenis tanah, asal tanahnya cukup subur, gembur,drainase baik dan peredaran udara tanah (aerasi) lancar. Terutama tanah lapisan atas harsu betul-betul gembur, mengingat keadaan perakaran papaya tidak begitu dalam terapi tersebar dekat permukaan tanah.

Air tanah harus cukup dalam, karena papaya tidak tahan air yang menggenang, jika air tanah terlalu dangkal, kurang dari 50 cm dibawah permukaan tanah dapat mengakibatkan buduknya akar, terutama dimusim hujan. Dengan demikian senantiasa harus diusahakan agar tanah sekitar jangan  terlalu becek.

Daerah penanaman papaya umumnya di daerah-daerah dengan kemasaman sedang sampai normal, tetapi juga tumbuh pada tanah denagn pH 4,5-6. Paling baik tumbuhnya pada tanah dengan kemasaman normal (pH : 6,5-7,0).

Pengapuran untuk tanah-tanah dengan pH dibawah normal (lebih kecil dari 6,0) sangat perlu sekali dilaksanakan, untuk memelihara  agar pH mencapai 6,5 sampai 7,0. Di samping itu dengan pemberian kapur ini memudahkan tersedianya unsure-unsur lain dalam tanah yang diperlukan papaya, mengingat sifat unsure Ca yang ada didalamnya dapat mendorong unsure lain dari ikatannya menjadi unsure hara tersedia bagi tanaman.

Pemupukan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang ataupun kompos dan pupuk  buatan, merupakan syarat utama untuk mendapatkan hasil buah yang baik.
Pada tanah yang terlalu becek karena selalu jenuh air, papaya kurang baik tumbuhnya.Akar banyak yang membusuk. Bahkan genangan air sampai 24 jam saja kadangkala dapat mengakibatkan matinya pohon.

Pada tanah kekurangan air, artinya tanah yang kurang lembab, berbunganya sedikit atau tidak berbunga sama sekali. Daun rontok dari mulai daun bagian bawah terus menjalar ke daun bagian atas, sehingga akhirnya pepaya kelihatan gundul tidak berdaun. Demikian pula akibat kekuranagn air ini batang menjadi kurus dan pertumbuhannya lambat. Dengan demikian penyiraman di musim kemarau harus senantiasa dilaksanakan untuk menjaga agar keadaan tanah tetap lembab.

Jika keadaan tanah kurang gembur, pertumbuhan lambat dan batang tubuhnya kerdil. Hal ini disebabkan keadaan tata air dan udara tanah yang tidak lancar. Penggunaan pupuk organic betul-betul diperluakn untuk memperbaiki struktur tanah ini.

Untuk mempertahankan kelembaban tanah dimusim kemarau, terutama bagi daerah yang jauh dari sumber air, sebaiknya setelah disiram, setiap pohon disekitar leher akar tanahnya ditutup denagn bahan organic seperti jerami.  Atau dengan  istilah lain “dimulching”. Mulching artinya menutup bagain permukaan tanah dengan bahan organis dengan tujuan untuk memperkecil penguapan air sehingga tanah tetap lembab.juga kegemburan tanah dapat dipertahankan. Dengan cara ini kiranya penyiraman di musim kemarau tidak perlu dilakukan terlalu sering.

Pepaya dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi 1000 m diatas permukaan laut. Terbaik di bawah 6-700 m di atas permukaan laut.

Ketinggian tempat sangat mempengaruhi kwalitas buah. Makin tinggi tempat penanaman rasa buah semakin kurang manis. Sebaliknya makin rendah daerah penanaman rasa buah makin manis.
Di daerah tropis lainnya seperti di india dan Kenya, menurut beberapa literature ternyata pepaya dapat tumbuh dan diusahakan sampai daerah ketinggian 1200-1500 m diatas permukaan laut.

