;

Translate

Sunday, April 12, 2015

Tanaman Sawo Dan Morfologinya

Sunday, April 12, 2015

Taksonomi dan morfologi Tanaman Sawo

Kedudukan tanaman sawo dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut:

Divisi  : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup)
Kleas : Dicotyledonae (biji berkeping dua)
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus: Achras atau manilkara
Spesies: Achras zapota Auct, non.L,sinonim dengan Manilkara achras (Mill) Fosberg, atau M. zapotatila (jacq) Gilly.

Tanaman sawo,khasiat buah sawo, kasiat buah sawo, buah sawo, budidaya sawo, cara menanam sawo, kandungan buah sawo


Kerabat dekat dari sawo-sawoan (Sapotaceae) cukup banyak, diantaranya adalah campoleh atau sawo belanda (Madhuca cuneata (B1.). Macbr,. 

Sawo kecik (Manilkara kauki (L.) Dubard), abiu atau sawo durian Australia (Pouteria caimito), dan sawo liar yang disebut ketiau atau melali atau bassia (Bassia longofolia L. sinonim dengan payena lotifolia Burck.). 

Sawo liar  atau bassia bersifat tahan terhadap serangan hama atau penyakit, sistem perakarannya kut dan dalam, serta tahan kekeringan. Pada skala penelitian, tanaman bassia digunakan sebagai batang bawah penyambungan (grafting), terutama tekhnik sambung pucuk  (top grafting).

Hasil penelitian pendahuluan  pada tahun 1984 tantang sambung pucuk antara batang bawah bassia dan sawo member gambaran menggembirakkan terhadap tujuan perbanyakan tanaman secara vegetative. 

Sambung pucuk bassia dengan sawo betawi menunjukkan tingkat keberhasilan rata-rata 56,3%, dengan sawo kelapa 47,5%, dan dengan sawo manila 47,4%. 

Meskipun hasil sambungan amat cocok (kompatibel), tetapi baru-baru ini dilaporkan bahwa tanaman sawo hasil penyembungan dengan bassi tidak berbuah lebat, dan rasa buah  tidak manis.

Tanaman sawo hidup menahun (perennial), batang berkayu keras, dengan sistem percabangan  cukup rapat mulai dari bagian bawah batang hingga ke ujung tanaman. Pohon sawo dapat mencapai ketinggian 20 m atau lebih dan tampak rindang karena berdaun lebat.

Daun sawo berbentuk bundar memanjang, tumbuh bergerombol pada bagian ujung tangkai atau ranting; permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap dan bagian bawah berwarna hijau muda atau kecoklat-coklatan, tergantung jenis sawo

Daun sawo variegate berwarna belang-belang atau  variasi warna hijau dengan bercak kekuning-kuningan.

Pada fase reproduksi, bunga sawo akan muncul dari ketiak-ketiak daun. Bunga sawo berkelamin dua (biseksual), memiliki 6 tangkai benang sari, dan berwarna coklat kemerah-merahan.

Buah yang berbentuk menggantung pada tangkai buah. Bentuk  buah sawo bervariasi, antara bulat, bulat telur, atau bulat memanjang. 

Kulit buah yang tua (matang) berwarna cokelat, coklat kekuning-kuningan, atau coklat kemerah-merahan, bahkan pada sawo durian berwarna hijau mengilap. 

Sumber: SAWO   Penerbit: KANISIUS

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 5:05 PM

Cara Stek Tanaman Jeruk

Cara Stek Tanaman Jeruk

Stek yaitu cara mengembangbiakkan tanaman dengan mengambil bagian dari tanaman, misalnya ranting, cabang, daun, atau  akar. 

stek tanaman jeruk, cara stek tanaman, cara stek pohon mangga, cara stek mangga, cara stek tanaman buah, gambar stek, cara menyetek tanaman jeruk


Banyak jenis jeruk yang dapat diperbanyak dengan stek, ada yang mudah dan ada yang sukar pertumbuhan akarnya. 