Memilih Bahan Tanaman 

Memilih bahan tanaman sangat penting sekali, karena hal ini akan berpengaruh terhadap hasil tanaman kedepannya. Pemilihan harus dimulai dari memilih macam pohon, bentuk buah dan biji dari buah yang terpilih. Dengan  demikan untuk mendapatkan bahan tanaman yang baik, produktif dan seragam, caranya sbb:

  • Pilih pohon sempurna berbuah terus menerus, buahnya lebat, besar-besar dan sehat.
  • Jika tidak mungkin diperoleh pohon pepaya, buah dapat juga dibeli dari pasar. Buah tersebut harus betul-betul masak. Pilih buah besar yang berbentuk lonjong atau bula telur beralur lima.
  • Buah yang terpilih potong 1/3 bagian pangkalnya, 2/3 bagian lagi yaitu bagain tengah dan ujung diambil bijinya unutk dipilih sebagai benih.
  • Dari 2/3 bagian buah yang diambil dipilih biji yang berwarna hitam, sedangakn yang berwarna putih dibuang.
  • Cuci biji tersebut dengan cara diremas-remas. Selaput biji hendaknya dibuat sampai mengelupas. Setelah itu diangin-anginkan ditempat kering. Biji ini dapat langsung ditanamkan atau disemaikan. Jika tidak langsung ditanamkan, sebaiknya disimpan di dalam botol berwarna, yang terlebih dahulu dicampur dengan abu dapur. 1 kg abu dapur untuk setiap 2 kg biji.
  • Membedakan warna biji dan bagian buah merupakan syarat utama untuk memperoleh benih dan bibit pepaya yang baik dan produktif. Dengan cara pemilihan bahan tanaman seperti di atas akan dihasilkan lebih banyak pohon sempurna yang berbuah terus menerus (±75%).

Cara Menanam Pepaya

Menanam pepaya dapat langsung dalam bentuk biji atau bibit yang terlebih dahulu melalui pesemaian.
Waktu tanam palig baikdilaksanakan 4-5 bulan sebelum datang musim hujan, atau pada saat musim kemarau.

Jarak tanam bervariasi antara : 2 x 2 m;2 x3 m; 3 x 3 m atau 4 x 4 m
Lubang tanam sebaiknya dibuat 1 bulan sebelum menanam. Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm.

Membuat  lubang tanam
Galilah lapisan tanah diatas sedalam 25 cm. Tanah galiannya diletakkan di sisi kanan lubang. Setelah itu tanah lapisan bawah yang dalamnya 25 cm. tanah galiannya diletakkan disisi kanan lubang. Setelah itu tanah lapisan bawah yang dalamnya 25 cm lagi digali, tanah galiannya diletakkan disisi kiri lubang.Biarkan  lubang tanam ini terbuka selama 2 minggu, agar terjemur cukup lama.

Setelah 2 minggu tanah disebelah kiri yang berasal dari bagain bawah, dimasukkan lagi. Sedangkan tanah lapisan atas yang disebelah kanan, sebelumnya dicampur terlebih dahulu denagn pupuk kandang, baru dimasukkan lagi ke dalam lubang.

Banyaknya pupuk kandang unutk tisp lubang tanam 20 kg (±2 kaleng minyak tanah), setelah selesai tancapkan ajir tepat ditengah-tengah lubang, sebagai tanda untuk  mana benih atau bibit nanti ditanamkan.
Sebaiknya lubang yang sudah ditutup kembali ini dibiarkan 2 minggu. Maksudnya agar pada saat menanam pupuk kandang yang dibenamkan sudah masak benar. Dalam jangka waktu tersebut pembusukan bahan organis oleh bakteri-bekteri pembusuk sudah berhenti, sehingga sudah tersedia humus yang siap unutk diurai dan diisap akar tanaman.

1. Menanam langsung sebagai benih (=biji).
Tanamkan 3-5 biji dalam satu lubang. Setelah itu tutup dengan pelepah pisang, yang dibentuk segitiga sama kaki. Sebelumnya lubang tanam ini disiram secukupnya.

Agar keadaan lubang tanam tetap lembab, tutuplah tanah dibagian luar penutup biji denagn jerami yang dihamparkan rata. Dengan cara ini penyiraman tidak perlu dilakuakn terlalu sering.

Penyebaran biji dalam lubang tanam jangan saling berdempetan, tetapi diusahakan cukup renggang. Dalamnya pembenaman biji 1-1,5 cm, atau 2 kali ketebalan biji tersebut. Biji mulai berkecambah biasanya 12-15 hari setelah ditanamkan.

1,5 bulan setelah tanam, pilih 2 pohon yang pertumbuhannya sehat. Pohon lain yang tidak terpilih dicabut. Untuk seterusnya sampai umur 3,5 bulan, ketika  pepaya mulai berbunga, dipilih lagi dan biarkan satu pohon yang terbaik. Pilih pohon yang berbunga sempurna.