Jeruk lemon (Citrus limon. (L) Burm.f), jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing ), jeruk sukade (Citrus medica L.), bial distek mudah keluar akarnya. 

Jeruk keprok (Citrus reticulate Blanco) paling sukar dan lambat mengeluarkan akar. Jeruk manis, jeruk grafepruit (Citrus paradici Macf), jeruk trifoliate (Poncirus trifoliate L.), keluarnya akar intermediate (antara jeruk lemon dan jeruk keprok).

Stek diambil dari tanaman yang sehat, pertumbuhannya kuat, dari cabang yang telah keras (dewasa). Stek yang diambil dari klon yang muda lebih cepat keluar akar daripada yang diambil dari klon yang telah tua. 

Perkembanagn perakaran dari klon yang sangat muda akan mengeluarkan seperti akar tunggang  sedangkan yang dari klon tua cenderung tumbuh akar lateral (menyamping).

Panjang setek sekitar 7,5-15 cm. Daun jangan dipotong semua, dissisakan lebih kurang 4 helai daun. Bagain pangkal di potong mendatar jangan miring, bagian atas dipotong miring. Bila pemotongan pangkal miring, akan cenderung keluar akar lebih sedikit.

Pembentukan akar pada stek dapat dirangsang dengan hormone IBA (indole-butyric acid) dalam talek dengan konsentrasi 3.000-8.000 ppm (bagain per juta). 

Dasar stek dimasukkan dalam talek yang lembap, maka talek akan melekat pada dasar stek. Kemudian ditanam dalam media perakaran yang telah disediakan. 

Cara lain, dapat dipergunakan 20 mg Kristal IBA dimasukkan dalam larutan alcohol 1 cc yang ditambah dengan 1 cc air. Dasar dari setek dimasukkan sedalam ± 0,5 cm selama 1-2 detik, lalu ditanam dalam media perakaran.

Sumber:   JERUK MANIS.  Penerbit: Penebar Swadaya

Pecinta Tanaman - 4:42 PM

Saturday, April 11, 2015

Klasifikasi Buah Srikaya

Saturday, April 11, 2015

Botani tanaman srikaya

Tanaman srikaya berbentuk pohon tegak dan hidup tahunan. Dalam tata nama tumbuhan, srikaya diklasifikasikan sebagai berikut.

buah srikaya, tanaman srikaya, srikaya, budidaya srikaya, cara menanam srikaya, manfaat buah srikaya, khasiat buah srikaya


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Polycarpiceae
Genus : Annona
Spesies : Annona squamosa Linn.

Spesies dari family  Annonaceae ini sangat banyak. Ada yang dimanfaatkan untuk tanaman hias, tanaman indrustri, tanaman buah, bahkan saat ini ada yang tergolong tanaman langka seperti Stelechocripus burahol (burahol,, kepel).

Sebagai tanaman tingkat tinggi, srikaya memiliki bagian-bagian tanaman yang lengkap.

1. Daun 
Daun tanaman srikaya berbentuk lanset, ujungnya meruncing, berwarna hijau muda, duudk daun berselang-seling pada batang atau ranting dan pinggiran daun rata.

2. Batang 
Batang tanaman srikaya berkayu, berbentuk perdu, hidupnya menahun, memiliki percabangan yang banyak, dan tingginya mencapai 8 m.

3. Bunga 
Bunga tanaman srikaya berwarna kuning keputih-putihan dan keluar dari ketiak daun pada ujung cabang atau ranting. Mahkota bunga panjang, terdiri atas 3 lembar, dan tersusun secara acyclic, dengan pistil majemuk. Sistem pembungaanny tunggal.

4. Buah 
Buah srikaya bersisik halus dan setiap sisik merupakan karpel yang berisi satu butir biji. Buah srikaya yang  masih muda berwarna hijau. Buah srikaya yang sudah tua berwarn hijau kekuningan, pecah, lembek, dan mengeluarkan aroma harum yang khas. 