Dari bunga yang muncul pertama kali dapat diketahui pohon pepaya apa yang akan terjadi. Jika bunga pertama merupakan bunga sempurna atau bunga betina, untuk selanjutnay pohon yang akan tumbuh adalah pohon sempurna atau pohon betina.

Pemilihan  akan lebih mantap jika dilaksanakan pada pembungaan ketiga, yaitu setelah tanaman berumur 4-5 bulan. Hasilnya akan lebih meyakinkan, pohon pepaya apa yang akan terjadi dan buah apa yang akan dihasilkannya nanti.

2. Menanam dalam bentuk  bibit.
Bibit pepaya dapat dihasilkan melalui persemaian dalam bentuk bedengan atau melalui pembibitan dalam pot. Untuk cara kedua dapat digunakan pot bamboo atau kantong plastic yang cukup besar.

Membuat persemaian
Pilih tanah yang cukup subur. Cangkul sampai gembur dan bersih dari  rumput-rumputan jahat.kemudian tanah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya.

Buat bedengan memanjang arah utara-selatan, yang lebarnya 120 cm, panjangnya tergantung pada keadaan kebun. Lapisan tanah bagian atas ditaburi pasir setebal 2 cm lalu bedengan disiram air hingga cukup basah. Selanjutnay diberi atap menghadap kea rah Timur, dari mana matahari terbit.

Biji disemaikan sedalam 1-1,5 cm, jarak satu sama lain 10 x 10 cm. Atau 10 cm antar biji dan 10 cm antar berisan. Setelah 3 minggu bibit dipindahkan ke dalam keranjang atau kantong plastic, unutk dipelihara sebalum dipindahkan ke pertamanan. Jika tidak demikian bibit dari pesemaian ini dapat pula secara langsung dipindahkan ke pertanaman, setelah bibit berumur 6 minggu. Lamanya pemeliharaan bibit dalam keranjang adalah 3 minggu.

Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang untuk  mengisi keranjang atau kantong plastic bibit adalah 2:1:1. Selanjutnya bumbunan ini disimpan di atas tanah bekas pesemaian.

Jika bibit dipindahkan langsung dari persemaian ke pertamanan harsu dilaksanakan dalam bentuk”puteran”, yaitu bibit dipindahkan bersamaan dengan  bagian tanah disekitar akar. Kegagalan utama cara ini adalah kerusakan akar. Adanya akar yang rusak pada saat pemindahan bibit membawa akibat matinya tanaman.

Pembibitan dalam pot
Untuk ini dapat digunakan pot bamboo yang cukup besar,a tau kantong plastic ukuran 7,5 cm penampang dan tingginya 15 cm. sebelumnya kantong-kantong plastic diberi lubang-lubang kecil dengan menggunakan gunting. Sedangkan jika digunakan bamboo, bamboo-bambu ini terlebih dahulu dibelah jadi dua,kemudian disatukan lagi dengan cara diikat.

Siapkan tempat atau bedengan yang diberi atap untuk menyimpan pot-pot pembibitan. Pada bagian dasar bedengan direntangkan lembaran plastic yang cukup tebal.

Isi pot-pot tersebut dengan campuran tanah dan pupuk kandang sampai 2 cm dibawah tepi atas pot. Penuhi pot ini dengan pasir (±2 cm), hingga rata dengan permukaan pot. Benamkan 2 biji pepaya setiap pot sedalam 1-1,5 cm. Selanjutnya pot-pot ini diletakkan di atas hamparan plastic didalam bedengan.
Setelah 3 minggu bibit sudah cukup besar, dipilih satu bibit setiap pot yang pertumbuhannya terbaik. Bibit dapat dipindahkan setelah berumur 6-7 minggu. Tinggi bibit yang baik 15-25 cm.

Membibitkan dengan cara ini lebih praktis dari pada melalui pesemaian, hanya biayanya lebih besar. Kerugian akibat kerusakan akar pada saat pemindahan bibit yang dihindarkan.

Menanamkan Bibit

Ambil bibit dari pesemaian dalam bentuk bibit puteran atau bibit “bumbunan” yang dibibitkan dalam pot. Pilih bibit yang sehat dan ketinggiannya seragam.

Hal yang harus diperhatikan pada saat pemindahan bibit ialah agar dijaga jangan sampai ada akar yang rusak. Kerusakan yang terjadi pada saat pemindahan bibit dapat mengakibatkan matinya tanaman.
Tanamkan bibit pada tiap lubang tanam yang sudah disiapkan jauh sebelumnya, dengan akar leher tepat di atas permukaan tanah. Tekan tanah disekitar batang pelan-pelan kea rah dalam, agat tanah disekitar itu cukup padat.

Jika bibit yang ditanam bibit”bumbunan”, sebelum tanam keranjang atau potnya digunting sebelah menyebelah. Kalau pot berasal dari bamboo. Lepaskan tali pengikatnya sehingga kedua belahan bamboo tersebut mudah dikelupaskan. Pada saat tanam setelah bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam, pot atau keranjang ini dilepas dengan cara menariknya ke atas, sehingga mengelupas. Seterusnya tanah disekitar batang ditekan pelan kea rah dalam.

Setelah penanaman selesai, tiap lubang tanam disekitar bibit ditutup dengan jerami. Maksudnya agar supaya bibit yang baru ditanamkan tidak terlalu kekeringan, dan keadaan tanah dipertahankan tetap lembab. Selanjutnya disiram secukupnya.

Waktu tanam sebaiknya dilaksanakan sore hari, mengingat musim kemarau. Jika ditanamkan pagi hari bibit akan mengahadapi hari terik, sehingga kemungkinan bibit tumbuhnya merana karna panas.
2-2,5 bulan setelah tanam,pohon pepaya mulai berbunga. Dari bunga yang muncul pertama kali selanjutnya dapat ditentukan pohon pepaya apa yang tumbuh kemudian. Apa pohon betina, pohon jantan ataukah pohon sempurna sehingga dapat diketahui type buah bagaimana nantinya yang akan dihasilkannya.

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.


Sumber Buku : Mengenal Peranan dan Kegunaaan serta Budidaya PEPAYA, Penerbit : PT SURYA AKSARA MAS
Sumber Gambar : http://www.news.illinois.edu/news/08/0423papaya.html

Morfologi Tanaman Teh Manfaat Khasiat Daun Teh

Para ahli tanaman memberi nama Teh dengan beberapa macam nama antara lain adalah Camelia theifera, Thea sinensis dan Camelia thea. Beberapa nama itu diberikan karena memang belum ada kesatuan pendapat tentang nama itu.
Namun menurut sistematika, disebutkan:
Nama jenis    : Thea link
Suku              : Camelia
Orde              : Transtroemiaceae
Keluarga       : Cistiflorae

Morfologi Tanaman Teh, Manfaat daun teh, Khasiat Daun Teh, tanaman teh, kandungan teh, kasiat daun teh, manfaat teh untuk wajah, daun teh



Pohon teh ini berasal dari pegunungan Himalaya, terutama di daerah-daerah Burma, India, Tiongkok dan juga Tibet. Kemudian di masing-masing Negara teh diberi nama sendiri-sendiri. Teh dari daerah itulah yang menjadi jenis pokok teh dan diberi nama Assamica.

Dari Negara-negara itulah teh disebarluaskan dan tentu saja telah bervariasi dengan jenis-jenis lainnya. Dengan demikian  maka akan banyak dikenal nama-nama teh dan disebutkan dari mana daerahnya masing-masing. Teh asal Tiongkok yang kemudian ditanam di Jepang, lalu dibawa ke Indonesia dan ditanam di Jawa, maka sesampainya di jawa akan disebut dengan nama teh Jawa.

Jenis Teh di Indonesia

Jenis teh yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah jenis Sinensis. Setengah abad kemudian dimasukkan pula jenis teh Assamica. Dengan adanya dua jenis teh ini sering terjadi hybridasi.
Karena sifat dari Assamica lebih menguntungkan, maka lambat laun Sinensis tersedak dengan jenis Assamica. Dengan demikian maka praktis hampir setiap perkebunan teh di Indonesia menanam jenis Assamica. Akan tetapi Assamica dari bermacam-macam variasi.

Perbedaan Assamica dan sinensis:

Jenis Assamica ini dapat berbatang setinggi 12 meter, tumbuhnya cepat, mulainya bercabang agak tinggi, ukuran daunnya lebih besar kalau dibandingkan dengan jenis Sinensis dan ujungnya runcing panjang. Assamica ini dapat menghasilkan daun banyak sekali, tetapi kulaitas produksinya kurang.