Daging buah berwarna putih dan terasa seperti ‘berpasir’. Berat buah rata-rata 80-g-200 g dan jumlah buah per pohon per  musim sekitar 50 buah untuk tanaman dewasa.

5. Biji 
Biji buah srikaya berwarna coklat kehitam-hitaman, halus, keras, dan bagian ujungnya tumpul. Dalam satu buah terdapat sekitar 20-40 butir biji dan berat rata-rata 0,6 g per biji. Biji mengandung 45% minyak yang tidka mengering dan berwarna kuning (niet drogende olie).

Sumber: BUDI DAYA SRIKAYA.  Penerbit: KANISIUS

Pecinta Tanaman - 9:12 PM

Khasiat Manfaat Buah Srikaya

Manfaat tanaman srikaya

Selain sebagai tanaman buah untuk konsumsi buah segar, manfaat lainnya adalah sebagai tanaman pelindung didepan rumah, tanaman pagar buahnya dijadikan bahan pembuat minuman asam, sirop, sari buah, dan sejak lama telah digunakan sebagai obat tradisional.

manfaat buah srikaya, khasiat buah srikaya, budidaya tanaman srikaya, buah srikaya, tanaman srikaya, khasiat buah srikaya


Bijinya yang digiling halus  dapat digunakan untuk membunuh kutu kepala, akarnay menurut Indische Vergiftraporten mengandung racun, dan daun yang dimemarkan digunakan untuk mengobati penyakit kulit.

Ekstrak daun serta tumbukan biji yang halus digunakan untuk mencuci anjing agar terhindar dari kutu atau binatang kecil yang merugikan.


Kandungan gizi buah srikaya

Menurut direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia, setiap 100 g daging buah srikaya segar mengandung komposisi gizi sebagai berikut : kalori 101, 00 kal, protein 1,70 g lemak 0,60 g, karbohidrat 25,20 g, kalsium 27,00 mg, fospor 20,00 mg, besi, 0,80 mg, vitamin B1, 0,08 mg, vitamin C 22,00 mg, air, dan bdd 58%.



Postingan Sebelumnya :
Khasiat Dan Manafaat Bunga Rosella Kandungan Rosela
Khasiat Dan Manfaat Asam Jawa Untuk Wajah dan Kesehatan Tubuh
Khasiat Dan Manfaat Buah Tomat Sangat Luar Biasa
Khasiat Dan Manfaat Bunga Kamboja
Khasiat Dan Manfaat Bunga Mawar Untuk Kecantikan
Khasiat Lidah Buaya dan Manfaat Lidah Buaya Dapat Mengobati Memar
Khasiat Mahkota Dewa dan Manfaat Mahkota Dewa Kandungan Buah Mahkota Dewa
Khasiat Manfaat Buah Pepaya Sangat Multiguna
Khasiat Manfaat Bunga Melati Untuk Kecantikan Dan Kesehatan
Khasiat Pisang Kelutuk dan Manfaat Pisang Kelutuk Dapat Mencegah Diare dan Maag
Khasiat dan Manfaat Buah Anggur Dapat Menyambung Nyawa
Khasiat dan Manfaat Buah Matoa
Khasiat dan Manfaat Daun Sirih Merah Untuk Wajah dan Tubuh
Khasiat dan Manfaat Kentang Untuk Kecantikan dan Penyakit Kulit
Macam Macam Tanaman Sayuran dan Manfaatnya
Manfaat Buah Semangka
Manfaat Buah Sirsak
Manfaat Bunga Teratai dan Manfaat Tanaman Teratai Ternyata dapat Dimasak
Manfaat Dan Khasiat Tanaman Kamboja, Kandungan Bungan Kamboja
Manfaat Jambu Biji Khasiat Daun, Kulit, Batang dan Akarnya
Manfaat Jeruk Nipis
Manfaat Kaktus dan Khasiat Tanaman Kaktus
Manfaat Kandungan Bunga Anggrek
Manfaat Sabut Kelapa dan Pengolahan Sabut Kelapa serta Kandungan Sabut Kelapa
Manfaat Stroberi untuk Kecantikan
Manfaat Tanaman Lidah Buaya dan Khasiatnya Untuk Kecantikan
Manfaat Tumbuhan Paku