Sedangkan jenis Sinensis, pohonnya rendah hanya sekitar 3 meter, bercabang banyak dan mulai bercabang di dekat permukaan tanah. Daunnya berukuran kecil bila dibandingkan dengan jenis Assamica, panjangnya kurang lebih hanya 9 cm. ujung daunnya runcing pendek. Tumbuhnya lambat dengan produksinya sedikit, akan tetapi mempunyai kulaitas produksi yang baik.

Akar Pohon Teh

Pohon teh mempunyai  akar tunggang yang panjang, akar tunggang tersebut masuk ke dalama lapisan tanah yang dalam. Percabangan akarnya pun banyak. Perakaran pohon ini akan menjadi baik jika mempunyai gerakan yang leluasa, yaitu dapat menembus tanah dengan mudah dan juga bergerak menyamping. Semua itu akan dapat dipenuhi jika mempunyai susunan dan fisik tanah yang baik.

Untuk pohon teh perakaran memang sangatlah diperlukan. Sebab ia akan banyak mengalami gangguan-gangguan dari atas. Yaitu dalam pemetikan daun dan tunas. Untuk mendapatkan akar yang melebar, maka sewaktu bibit dipindahkan ke kebub pertanaman, akar tunggang sebaiknya dipotong sedikit.

Batang Pohon Teh 

Batang pohon teh ini tumbuh  denga lurus dan banyak, akan tetapi batang ini mempunyai ukuran yang lebih kecil. Dengan demikian maka pohon teh ini akan tumbuh dengan bentuk yang mirip pohon cemara. Hal itu terjadi jika pohon teh dibiarkan tumbuh tanpa adanya pemangkasan.

Akan tetapi jika pohon teh dibutuhkan untuk diambil produksinya, bentuk yang demikian ini tidak menguntungkan. Sebab  akan mengalami kesukaran dalam pemetikannya dan juga pemeliharaannya.
Untuk itu maka dikebun-kebun teh, biasanya pohon teh dibentuk melebar dan pendek-pendek. Semua itu untuk memudahkan pemeliharaan dan pemetikannya. 

Sedangkan untuk mendapatkan pohon yang pendek akan tetapi banyak menghasilkan daun dan tunas yang kita butuhkan, maka perlu sering diadakan pemangkasan-pemangkasan sehingga tumbuhnya pohon itu akan melebar dan akan meninggi seperti pohon cemara.

Akibat dari pengaturan ini ialah:

  • Pertumbuhan perakaran akan mengalami kelambatan.
  • Pertumbuhan batang juga akan mengalami keterlambatan pula. Untuk ukuran  garis tengah pohon teh yang memang akan diproduksi tidak pernah lebih dari 20 cm, walaupun umur pohon itu telah puluhan tahun. Lain halnya kalau pohon teh ini akan dipelihara dan diambil bijinya, maka ukuran batangnya akan dapat lebih besar.
  • Pohon yang mengalami pemangkasan batang dekat dengan permukaan tanah, lama kelamaan akan menyusun percabangan yang nantinya akan membesar. Cabang pertama ini kelak akan member rangka pada pohon.

Periodiciteit

Periodiciteit ialah pertumbuhan  tunas yang silih berganti pada pohon teh. Yaitu pada ketiak daun ataupun bekas ketiak daun, dapat bergerak tumbuh menjadi tunas. Tunas ini berangsur-angsur memanjang disertai pula dengan penyusunan daun.

Akan tetapi tunas-tunas ini tidak seterusnya bergerak. Kadang-kadang tunas ini diam dan tidak dapat menghasilkan daun. Bila demikian, maka berarti tunas tersebut sedang istirahat. Sebenarnya memanjangnya tunas ini ditentukan oleh gerakan kuncup tunas yang terletak pada kuncup, ujung inipun ikut istirahat pula.
Kejadian ini tidak saja terjadi pada pohon-pohon teh yang telah berusia tua, namun juga telah terlihat pada bibit-bibit the yang baru tumbuh.

Pada tiap tunas terdapat:
1. Daun kuncup yang menutup titik tumbuh
2. Daun-daun dalam macam-macam pertumbuhan, terdiri dari yang masih muda sampai yang telah tua.

Kuncup inatif:
Yang disebut kuncup inatif adalah daun yang masih muda, baru membuka dan yang letakmya paling ujung dari tunas. Ternyata bukan bekas membungkus kuncup yang berukuran kecil dan bentuknya agak bulat.
Dengan adanya kuncup inaktif ini merupakan tanda bahwa tunas tersebut mulai akan istirahat. Pada saat seperti tunas untuk sementara berhenti tumbuh dan tak akan melanjutkan pembentukan daun-daun muda lagi.