Manfaat Ubi Jalar

Pecinta Tanaman - 9:02 PM

Cara Mencangkok Pohon Mangga

Cara mencangkok pohon mangga

Saat mencangkok pohon mangga yang terbaik dilakukan pada musim hujan agar tidak melakukan penyiraman setiap hari. 

cara mencangkok pohon mangga, cara mencangkok, cara mencangkok tanaman, cara mencangkok tanaman buah, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok mangga, cara mencangkok tumbuhan

Kalau mencangkoknya pada musim kemarau, penyiraman harus dilakukan setiap hari agar media perakarannya jangan sampai kering.

Proses mencangkoknya berlangsung sebagai berikut:

1) Carilah cabang atau  yang sehatdan kuat bergaris tengah sebesar jari tangan. Cabang ini berumur antara 1-1,5 tahun.

2) Cabang dikerat melingkar selebar 5 cm, jangan sampai melukai kayunya. Tempat keratin tepat dibawah kuncup daun, karena dibawahnya banyak mengandung rhizocaline, zat pembentuk akar.

3) Kulit dikelupas sehingga terihat kambiumnya.

4) Cambium dihilangkan dengan kertas yang bersih sehingga kayunya kelihatan kering, tidak licin. Untuk mempercepat penghilangan cambium, lendir dibersihkan dengan kertas yang telah dicelup larutan garam. Sesudah itu dibersihkan dengan air bersih.

5) Karena kulit terkelupas, rhizocaline akan terkumpul diatas lingkaran keratin. Kumpulan itu akan menolong terbentuknya kalus (jaringan seperti gabus) dan akar serabut.

6) Untuk mempercepat pertumbuhan akar, dapat dibantu pemberian hormone, misalnya hetero-auxins. Hormonnya bisa beruapa talek atau pasta lamoline. Pemberiannya dioleskan di atas sayatan secara melingkar.

7) Sesudah kayunya kering, tutup luka keratin itu dengan media perakaran. Media perakarannya bisa berupa tanah liat bercampur pupuk kandang/kompos, lumut, atau moss.

8) Bungkus media perakaran dengan sabut kelapa, plastic yang telah diberi lubang-lubang, ijuk enau, atau kantong goni.

Untuk memudahkan  penyiraman pada musim kemarau, diatas cangkokan dapat dipasang kaleng bersumbu. Sumbu pada kaleng dihubungkan ke cangkokan sehingga media perakaran selalu basah mendapat tetesan air. Kaleng penampung air jangan sampai kering, kalau perlu isinya diperiksa setiap hari.

Memotong bibit cangkok
Setelah 1,5-2 bulan cabang mangga dicangkok, bibit cangkokan telah mengeluarkan akar serabut cukup banyak. Pertumbuhan akar yang putih telah terlihat menembus ke luar media perakaran.

Bibit mangga cangkokan itu dapat dipisah dari pohon induk dan semai dengan proses perlakuan sebagai berikut:

1) Bibit cangkokan dapat segera dipotong agar terpisah dari pohon induknya. Pemotongan dilakukan dekat pangkal pembungkus.

2) Luka bekas potongan diolesi ter tanaman untuk menghindari rayap dan semut merah. Kalau tak ada ter tanaman, dapat dioganti meni, cat, Vaseline, atau santar.

3) Bibit yang  telah terpisah dari pohon induk segera ditanam dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di dalam keranjang untuk disemai, atau langsung ditanam di lapangan. Media tanamnya dapat diberi insektisida butiran seperti Furadan, Temik, Curater, atau Mipzinon untuk mensterilkan media.