Pada saat demikian ini , maka akan disebut dengan nama burung stadium dan kuncupnya sendiri akan disebut kuncup burung. Setelah burung stadium ini berlangsung beberapa waktu, maka kuncup ini bergerak lagi dan menjadi kuncup aktif. Bila ia sudah menjadi kuncup aktif maka tunas baru yang memanjang menyusun daun-daun baru sampai pada suatu saat bersiap-siap istirahat lagi.

Disaat tunas tumbuh dan bergerak menjadi panjang akan disebut pecco stadium. Sedangkan kuncup pada ujung tunas ini disebut “pecco”.

Bila kuncup burung telah mulai aktif lagi, maka pelan-pelan akan tersusunlah:

  • Satu atau dua helai daun yaitu sisik daun, sisik ini berukuran kecil dan panjangnya tak lebih dari 2 cm serta cepats ekali rontok.
  • Ada kalanya dua helai, namun biasanya hanya satu helai, berukuran lebih besar dari sisik daun, bentuknya sempit memanjang, tepi daun licin, daun ini disebut Kepel ceuli atau K1 dan inipun cepat gugur.
  • Biasanya hanya sehelai daun yang berukuran agak besar dan mendekati ukuran normal, akan tetapi tepi daunnya tak bergigi. Kepel kecil (K2).
  • Daun notmal yang jumlahnya dapat antara 3 sampai 8 lembar dengan tepi daun bergigi.
  • Daun yang paling sekali, masih merupakan pupus dan membungkus kuncup burung.

Adapun jangka waktu dari berlangsungnya stadium burung itu tergantung pada sifat-sifat dari genotype pohon itu sendiri dan juga dapat karena pengaruh dari iklim, tanah dan gangguan-gangguan.
Akan tetapi pohon teh ini mempunyai keistimewaan tersendiri dalam periodiciteitnya, yaitu pada sebuah pohon stadium pecco dan stadium burung tidak jauh pada waktu yang bersamaan.

Bunga dan Buah

Kalau kita lihat warna dan bentuk dari daun-daun kelompom dan daun-daun mahkota bunga, keduanya hampir sama. Kelompok daun teh itu akan berjumlah antara 4-5 helai dan berwarna agak hijau. Kalau daun mahkota bunga berjumlah sekitar 5-8 helai, adapun jumlah benang sarinya antara 100-250 helai.
Diatas mahkota bunga terdapat putik, kepala putik bersirip 3 helai. Tangkai putik berukuran panjang, tapi kadang-kadang ada juga yang pendek sekali.

Sedangkan buah teh mengandung 3 biji. Namun ada kalanya hanay mengandung 1 atau 2 biji. Atau kalau agak besar dapat pula mengandung sekitar 4 sampai 5 biji. Warnanya putih. Semakin tua warnanya akan berubah coklat. Buah teh terbentuk bulat dan bergaris tengah antara 1,2 sampai 1,5 cm.
Biji yang telah tua akan berkulit tebal dank eras. Maka memerlukan waktu yang agak lama kalau akan ditanam. Berbulan-bulan baru menjadi kecambah dan ini berlangsung tidak serentak (bersamaan).

Manfaat dan Khasiat Daun Teh

Kalau berbicara manfaat atau khasiat dari daun teh pasti sangat banyak, namun di bawah ini hanya sebagian dari manfaat atau khasiat daun teh yang dapat saya sampaikan, semoga menambah informasi bagi Anda.
  • Dapat menurunkan berat badan.
  • Manfaat daun teh Oolong yang di satukan dengan rempah kayu manis dapat meningkatkan metabolisme.
  • Daun teh juga dapat bermanfaat mencegah resiko diabetes.
  • Manfaat daun teh lainnya yaitu dapat mengurangi lemak, caranya air es teh putih ditambah dengan buah pir.
  • Apabila daun teh yang dicampur pisang dapat berkhasiat untuk melindungi kulit yang sensitif dari reaksi alergi, karena daun teh dan pisang mengandung antidioksidan alami.
  • Sedangkan teh hijau dapat mencegah penyakit kangker, dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Sumber Buku : BERCOCOK TANAM TEH  Penerbit, Aneka Ilmu.
sumber Gambar : http://thehealthyapple.com/2009/11/23/product-review-dilmah-tea-2/