4) Saat  menanam perhatikan pembungkus media perakarannya kalau dari sabut kelapa, pembungkus tak perlu dihilangkan. Kalau dari plastic, pembungkusnya dilepas.

5) Tanah sedikit ditekan agar bibit cangkokan tidak mudah bergoyang. Agar tidak  bergeser, dapattegaknya bibit dapat dibantu tiang bamboo kecil sebagai penguat.

6) Keranjang berisi cangkokan disiram air, agar medi tanamnya padat. Taruh bibit ditempat teduh untuk disemai.

Bibit mangga cangkokan  setelah terpisah dari pohon induknya, dapat langsung ditanam dilapangan. 

Setelah ditanam, sebaiknya bibit diberi penaung berupa atap. Penaung itu berfungsi sebagai pelindung agar tidak terkena panas matahari secara langsung.

Atap penaungnya dapat dibuat dari anyaman daun kelapa anyaman bamboo, anyaman daun alang-alang. 

Atap penaung dapat dilepas setelah kondisi  tanaman terlihat kuat, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tunas baru yang segar dan sehat.
Sumber:  Bertanam Mangga.  Penerbit: Penebar Swadaya

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 12:58 PM

Cara Mencangkok Pohon Jeruk

Cara mencangkok tanaman jeruk

Cangkok biasanya diperoleh dari tanaman induk yang telah dikenal  betul sifat-sifatnya. Dahan yang akan kita cangkok tidak boleh bergaris tengah kurang dari 1 cm, dan telah cukup dewasa, serta sehat.

cara mencangkok, cara mencangkok tanaman, cara mencangkok pohon jeruk, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok pohon mangga, pohon jeruk

Cara Mencangkok Jeruk
Langkah awal, kulit dahan dikupas mengelilingi dengan lebar 1-3 cm, bagian yang terbuka itu lalu kita tutup dengan tanah.

Setelah tertutup dengan tanah lalu kita balut dengan sabut kelapa atau dengan plastik yang diberi lubang-lubang untuk sirkulasi.

Setiap hari kita harus menyirami cangkokak supaya tetap segar dan tidak kekeringan.

Dalam beberapa hari  dahan sebelah atas cangkokak akan tumbuh akar, setelah akar itu tumbuh panjang dan keluar dari sabut, barulah dahan yang bawah kita potong dan cangkokan kita tanam di tanah yang telah kita persiapkan.

Lubang yang kita persiapkan ini sebelumnya harus sudah diberi pupuk kandang yang baik.
Kalau kita melakukan pencangkokan dengan  pemeliharaannya yang baik maka dalam waktu tiga tahun, pohon jeruk akan berbuah.

Cara cangkok dan okulasi biasanya dilakukan oleh petani-petani jeruk yang  telah mengusahakan jeruk  dalam skala besar.

Untuk petani jeruk pemula, cara yang paling mudah untuk mendapatkan bibit jeruk adalah dengan membeli bibit yang sudah jadi.

Sebaiknya cari bibit bermutu yang bersertifikat atau bibit dari penangkar bibit terpercaya.

Bibit jeruk yang berkualitas baik ditandai denagan daun-daun yang hijau segar dan tampak rimbun, batang pokoknya lurus dan kuat, pertumbuhan cabang seimbang dan serasi dengan umur serta kondisi batanya.

Bibit juga harus bebas dari hama dan penyakit, terutama penyakit penyakit CVPD yang menjadi momok bagi kalangan petani jeruk.

Bibit-bibit tersebut sebaiknya berasal dari perbanyakan vegetative ( cangkok, okulasi, atau sambungan ).

Sumber : Cara Praktis Bertanam Jeruk.  Penerbit: Aneka Ilmu

Kalau artikel ini bermanfaat bagi Anda, tolong share keteman anda melalui Facebook, google plus, atau twitter dengan cara mengklik tombolnya di bagian bawah halaman ini. Terima kasih atas partisipasinya.

Pecinta Tanaman - 12:44 PM